Beranda blog Halaman 313

Musdes Tanjung Sari, Camat Minta Desa Disiplin

0
Metro, Melawi | Pemerintah Desa Tanjung Sari, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2021. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tanjung Sari pada Kamis, (25/11) pagi.

Musdes yang di pimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanjung Sari, Sarminah, S.Pd.I, dihadiri Camat Nanga Pinoh, Halma Trisno, S. STP., Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa Tanjung Sari, Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat dan Pendamping Desa.

Sarminah, Ketua BPD Desa Tanjung Sari mengatakan, Musdes ini dilaksanakan lantaran adanya perubahan yang disebabkan berkurangnya pendapatan transfer desa melalui yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten dan Dana Bagi Hasil (DBH) Desa Tanjung Sari yang disampaikan oleh pemerintah desa untuk disepakati bersama BPD Desa.

“Dalam hal ini, pemerintah desa menyampaikan kepada BPD bahwa APBDesa tahun anggaran 2021 mengalami perubahan. Kita sepakati bersama pemerintah desa item belanja mana yang akan diubah untuk kemudian hari ini kita tetapkan”. Kata Sarminah, Kamis (25/11).

Kepala Desa Tanjung Sari, M. Taufik dalam Musdes tersebut memaparkan, perubahan APBDesa dilakukan karena ada perubahan pendapatan transfer desa karena adanya pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh Pemerintah Kabupaten Melawi.

“Musdes ini kita lakukan karena adanya pemotongan ADD dan DBH oleh Pemkab Melawi. Sedangkan untuk Dana Desa (DD) sendiri tidak ada pemotongan”. Kata M. Taufik.

Dijelaskan Taufik, pendapatan trasnfer Desa untuk tahun anggaran 2021 jumlah keseluruhan sebesar Rp. 1.230. 823. 576.00 (satu milyar dua ratus tiga puluh juta delapan ratus dua puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh enam rupiah). Jumlah tersebut berkurang setelah ada pemotongan ADD dan DBH oleh Kabupaten sebesar Rp. 23. 948.790.00 (Dua puluh tiga juta sembilan ratus empat puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan puluh rupiah).

“Dengan adanya pengurangan ADD dan DBH ini, tentunya pemerintah Desa harus melakukan perubahan APBDesa bersama BPD karena memang ada beberapa kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan”. Jelasnya.

Ditempat yang sama Camat Nanga Pinoh, Halma Trisno mengatakan, Perubahan APBDesa merupakan hal yang biasa terjadi pada pemerintahan Desa.  Ia juga meminta agar ke depan pentapan APBDesa murni maupun APBDesa perubahan agar dilakukan tepat waktu.

“BPD harus mengawasi kinerja Kades, pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara transparan. Pekerjaan harus dilakukan oleh perangkat desa sesuai tupoksinya. Seluruh jajaran pemerintah desa harus memahami dan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin”. Tegas Halma.

Pada Kesempatan tersebut, Halma Trisno juga mengingatkan kepada seluruh kepala desa di Kecamatan  Nanga Pinoh agar disiplin an tepat waktu dalam menyusun dan membahas APBdesa bersama BPD. Apabila ada persoalan, segera menyampaikan laporan permasalahan di Kecamatan.

“Jangan ketika ada masalah langsung ke Bupati, tetapi sampaikan kepada kami terlebih dahulu agar bisa dicarikan solusinya di tingkat Kecamatan. Saya juga tidak akan mentolelir keterlambatan penetapan APBDesa. Kecamatan tidak Akan mengevaluasi dan mengeluarkan rekomendasi bagi desa yang terlambat”. Tandasnya.[] Ade Shalahudin/Dk.

Gelapnya Program Indonesia Terang 2019.

1
Metro, Bogor Raya – Sekitar 2-3 tahun berselang atau sekitar tahun 2019, sangat santer terdengar wacana akan adanya program berlabel “Indonesia Terang” berupa pengadaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) pada titik-titik gelap tertentu sekitar hunian.

