DPD RI

Ketua DPD RI Desak Pemerintah Segera Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

86 / 100
METRO, SURABAYA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak pemerintah agar segera mengantisipasi kemacetan arus mudik lebaran.

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan petugas untuk menyiapkan skenario jika terjadi kemacetan panjang pada jalur-jalur mudik utama.

“Sebab tahun ini prediksi pemudik mencapai 85 juta orang maka kita bisa bayangkan seperti apa padatnya arus lalu lintas,” tutur Ketua DPD RI, LaNyalla yang sedang reses di Jawa Timur, Minggu (24/4).

BACA JUGA: KLHK Resmi Berikan Bimtek Ke Petani Terkait RHL Dan KBR

WhatsApp Image 2022 04 22 at 21.55.58
Foto: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattaliti

LaNyalla juga mengimbau agar dilakukan tindakan terukur dan aturan yang wajar kepada masyarakat yang banyak menggelar pasar kaget.

Terlebih pedagang yang menggelar pasar kaget di jalanan daerah. Karena bisa menjadi pemicu kemacetan parah.

“Mereka hanya memanfaatkan momentum keramaian untuk mendapatkan keuntungan. Namun harus diingat juga keselamatan dan ketertiban dalam perjalanan,” ujarnya.

BACA JUGA: Wakil Ketua 1 Komite 1 DPD RI: PP Tentang Mekanisme Penunjukkan Penjabat Agar Segera Dilakukan

IMG 20220421 WA0046
Foto: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

LaNyalla juga mengingatkan aparat polisi untuk menertibkan parkir liar di sekitar jalanan yang membentuk pasar kaget atau dadakan agar tidak menambah keparahan kemacetan.

Kepada masyarakat, LaNyalla mengingatkan agar mematuhi aturan yang telah dikeluarkan.

“Saya mengingatkan warga agar mematuhi aturan. Terutama pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi jangan sampai mengendarai kendaraan sambil memainkan HP. Jangan juga menahan kantuk bahkan memaksakan mengendarai mobil atau motor dalam kondisi kurang fit”, kata Ketua DPD RI mengingatkan.

BACA JUGA: LaNyalla Minta Pemerintah Tingkatkan Ekonomi

Menurutnya, perilaku seperti itu dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas karena tidak konsentrasi.

“Apalagi jika mengendarai kendaraan sambil live di media sosial ini sangat membahayakan”, ujarnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.