Warga Melawi Mulai Keluhkan BBM Langka Dan Harga Mahal

80 / 100
MELAWI-KALBAR, Metroindonesia.id – Warga Kabupaten Melawi mulai mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite. Keluhan tersebut ditulis oleh akun Facebook Liu Mentik 3 hari lalu di grup Facebook MELAWI INFORMASI.

Dalam tulisan di dinding Akun Facebook Liu Mentik mengatakan “Sekarang masyarakat umum susah untuk mendapatkan BBM jenis pertalite, sehingga terpaksa isi ecer dengan harga Rp.15.000 perliter dalam kota. Apalagi yang di dalam perkampungan, untuk itu kami yang antar jemput anak sekolah sangatlah berat, apalgi sekarang ditambah ekonomi semakin sulit, kalau memang BBM lagi kosong dari mana para pengecer tersebut bisa dapat minyak???,” tulis Akun Facebook Liu Mentik.

Keluhan Akun Facebook Liu Mentik pun banyak menuai komentar dari netizen, salah satunya Tokoh Masyarakat Kabupaten Melawi, Themotius Udin. Dalam Komentarnya Themotius Udin mengatakan “Itulah memang perlu ada institusi yang menangani soal minyak itu harus tegas dan benar diawas dan diatur maximal kesian orang tua murid untuk antar jemput makan biaya tinggi,” tulis Themotius Udin menanggapi psotingan tersebut.

Tak hanya itu, keluhan Liu Mentik pun di posting ulang di instagram Melawi.Informasi dan mendapatkan 1.323 like serta 94 beragam komentar netizen.

Diantara komentar netizen yaitu, “BBM naik, beras naik, semua naik, ekonomi turun, kapan Sejahtera min,” tulis akun yuliawanti_saputri.

“Intinya pertalie itu dimainkan oleh oknum.. dan menguntungkan pihak-pihak tertentu…kalo masalah pertalite mau dihilangkan.. itu masih belum berlaku.. dari Pontianak sampe ke SPBU gerbang selamat datang Melawi sih ada terus pertalite … kalo ada yang nanya koq tau..saya baru sampe dari Pontianak dan setiap SPBU banyak antrian tapi solar,” demikian tulis akun instagram real_rp92.

“Betuk itu kak, harus diusut niii tolong pihak yang berwajib silahkan bekerja, ini sangat meresahkan masyarakat,” timpal akun isntagram dendi_094.

Untuk menguji kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut wartawan metroindonesia.id mencoba mendatangi salah satu kios pengecer BBM di Kota Nanga Pinoh untuk membeli BBM Jenis Pertalite.

Menurut keterangan pemilik kios yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya sulit mendapatkan pertalite. Ia menjual BBM jenis pertamax dengan harga Rp. 15.000 per liter.

“Susah mendapatkan pertalite bang, banyak yang antri, jadi saya jual pertamax Rp. 15.000 1 liternya” kata dia, Kamis, (21/9).