Satuan Binmas Polres Pasuruan menggelar penyuluhan hukum sekaligus pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) bagi 58 dewan guru MTsN 1 Pasuruan. Kegiatan berlangsung di Aula MTsN 1 Pasuruan, Bangil, pada Sabtu (31/10/2026) pukul 12.30 hingga 14.30 WIB, sebagai bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan dalam rangkaian Cooling System, seperti dilaporkan Radar Indonesia Online.
KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos., tampil sebagai narasumber. Hadir dalam acara tersebut Kepala MTsN 1 Pasuruan M. Yasir, S.Ag., M.Pd., Banum Satbinmas Teguh Warsito, serta para tenaga pendidik madrasah setempat.
Perundungan hingga kenakalan remaja
Dalam paparannya, Bambang menekankan sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai di lingkungan sekolah maupun masyarakat, mulai dari perundungan, kenakalan remaja, sampai berbagai bentuk perilaku menyimpang. Ia menegaskan bahwa para tenaga pendidik semestinya berada di barisan solusi dan tidak terlibat dalam tindakan perundungan atau pelanggaran hukum lain.
Guru juga diminta membiasakan sikap tabayun, menjalin koordinasi dengan kepala sekolah, serta berhati-hati dalam menerima dan meneruskan informasi. Langkah itu, menurutnya, penting agar warga sekolah tidak mudah terpengaruh berita bohong. Para guru pun didorong aktif menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas bila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.
Selain itu, Bambang mengajak dewan guru memperkuat kerja sama dengan orang tua atau wali murid dalam mengawasi perkembangan dan pergaulan peserta didik. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, perundungan, balap liar, aksi gengster, dan tindak kriminalitas lain yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Disiplin berlalu lintas dan sesi tanya jawab
Persoalan keselamatan di jalan raya juga masuk dalam materi, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026. Bambang mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap berawal dari pelanggaran dan kelalaian manusia. Karena itu, guru diharapkan tertib berlalu lintas dan menjadi teladan bagi peserta didik dalam membangun budaya keselamatan di jalan.
Suasana forum menjadi interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah guru mengangkat persoalan yang biasa mereka hadapi, dari konflik antara guru dan murid hingga persoalan antara guru dan wali murid. Semua pertanyaan dijawab dengan penjelasan yang komunikatif dan solutif sehingga peserta merasa memperoleh jalan keluar atas persoalan masing-masing.
Salah seorang guru, Bu Nia, menyampaikan apresiasi atas materi pembinaan yang diberikan. Ia menilai cara penyampaian narasumber sangat baik dan diselingi humor segar sehingga suasana penyuluhan terasa santai, menyenangkan, dan jauh dari kesan tegang. Apresiasi serupa disampaikan Kepala MTsN 1 Pasuruan M. Yasir, yang menyambut positif kepedulian Satbinmas Polres Pasuruan terhadap kemajuan dunia pendidikan dan pentingnya sinergi antara kepolisian dan tenaga pendidik.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Satbinmas Polres Pasuruan berharap tumbuh kesadaran dan tanggung jawab bersama antara Polri, pihak sekolah, orang tua, dan peserta didik untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, kenakalan remaja, narkoba, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum. Kegiatan itu juga dipandang sebagai langkah nyata mempererat komunikasi dan kemitraan demi melindungi generasi penerus bangsa.