Polres Pasuruan kembali menggelar program Rabu Berguru sebagai bagian dari kegiatan Polisi Bersama Masyarakat. Acara yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 hingga 12.00 WIB itu digelar di kediaman Gus Wildan, Pimpinan Pondok Pesantren Wachid Hasyim, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan dipimpin Kepala Bagian Operasi (KBO) Binmas Polres Pasuruan Iptu Bambang Hariyadi bersama sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Pasuruan. Program ini ditujukan untuk memperkuat keimanan, membangun karakter personel yang berintegritas, sekaligus merapatkan hubungan antara kepolisian dan kalangan ulama.
Seragam Polri sebagai Amanah
Dalam tausiyahnya, Gus Wildan mengajak seluruh anggota Polri mensyukuri amanah dan kepercayaan yang diberikan negara. Menurutnya, mengenakan seragam kepolisian bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan keikhlasan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ia juga mengingatkan agar anggota polisi tidak terlena oleh kedudukan maupun penghormatan masyarakat, sebab segala nikmat yang dimiliki hanyalah titipan. Rasa syukur itu, menurut Gus Wildan, harus diwujudkan melalui perilaku terpuji, pelaksanaan tugas yang amanah, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
Gus Wildan berpesan agar setiap anggota Polri tidak memandang rendah orang lain, melainkan senantiasa berprasangka baik dan menghormati sesama. Ia menyebut kemuliaan seseorang tidak semata-mata diukur dari penampilan maupun banyaknya amal yang terlihat, tetapi juga dari akhir perjalanan hidupnya. Kepada personel yang hadir, ia mengajak mereka berlomba dalam kebaikan dengan menanamkan prinsip “Tugasku Ibadahku”, sehingga setiap pekerjaan yang dilakukan secara ikhlas dapat bernilai ibadah.
Tokoh pesantren itu menekankan pentingnya silaturahmi dan tabayun sebagai kunci membangun komunikasi yang sehat, menyelesaikan persoalan, serta mempererat hubungan harmonis antara ulama, umara, dan umat. Dalam kesempatan tersebut, Gus Wildan juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam upaya melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum.
Dialog soal situasi bangsa
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, terlebih ketika anggota Polres Pasuruan berdialog dan mengajukan pertanyaan kepada Gus Wildan mengenai situasi bangsa dan dinamika kehidupan masyarakat saat ini. Dialog itu membuka ruang komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Program Rabu Berguru juga menjadi sarana pembinaan rohani bagi personel Polri agar meningkatkan iman dan takwa, menghindari perkara yang meragukan (syubhat), mencari rezeki yang halal dan baik, serta berperan aktif mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, Polres Pasuruan berharap sinergi antara kepolisian dan pondok pesantren semakin kokoh, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman serta tidak ragu menjalin komunikasi maupun menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian. Menurut Polres Pasuruan, Rabu Berguru menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menuntut keteladanan moral, kepedulian sosial, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan antara ulama, umara, dan umat, kegiatan ini diharapkan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Polri. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar.