Seorang pria berusia 20 tahun menghadapi dua dakwaan penyerangan berat setelah diduga menikam dua orang di sebuah kedai kopi di kawasan E. Riverside, Austin, Texas, Amerika Serikat, saat mengenakan kostum Halloween pada Rabu malam. Tersangka, Shankar Temple Grace, masih ditahan di Penjara Travis County hingga Kamis sore waktu setempat.
Dua korban dibawa ke rumah sakit
Kepolisian Austin menerima laporan adanya gangguan di Buzz Mill Coffee, 1505 Town Creek Drive, tepat sebelum pukul 21.00. Petugas yang tiba di lokasi bersama layanan medis darurat Austin-Travis County (ATCEMS) menemukan dua orang dengan luka tusuk.
Keduanya dilarikan ke rumah sakit setempat. Satu korban menderita luka yang mengancam nyawa, sedangkan korban lainnya mengalami luka yang tidak mengancam nyawa. Kondisi keduanya kini dilaporkan stabil.
Petugas menyisir kawasan sekitar dan menemukan tersangka di sebuah jalan setapak tak jauh dari Rosewood dan Chestnut Avenue. Polisi mengidentifikasi pria itu sebagai Grace dan membawanya ke Penjara Travis County. Ia didakwa dua kali atas penyerangan berat dengan senjata mematikan.
Menurut catatan pengadilan, Grace memiliki riwayat kriminal di Bastrop County sejak 2023. Dakwaan sebelumnya antara lain menghindari penangkapan, mengemudi sembarangan, dan menolak penangkapan.
Motif belum diketahui
Polisi tidak memberikan keterangan apa pun mengenai kemungkinan motif penikaman tersebut. Kepolisian mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk menghubungi unit Penyerangan Berat APD di nomor 512-974-5245.
Departemen Kepolisian Austin (APD) mengonfirmasi Grace mengenakan kostum zombie saat kejadian. Menurut pejabat kepolisian, APD biasanya tidak melihat individu memanfaatkan kostum untuk melakukan kejahatan, tetapi mengakui hal semacam itu muncul secara musiman.
“Itu bukan sesuatu yang biasa kita lihat di pusat kota, dan saya pikir hal ini ada hubungannya dengan orang-orang Halloween yang pergi ke pesta kostum dan itulah yang menyebabkan hal itu terjadi,” kata Christopher Juusola dari Departemen Kepolisian Austin dalam konferensi pers.
Seorang pelanggan tetap Buzz Mill Coffee, Joe Blackman, mengaku tiba di lokasi tepat ketika petugas darurat mulai berdatangan. Ia menuturkan, ambulans dan polisi datang bersamaan, sementara sejumlah orang di luar area kejadian sudah mengetahui apa yang sedang berlangsung.
Blackman menyebut suasana saat itu sangat berbeda karena pelaku masih aktif dan belum tertangkap. Ia memutuskan meninggalkan kawasan tersebut. Meski demikian, ia menyatakan tidak akan membiarkan insiden itu menghentikan aktivitas sehari-hari.
“Akan selalu ada orang jahat, kan?” kata Blackman.
Pengamanan akhir pekan Halloween
Penikaman ini terjadi ketika APD bersiap menghadapi sekitar 80.000 hingga 100.000 orang yang diperkirakan memadati kawasan hiburan di pusat kota untuk merayakan Halloween. Untuk mengatasi kerumunan besar, polisi menerapkan penutupan jalan, memasang penghalang anti-kendaraan, dan pagar demi melindungi pejalan kaki serta menjaga jalur akses darurat tetap terbuka.
Logistik pengamanan akan diuji lebih lanjut oleh sejumlah acara besar pada akhir pekan, termasuk pertandingan sepak bola Universitas Texas, laga Austin FC, dan berakhirnya Waktu Musim Panas. Polisi mencatat tambahan satu jam pada malam hari memunculkan tantangan keselamatan tersendiri.
“Biasanya kami terbiasa dengan pengunjung yang mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu tertentu dan jika Anda memberi mereka waktu ekstra untuk mengonsumsi alkohol, hal itu akan menimbulkan lebih banyak masalah. Biasanya, dengan semakin banyaknya orang yang mabuk, kami melihat lebih banyak perkelahian terjadi di Sixth Street,” kata Juusola.
Polisi juga mengeluarkan imbauan bagi pengunjung pesta larut malam. Pengemudi layanan tumpangan (rideshare) tidak akan mendapat akses ke 6th Street selama penutupan, sehingga penumpang diminta mengatur pertemuan dengan pengemudi di 5th Street atau 7th Street.