Gelapnya program yang berupa pembuatan pondasi/bantalan tiang hingga pemasangan bohlam lampu Penerangan Jalan untuk wilayah di Kabupaten Bogor tersebut hingga saat ini terkesan MANGKRAK sebagaimana contohnya yang terdapat di Desa Waringin Jaya kecamatan Bojong Gede kabupaten Bogor.

Gelapnya

“Ada 15 titik pondasi yang berada di wilayah kami bahkan bisa diumpamakan ibarat sudah mau habis dimakan rayap” ucap salah seorang tokoh warga Desa Waringin Jaya kepada awak media secara daring pada Rabu(24/11/2021).

Saat awak media MetroIndonesia.id mencoba menghubungi CV. MORA JAYA selaku pihak pelaksana lapangan (subkontraktor) untuk pembangunan pondasi bantalan tiang PJUTS Indonesia Terang ternyata gelapnya  diperoleh informasi bahwa terhentinya pelaksanaan lanjutan program penerangan jalan dikarenakan TIDAK ADANYA PASOKAN TIANG untuk dipasangkan pada pondasi/bantalan tiang yang telah dibangun.

Baca juga :

Nirina Zubir Hadapi Kasus Penyekapan Pasutri Tersangka Mafia Tanah

“Bahkan kami sama sekali belum menerima pembayaran dari PT. IMZA RIZKY JAYA atas ribuan pondasi/bantalan tiang yang telah kami laksanakan di segenap wilayah kabupaten Bogor khususnya.”-

Sementara itu upaya untuk menggali informasi lanjutan terkait kejelasan tentang Program Indonesia Terang seperti sumber dana dan sebagainya belum dapat kami peroleh.

Gelapnya

Patut disayangkan apabila Program Indonesia Terang ini menjadi terbengkalai yang justru berpotensi menimbulkan kerugian moril dan material terhadap para pelaksana lapangan khususmya serta bagi masyarakat pada umumnya yang sempat antusias berbunga-bunga atas adanya rencana tersebut.

Program yang memiliki kesamaan nama dengan sebuah nama partai yaitu Partai Indonesia Terang (PINTER), tentunya berpotensi mempengaruhi image masyarakat akan keberadaan Partai (PINTER) tersebut yang konon akan ikut berlaga pada Pemilu 2024 mendatang.

Yessy Melania Gelar Bimtek Pasca Panen Lada

2
Metro, Melawi | Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai NasDem, Yessy Melania, S.E, membuka secara resmi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi pasca panen dan pengolahan lada secara virtual kepada petani lada di Kabupaten Melawi. Kegiatan Bimtek yang digelar bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat dilaksanakan di Aula Kurnia Waterpark, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Rabu, (25/11).

Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Melawi yang diwakili Kabid Pangan, Herri Purwanto, S.P dalam sambutannya mengatakan, pada tahun 1999 silam di kabupaten Melawi sempat meningkat produksi lada. Namun seiring berjalan waktu di Melawi mengalami penurunan.

“Pada Tahun 1999 lada di Kabupaten Melawi sempat booming dengan harga yang baik. Berjalannya waktu, produksi lada di Melawi mengalami penurunan”. Ungkap Herri Purwanto.

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia adalah merupakan salah satu negara pengekspor lada tersebar. Sebanyak 80 persen produksi lada di ekspor ke luar negeri. Lada merupakan salah satu produk unggulan di bidang perkebunan setelah kelapa sawit, kopi dan teh di Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya bimtek ini dapat memotivasi kembali petani lada untuk meningkatkan produksinya, khususnya di Kabupaten Melawi”. Ujarnya.

Kepala BPTP Kalbar Drs. Rustam Massinai, diwakili oleh Agus Subekti, SP. MP., menyampaikan, diambilnya tema Bimtek Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan lada, karena sebelumnya telah dilakukan bimtek pembibitan dan budidaya lada sudah diberikan kepada kelompok tani.

“Pada bimtek ini kita fokuskan pada teknologi pasca panen dan pengolahan lada agar petani mengetahui kualitas atau mutu hasil panen yang baik, sehingga harga jual lada menjadi meningkat”. Kata Agus Subekti.

