Portus FC menjuarai turnamen sepak bola Saroha CUP VII setelah mengalahkan Ambarita Putra FC melalui adu tendangan penalti dengan skor 4-3 di Lapangan Sepak Bola Ambarita, Kabupaten Samosir, Rabu (28/10/2026). Laga final itu disaksikan langsung Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di tengah sorak-sorai ribuan penonton.
Dukungan pemerintah daerah
Kedua pimpinan daerah tersebut hadir untuk memberikan dukungan bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Samosir. Dukungan itu diwujudkan lewat pemberian uang pembinaan kepada tim-tim yang berlaga sejak babak semifinal hingga final. Menurut pemerintah kabupaten, kehadiran pimpinan daerah merupakan bentuk apresiasi kepada panitia penyelenggara, para atlet, serta masyarakat yang ikut menyukseskan turnamen.
Vandiko menilai Saroha CUP VII menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan kualitas permainan. Ia berharap turnamen itu menjadi pijakan bagi pesepak bola Samosir mengembangkan potensi hingga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengapresiasi penyelenggaraan Saroha CUP VII ini,” ujar Vandiko.
Ia juga mengingatkan para pemain dan suporter agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga ketertiban selama pertandingan. Menurutnya, tujuan kompetisi bukan semata mengejar kemenangan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan saling berbagi pengalaman demi meningkatkan kemampuan.
“Kita semua bersaudara. Yang paling penting, kita bisa saling berbagi ilmu untuk meningkatkan kualitas diri,” ungkapnya.
Final berjalan sengit
Pesan sportivitas itu tercermin dalam partai puncak yang mempertemukan Portus FC dengan Ambarita Putra FC. Kedua tim bermain sengit dan saling memberi perlawanan hingga skor imbang 2-2 saat waktu normal berakhir. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti yang dimenangkan Portus FC dengan skor 4-3.
Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyebut Saroha CUP VII sebagai turnamen yang menarik sekaligus contoh nyata bagi generasi muda dan penonton tentang pentingnya sportivitas dalam olahraga. Ia berharap semangat kompetisi tetap berjalan seiring sikap saling menghormati, meski setiap tim memiliki pendukung dengan fanatisme masing-masing.
Ariston menekankan bahwa sepak bola harus menjadi sarana memperkuat persatuan, menyalurkan potensi generasi muda, serta membuka peluang bagi atlet untuk berkembang ke jenjang kompetisi lebih tinggi. Ia berharap turnamen serupa terus digelar sebagai ruang pembinaan dan pengembangan sepak bola di Kabupaten Samosir.
Daftar hadiah dan penghargaan
Pada akhir pertandingan, Ariston menyerahkan piala tetap dan piala bergilir kepada Portus FC sebagai juara pertama, disertai pengalungan medali dan penyerahan uang pembinaan. Portus FC menerima Rp30 juta, sedangkan Ambarita Putra FC sebagai juara kedua memperoleh Rp20 juta. Posisi ketiga diraih Triple X dengan uang pembinaan Rp15 juta, sementara Unjur FC di posisi keempat mendapat Rp10 juta.
Penghargaan individu juga diberikan. Robert Simatupang dari Ambarita Putra FC meraih gelar pencetak gol terbanyak dan menerima sepatu emas serta uang pembinaan Rp3 juta. Rekannya, Rinaldi Pangaribuan, dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan hadiah trofi dan uang pembinaan Rp2 juta. Triple X mendapat penghargaan sebagai tim terbaik dari sisi manajemen dengan uang pembinaan Rp5 juta, sedangkan Persimars terpilih sebagai suporter terbaik.
Melalui Saroha CUP VII, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap semangat berkompetisi, persaudaraan, dan sportivitas semakin tumbuh di kalangan atlet maupun masyarakat. Turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang lahirnya talenta sepak bola Samosir yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.