Phoenix Suns membuka musim dengan rekor 1-1, dan dalam dua pertandingan itu Devin Booker tampil seperti dua pemain yang berbeda. Ia tenggelam ketika Suns kalah 41 poin dari Portland Trail Blazers, lalu meledak dengan 43 poin saat timnya mengalahkan Golden State Warriors.
Pada kekalahan itu, baik Booker maupun rekan-rekan setimnya tidak berusaha menutupi penampilan buruk mereka. Para penggemar sempat terkejut karena bintangnya itu terlihat kehilangan langkah dan dianggap sudah melewati masa terbaiknya, sebelum ia membalas lewat performa besar di laga berikutnya. Menurut analisis rakyatpos.id, pola naik-turun seperti itu akan berulang sepanjang musim ini dan pendukung Suns perlu menerimanya.
Fondasi waralaba yang tak mengeluh
Booker, yang menjadi landasan waralaba ini, akan menginjak usia 30 tahun, dan Suns telah berkomitmen membangun tim pemenang di sekitar bakatnya. Tidak jelas mengapa ia terus dimainkan sebagai point guard sepanjang pertandingan, atau mengapa ia harus bekerja di backcourt bersama pencetak angka lain seperti Jalen Green, tetapi sepanjang itu Booker tidak pernah mengeluhkan perannya.
Penggemar tidak bisa berharap kemampuan ofensif elitnya, yang masih ia miliki, membuat Suns kompetitif setiap malam, terlebih karena rekrutan baru Miles Bridges sejauh ini belum memenuhi harapan. Ketika Booker kembali mengalami malam tembakan yang sulit, laga melawan Oklahoma City Thunder atau San Antonio Spurs akan terasa berat; meluapkan kekecewaan di media sosial dengan menyebutnya sudah habis bukanlah sikap yang tepat.
Sebaliknya, saat menghadapi tim yang lebih kecil seperti Warriors, itu bukan jaminan Suns akan memenangi seri playoff, meski pemilik klub Mat Ishbia telah menyatakan secara terbuka bahwa target itu akan tercapai musim ini.
Persoalan tembakan tiga angka
Dalam dua pertandingan, Booker baru memasukkan 2 dari 7 percobaan tembakan tiga angkanya, dan seluruh upaya itu terjadi pada kemenangan atas Warriors. Tidak mengambil satu pun tembakan tiga angka ketika timnya tertinggal lebih dari 50 poin, padahal ia pemain terbaik di lapangan, dinilai tidak bisa diterima. Persoalan ini juga bukan hal baru karena sudah muncul sejak pramusim, bahkan sebelumnya.
Bagi seorang penembak terampil dan penguasa jarak menengah, akurasi karier 35,2 persen dari luar garis dinilai belum pantas. Tekanan itu bertambah karena para pemain muda di sekelilingnya belum mampu memberi ruang: Bridges dan Dillon Brooks tidak cukup meregangkan pertahanan, sementara Jalen Green dan Khaman Maluach juga tidak termasuk elite di area dalam.
Kondisi tersebut menempatkan Booker di bawah tuntutan untuk menyerang di semua area setiap malam, dan pada banyak malam ia memang akan melakukannya. Namun hal itu tidak berarti Suns akan merebut gelar juara musim ini, dan satu penampilan tembakan yang buruk juga tidak perlu dibesar-besarkan.
Semakin cepat penggemar menerima kenyataan itu, menurut analisis tersebut, semakin ringan pula tekanan yang mereka rasakan saat mengikuti perjalanan tim sepanjang musim.