Lebih lanjut dikatakan, lada merupakan komoditas yang sangat strategis sejak zaman penjajahan Belanda. Rempah-rempah menjadi rebutan perdagangan dunia pada saat itu. Lada merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh subur di Indonesia hingga sekarang.

“Dengan pencahayaan matahari yang cukup seperti di Indonesia, lada dapat tumbuh secara baik”. Ucapnya.

Agus Subekti juga mengatakan, Kabupaten Melawi masih memiliki potensi lahan kering yang luas untuk dilakukan pengembangan budidaya tanaman lada dengan iklim yang ada. Berdasarkan data, luas area perkebunan lada di Kabupaten Melawi sebanyak 17 hektar dengan produktivitas 2.6 ton per hektar.

“Dengan potensi lahan yang masih luas diharapkan masih bisa meningkatkan produksi lada di Kabupaten Melawi. Elai itu, dengan pengolahan hasil panen yang tepat dapat meningkatkan harga lada tersebut, baik lada hitam maupun lada putih”. Harapnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPR RI dari Komisi IV, Yessy Melania sebelum membuka acara secara resmi secara virtual dalam sambutannya mengatakan, bimtek ini dapat terselenggara berkat kerjasama Kementan RI dan Komisi IV DPR RI serta BPTP provinsi Kalbar. Ia berharap dengan bimtek ini kualitas produksi lada di Kabupaten Melawi dapat meningkat dengan harga jual yang tinggi.

“Bimtek ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani dalam mengolah lada pasca panen. Sehingga hasil panen dapat meningkatkan kesejahteraan petani”. Ujar Yessy Melania.

Dikatakan Yessy, lada merupakan salah satu komoditi nasional yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat untuk mendongrak kualitas ekspor dan perekonomian petani lada di Indonesia. Untuk mecapai hal tersebut, petani diberikan edukasi berupa bimtek untuk menambah pengetahuan petani itu sendiri.

“Berjalan waktu, pengetahuan teknologi pertanian menjadi kunci sukses petani dalam meningkatkan kualitas produksi pertaniannya dengan kualitas ekspor”. Ungkap Yessy.

Masih menurut Yessy, Amerika dan Jepang merupakan salah satu negara yang kebutuhan ladanya membeli dari luar, terutama dari Indonesia. Tentunya dalam standar ekspor, komoditi lada harus memiliki syarat-syarat kualitas ekspor yang telah disepakati.

“Untuk mewujudkan hasil produksi lada yang berkualitas ekspor perlu ada kerjasama semua pihak. Baik pemerintah pusat, daerah dan petani itu sendiri. Komisi IV akan terus bersinergi untuk memberikan penguatan baik dari sisi teknologi pertanian dan anggaran. Saya berharap dengan Bimtek ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani”. Tutup Yessy.

Selama kegiatan bimtek berlangsung, semua peserta dan panitia tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.[] Ade S/Dk.

Sosok Guru Berprestasi, Deni Rohendi,S.Pd., M.Pd

2
Metro, Bogor Raya | Mencari sosok tenaga pengajar atau guru yang memiliki dedikasi tinggi serta berprestasi, bertepatan dengan hari guru Nasional.

Deni Rohendi,S.Pd., M.Pd, salah satu guru Pengajar di SMAN 1 Tamansari, merupakan sosok guru berprestasi yang telah dinobatkan sebagai duta rumah belajar Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019,

 

“Bergerak dengan hati pulihkan pendidikan Nasional”  menjadi tema hari guru tahun 2021.

Selain pernah menjadi duta di tahun 2019, Deni juga pernah menjadi juara 2 olimpiade Sains Nasional Guru Fisika tahun 2014 dan 2015, juara 2 Lomba penulisan PTK PGRI Kabupaten Bogor tahun 2015 dan sebagai kapten belajar di Provinsi Jawa Barat. Disamping Profesi sebagai Guru Pengajar.

Dalam wawancara singkat dengan wartawan metroindonesia.id, Deni berpesan ” Mari Kita Bekerjasama Dengan Para Orangtua Murid Khususnya di SMAN 1 Tamansari Kabupaten Bogor.Untuk Terciptanya Prestasi Yang Terbaik Bagi Keberhasilan Anak anak Kita Sebagai Penerus Bangsa” terangnya. [] Lukas Diana.

