Aparat menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan meriam air saat massa mahasiswa dan elemen masyarakat sipil menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/10). Ketegangan di Jalan Imam Bonjol itu memuncak sekitar pukul 18.20 WIB dan berlangsung hingga malam.
Aksi tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa bertajuk #IndonesiaSadar yang melibatkan mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), bersama elemen masyarakat sipil. Massa menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Lima Tuntutan Massa
Sejak siang, massa berkumpul di kawasan Bundaran HI dan sekitar Gedung UOB. Dalam aksinya, mereka menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah dan menuntut pelaksanaan amanat konstitusi.
Ada lima tuntutan utama yang dibawa massa. Pertama, penetapan status bencana nasional serta penegakan hukum terhadap korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Kedua, penggunaan APBN untuk kepentingan rakyat. Ketiga, pengurangan biaya pendidikan dan pemerataan pelayanan dasar.
Selanjutnya, massa menuntut diakhirinya penyalahgunaan hukum serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tuntutan kelima adalah pemulihan kebebasan berekspresi dan penghentian militerisasi ruang sipil.
Barikade dan Bentrokan
Sejumlah warga yang hendak bergerak menuju Bundaran HI dihadang barikade petugas. Pada sore hari, pengunjuk rasa masih bertahan di depan Gedung UOB dan meminta polisi membuka akses ke kawasan tersebut, seperti dilaporkan rakyatpos.id.
Ketegangan meningkat ketika aparat berupaya membubarkan massa. Gas air mata ditembakkan ke arah demonstran, sementara meriam air digunakan untuk mendorong massa menjauh dari titik yang dijaga petugas. Situasi di sekitar Jalan Imam Bonjol dan akses menuju Bundaran HI pun mencekam hingga malam.
Arus Lalu Lintas Dialihkan
Dampak aksi juga terasa pada lalu lintas di pusat Jakarta. Sejumlah ruas jalan di sekitar Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan akses Bundaran HI mengalami pembatasan atau pengalihan arus.
Pada pukul 20.53 WIB, aksi di sekitar Bundaran HI dinyatakan bubar dan akses jalan kembali dibuka. Petugas masih berjaga dan membersihkan area yang sebelumnya digunakan untuk aksi.