Wakil Perdana Menteri Vietnam Nguyen Van Thang memerintahkan Vietnam Electric Company Group (EVN) menghitung dan mengusulkan rencana penurunan harga listrik eceran rata-rata yang berlaku pada 1 November 2026 hingga 31 Maret 2027. Instruksi itu merupakan kesimpulan rapat pada 27 Oktober yang membahas rencana penurunan harga bensin, solar, dan listrik.
EVN Diminta Mengoptimalkan Penghematan Biaya
Dalam rapat tersebut, EVN diminta segera menelaah, menghitung, dan mengoptimalkan penghematan biaya sebagai dasar penyusunan usulan penurunan tarif. Rencana yang diajukan harus sesuai dengan aturan hukum soal mekanisme dan waktu penyesuaian harga eceran rata-rata listrik beserta ketentuan terkait, dengan tujuan menopang masyarakat dan dunia usaha sekaligus menjamin kesejahteraan sosial.
Hasil perhitungan itu wajib dilaporkan EVN kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk dikaji dan diberi masukan.
Kementerian Dijadwalkan Pastikan Penurunan Tarif
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bertugas mengkaji harga eceran rata-rata yang diajukan EVN dan memastikan jadwal penurunan harga listrik mulai 1 November 2026. Untuk hal-hal yang berada di luar kewenangannya, kementerian harus segera melapor kepada instansi berwenang agar dipertimbangkan dan diputuskan.
Rapat itu dihadiri pimpinan Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, serta Kantor Pemerintah, perwakilan Kementerian Kehakiman, dan Direktur Jenderal EVN.
Harga Listrik Eceran Saat Ini
Berdasarkan Keputusan No. 599 tanggal 10 Mei 2025, harga rata-rata listrik eceran saat ini adalah 2.204,0655 VND/kWh belum termasuk PPN, atau naik 4,8 persen dibandingkan harga sebelumnya. Harga rata-rata itu ditetapkan dari total biaya produksi dan usaha listrik serta rata-rata keuntungan per kWh listrik komersial pada setiap periode.
Angka tersebut menjadi dasar penyusunan jadwal harga eceran khusus bagi kelompok pelanggan seperti perumahan, industri, dan komersial. Untuk listrik perumahan, tarif dihitung dengan sistem enam tingkat progresif, mulai 1.984 VND/kWh untuk 50 kWh pertama hingga 3.460 VND/kWh bila pemakaian melebihi 400 kWh per bulan, belum termasuk PPN.
Penyusunan rencana penurunan harga ini didasari kebutuhan meninjau biaya dan mematuhi mekanisme penyesuaian harga yang berlaku. Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, biaya pembangkitan listrik menyumbang sekitar 83 persen dari biaya produksi listrik dan dipengaruhi struktur sumber daya listrik, harga bahan bakar, serta fluktuasi nilai tukar.
Pajak Konsumsi Khusus Bensin Diusulkan Nol Persen
Selain listrik, Wakil Perdana Menteri menginstruksikan Kementerian Keuangan memimpin koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Kehakiman, dan instansi terkait lainnya. Koordinasi itu untuk segera mengkaji landasan hukum dan kewenangan, sekaligus menelaah secara mendalam dampak dan kelayakan rencana penurunan tarif pajak konsumsi khusus semua jenis bensin menjadi 0 persen.
Rencana tersebut diharapkan dapat dilaksanakan mulai 1 November 2026 hingga 31 Maret 2027. Kementerian Keuangan harus melaporkan hasilnya kepada pihak berwenang untuk dipertimbangkan dan diputuskan sesuai undang-undang, serta menuntaskan peninjauannya sebelum 1 November 2026.