Jumat Curhat: Perlu Kerjasama Lintas Sektoral Atasi Masalah

87 / 100
KALBAR, Metroindonesia.id – Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor PDAM Tirta Melawi di Jalan Juang Km. 1, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada Jumat (10/2) pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Sekda Kabupaten Melawi, Drs. Paulus, Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi, Pejabat Utama Polres Melawi, Dirut PDAM Tirta Melawi, Bambang Setiawan, Ketua MABM Kabupaten Melawi, Ritaudin, Anggota DPRD Kabupaten Melawi, Hermanus, Dankipan A 642 Kapuas, Lettu Inf. Henry Budiarto, para kepala OPD, Kapolek Nanga Pinoh, Camat Nanga Pinoh, Ketua KONI Kabupaten Melawi, Abang Baharudin, serta para staf PDAM Tirta Melawi dan Kepala Desa Tanjung Niaga.

AKBP Muhammad Syafi’i mengatakan bahwa kegiatan Jumat Curhat yang dilaksanakan di ruang rapat PDAM sekaligus untuk silaturahmi dengan Dirut PDAM Tirta Melawi.

BACA JUGA:Polsek Sayan Gelar Jumat Curhat Di Desa Landau Sadak

IMG 20230210 091331
Keterangan: kegiatan Jumat Curhat

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dirut PDAM Tirta Melawi yang telah bersedia menyediakan tempat untuk kegiatan Jumat Curhat kali ini,” ucap AKBP Syafi’i.

AKBP Syafi’i juga menyampaikan selain menunggu saran dan masukan kepada Polri juga meminta dukungan Pemkab Melawi agar Polres Melawi mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam mendukung program pembangunan di Kabupaten Melawi.

Muhammad Syafi’i juga mengingatkan terkait potensi air bersih di Kabupaten Melawi agar tetap terjaga dan layak konsumsi.

BACA JUGA: Polsek Sokan Gelar Jumat Curhat Dengan Pengurus Adat Melayu

IMG 20230210 091249
Keterangan: kegiatan Jumat Curhat

“Kabupaten Melawi memiliki potensial khususnya air yang mana potensi tersebut harus benar – benar kita jaga kelestariannya. Dengan mengambil contoh di daerah lain dalam pengelolaan air yang baik tidak menutup kemungkinan masih terdapat potensi resiko terkait pengelolaan kualitas air yang dapat merugikan kesehatan kita bersama,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa bahwa kawasan hutan yang menyediakan sumber air saat ini telah menipis dikarenakan adanya penebangan liar, sehingga perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, prioritas program pemerintah secara nasional adalah ketahanan pangan.

“Kabupaten Melawi merupakan salah satu Kabupaten yang mendapat perhatian terkait kerawanan pangan. Saya telah menghubungi Gubernur Kalbar terkait langkah – langkah antisipasi kelangkaan pangan khususnya komoditi beras di Melawi,” ungkap H. Dadi.

BACA JUGA: Kebakaran, 1 Unit Rumah Hangus Dilahap Api

IMG 20230210 103823
Keterangan: kegiatan Jumat Curhat

Tak hanya persoalan ketahana pangan, ketahan sosial juga menjadi fokus perhatian dalam curhat tersebut.

Bupati juga menyampaikan terkait peredaran narkoba di Kabupaten Melawi yang dinilai cukup tinggi, terutama di Kecamatan Tanah Pinoh dan Sokan.

“Untuk mendukung program Jumat Curhat di Kecamatan akan kita buka sarana pengaduan masyarakat untuk menyampaikan saran dan masukan kepada Pemkab Melawi. Perlu kerjasama lintas sektoral untuk mengurai semua persoalan yang ada di Melawi,” pungkas H. Dadi.

BACA JUGA: Pemkab Melawi Gelar FGD Menjelang Pemilu 2024

Dalam kesempatan tersebut, Dirut PDAM Tirta Melawi, Bambang Setiawan juga menyampaikan keluhan terkaitan tunggakan yang setiap bulannya berkisar 400 juta.

“Untuk menyikapi hal perlu adanya kerjasama PDAM dan Pemkab Melawi maupun investor, tetapi sebelumnya PDAM Tirta Melawi akan melakukan instrospeksi diri terlebih dahulu terutama dari sisi pelayanan,” ungkap Bambang.

Bambang juga mengatakan, selain hal tersebut, PDAM Tirta Melawi juga saat ini memerlukan peremajaan instalasi air. Karena di beberapa titik pipa lama sudah rapuh.

BACA JUGA: Sebanyak 9 Desa Di Nanga Pinoh Dilanda Banjir

IMG 20230210 091049
Foto: semua foto adalah hak cipta metroindonesia.id

 

“Instalasi tersebut saat ini berada di tepi jalan utama dan dalam peremajaan tersebut juga membutuhkan dana yang cukup besar,” jelas Bambang.

Saran dan masukan yang dihasilkan dari diskusi Jumat Curhat rencananya  akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lintas sektoral untuk membahas strategi penangan dan pencegahan.

 

 

Penulis: Ade Shalahudin