Lalai Dalam Pendataan Administrasi Pilkades

0
Metro, Sumenep – Lalai administrasi, sejumlah warga geruduk sekretariat panitia pemilihan kepala desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep (25/11). Diduga Panitia lalai melakukan pendataan.

Menurut keterangan warga desa Kertasada, Abd Rasid dirinya dan anggota keluarganya ditolak oleh ketua KPPS ketika akan menyalurkan aspirasinya di Pilkades Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, pasalnya tidak membawa undangan..

Lalai

Menurut pengakuan Abd Rasid dirinya tidak menerima undangan pencoblosan,hanya menerima surat pendaftaran .

Imam Prasojo ketua panitia pemilihan kepala desa Kertasada menjelaskan, bahwa pendataan sudah dilakukan oleh petugas Cacah dan sudah masuk dalam DPT, namun apabila ada warga yang tidak memegang undangan pencoblosan akan di cek di daftar penerima undangan.

“Apa bila ternyata ada tanda terima undangan berarti undangan sudah tersampaikan ke warga”. Kata Imam.

Dalam peristiwa ini di kawal dan diamankan oleh personel Polsek kalinget dan personel BKO Polrestabes Surabaya dalam rangka menjamin kelancaran proses pemilihan kepala desa .

Sampai berita ditayangkan, panitia masih belum bisa menentukan nasib mereka apa bisa menyalurkan aspirasinya.[] Joko

King Of Master Joe Thunder

0
Joe Thunder: Di bidang seni Joe thunder juga mendapat julukan atau gelar selain sang seribu wajah juga king of master Indonesia sang multitalenta.

[Joe Thunder: Joe thunder juga pernah menyutradarai film “cinta terisolasi korona” dan filmnya di tayang di tv Belanda.

Joe Thunder: Permain extreme yang paling baru setelah menarik mobil dgn alat vital sudah di minta salah satu tv adalah mengegerinda tangannya. Ngeri kan permainannya. Sang master.

DPC GRIB Purwakarta Miliki Kantor Baru

0
Metro, Purwakarta – Ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Hercules Rozario Marcal hadiri peresmian kantor baru DPC GRIB Kabupaten Purwakarta, Rabu, (24/11).

Selain peresmian kantor baru, ketua umum juga mendeklarasi ketua DPC Gerakan Rakyat Indonesia Baru Purwakarta Eky Oktavia Gunawan, sekrjen H. Kastono, S.Ag M,H dan bendahara Hanan Novalia.

Gerakan

Selain DPC Purwakarta, Hercules juga melakukan hal yang sama untuk ketua DPC wilayah lain se Jawa Barat.

Suasana acara di gedung Sigrong di hadiri ratusan anggota dari berbagai daerah, dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

 

Salah seorang anggota organisasi masyarakat kepada metroindonesia.id menyampaikan ” Ormas ini hadir untuk membantu masyarakat dalam kegiatan sosial, advokasi dan apa yang menjadi kebutuhan warga” jelasnya.[] M. Yamin.

 

Outbound di Bandara Trunojoyo Sumenep

0
Metro, Sumenep – Untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar kepada anak didik Paud Sumekar kegiatan outbound menjadi pilihan tambahan pengetahuan diluar lingkungan pendidikan.

Metode pengembangan melalui kegiatan outbound merupakan melatih diri dalam melakukan permainan diluar lingkungan sekolah.Selasa, (22/11).

Aisyah salah seorang pengajar di Paud Sumekar kepada metroindonesia.id menyampaikan “kegiatan tersebut  mempunyai tujuan menumbuhkan semangat dan motivasi belajar kepada anak didik, melatih cara berkomunikasi anak dengan baik”

Outbound

Pada kegiatan, peserta didampingi oleh Vonda salah seorang pegawai bagian sosial’ dan Kehumasan.bandar udara Trunojoyo,

Dalam pesannya, Vonda menyampaikan sangat terbuka bagi masyarakat Sumenep untuk melakukan kegiatan di bandar udara Trunojoyo untuk menambah pengetahuan dan tidak memandang usia.

Vonda menambah bahwa  untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi , fihaknya telah mengakan kegiatan rutin berupa senam pagi bersama masyarakat setiap hari Minggu di bandar udara Trunojoyo.

Menurut Dewi Maharani salah Satu siswi Paud Sumekar klas B2 ,kepada  awak media mengaku merasa senang dapat mengikuti kegiatan outbound ke Bandar Udara Trunojoyo Sumenep[]Joko

TP PKK Melawi Terima Bansos Bencana Banjir

0
Metro, Melawi | Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) dan Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Kalimantan Barat menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat Kabupaten Melawi. Bantuan di terima langsung oleh Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Melawi, Raisysa Sarbina di Pendopo rumah jabatan Bupati Melawi, Selasa (23/11).

Ketua Permabudhi Kalbar, Ali Fuchih Siauw melalui salah satu fungsionarisnya, Bambang Prajdogo mengatakan, bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama untuk warga Kabupaten Melawi yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Ia berharap dengan bantuan tersebut sedikit meringankan warga Melawi yang terdampak.

“Bantuan ini berupa sembako, seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, Pampers dan yang lainnya. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan warga yang terdampak banjir di Melawi”. Kata Bambang.

Ditempat yang sama ketua TP PKK Kabupaten Melawi, Ny. Raisya Sarbina menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Permabudhi dan GPP Kalbar. Menurutnya, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga Kabupaten Melawi yang terdampak banjir.

“Nantinya bantuan ini akan kita salurkan langsung kepada masyarakat yang Kurang mampu dan terdampak banjir di sejumlah wilayah di kabupaten Melawi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Permabudhi dan GPP Kalbar yang telah peduli terhadap korban banjir di Melawi”. Ucap Ketua TP PKK , Ny. Raisya Sarbina.

Ny. Raisya Sarbina juga memastikan bahwa bantuan tersebut harus benar-benar tepat sasaran.

“Bantuan ini harus benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada warga yang terdampak banjir”. Tutupnya. [] Ade Shalahudin.

Minuman Beralkohol (Golongan C – 20 % – 45 %) Marak di Kabupaten Banyuwangi

4
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi undang tokoh masyarakat dan instansi terkait minuman beralkohol.

Metro, Banyuwangi – Mengupas tuntas pemberitaan media metroindonesia.id terkait penjualan bebas minuman beralkohol di tanah Blambangan wilayah Kabupaten Banyuwangi yang diduga tidak memiliki ijin penjualan.

Disisi lain, Kepala Desa Labanasem, Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi, Maimun menyampaikan keberatan atas keberadaan toko penjualan minuman beralkohol di toko Banyu Urip.

minuman

Menyikapi keluhan warga dan tokoh masyarakat Desa Labanasem, Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi, Wawan mengundang Desa Labanasem, Satpol PP, tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Maimun di dampingi kuasa hukum Lalati.SH Ketua Komisariat Daerah Reclassering Indonesia Kab Banyuwangi menyampaikan keberatan atas keberadaan toko Banyu Urip yang diduga telah menjual minuman beralkohol, serta dampak sosial di masyarakat.

hasil dari pertemuan tersebut,Senin (22/11), Wawan menyampaikan “Jadi pokok kami ini menyelesaikan masalah dengan tidak membuat masalah baru. Jadi sekali lagi konteks pertemuan ini menyelesaikan masalah internal, setelah itu Eksekusi kita selesai.”terang Wawan Kepala DPMPTSP.

Kepada metroindonesia.id, Maimun menyampaikan beberapa kronologi kejadian di masyarakat, diantaranya, seorang anak dibawah umur sampai mencuri uang, HP hanya untuk membeli minuman keras itu, bahkan ada pertengkaran antar anak muda, yang pad akhirnya berurusan dengan hukum, ujarnya.

Kuasa hukum Lalati, SH juga menyampaikan pesan “Dinas terkait untuk lebih berhati hati dalam mengeluarkan perijinan, dengan memperhatikan speksifikasi usaha yang tidak menimbulkan gejolak di masyarakat”.tutup lalati.[] Raden