Peluang penjaga gawang Indonesia tampil di BRI Super League 2026/2027 semakin terbuka. Menurut laporan Bola, jumlah klub yang memakai kiper asing menurun dibandingkan musim sebelumnya, sementara sejumlah tim besar memilih menyerahkan posisi itu kepada pemain lokal.
Pada musim 2025/2026, ada 11 dari 18 peserta kompetisi yang menggunakan jasa penjaga gawang dari luar negeri. Di musim 2026/2027, data yang disajikan dalam laporan tersebut mencatat delapan dari 10 klub masih memakai kiper asing.
Kiper asing di daftar klub Super League
Delapan klub yang masih mengandalkan kiper asing itu mendatangkan pemain dari Belanda, Angola, Slovakia, Brasil, dan Portugal. Berikut daftarnya berdasarkan data dalam laporan Bola:
- Bali United: Mike Hauptmeijer (Belanda)
- Borneo FC Samarinda: Kadu Monteiro (Angola)
- Dewa United: Sonny Stevens (Belanda)
- Garudayaksa: Dominik Holec (Slovakia)
- Isenmulang Kalteng FC: Lucas Frigeri (Brasil)
- Java United: Jorge Meurer (Brasil)
- Persita Tangerang: Igor Rodrigues (Portugal)
- PSS Sleman: Pedro Caracoci (Brasil)
Pada musim sebelumnya, beberapa nama kiper asing yang menarik perhatian antara lain Lucas Frigeri ketika memperkuat Arema FC, Igor Rodrigues di Persita Tangerang, dan Mike Hauptmeijer bersama Bali United.
Persija, Persib, dan Persebaya pilih kiper lokal
Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya menjadi tiga klub besar yang mengandalkan penjaga gawang lokal pada musim 2026/2027. Pilihan itu menunjukkan slot pemain asing tidak selalu dipakai untuk mengisi posisi di bawah mistar.
Perubahan arah ini terjadi ketika klub memperoleh keleluasaan mendaftarkan 11 pemain asing mulai musim 2026/2027. Menurut gambaran dalam laporan tersebut, sejumlah klub memanfaatkan kuota itu untuk memperkuat posisi selain penjaga gawang.
Ardiansyah gagalkan dua penalti
Kepercayaan kepada kiper dalam negeri mulai terlihat dari penampilan mereka di pertandingan kompetisi. Salah satu contohnya Muhammad Ardiansyah, penjaga gawang PSM Makassar.
Pada laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora BJ. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026) malam, Ardiansyah berhasil menggagalkan dua tendangan penalti Alex Martins. Dua penyelamatan itu menjadi salah satu penampilan menonjol kiper lokal musim ini dan memperlihatkan kontribusi penjaga gawang dalam negeri ketika mendapat kesempatan bermain.
Selain Ardiansyah, sejumlah nama lain juga disorot. Fitrah Maulana menunjukkan kemampuannya bersama Persib Bandung, sementara Sendri Johanysah di Persijap Jepara dan Husna Al Malik di Persik Kediri masuk dalam deretan penjaga gawang lokal yang mendapat perhatian.
Berkurangnya jumlah klub pengguna kiper asing disebut memberi ruang lebih luas bagi penjaga gawang Indonesia untuk memperoleh kesempatan bermain dan menunjukkan kemampuan di kompetisi tertinggi nasional.