Final tri-series ODI 2026/27 antara Pakistan dan Sri Lanka di Lahore pada Sabtu menjadi penutup turnamen yang mempertemukan dua tim dengan kekuatan berbeda. Pratinjau RakyatPos Network menyebut laga ini minim drama di luar lapangan dan menyajikan intrik taktis: kekuatan bowling Pakistan berhadapan dengan batting Sri Lanka, sementara kedua tim punya kelemahan di urutan atas.
Bowling Pakistan vs batting Sri Lanka
Kekuatan bowling Pakistan diimbangi kerentanan tiga pemukul teratas mereka. Ketiga pemain itu tidak tampil bagus sepanjang seri, sehingga urutan menengah dan bawah dituntut menutupi kekurangan. Ketika mereka gagal, seperti saat melawan Inggris pekan lalu dan Sri Lanka tiga hari sebelumnya, Pakistan runtuh dengan cepat.
Sri Lanka menyadari tak ada lawan yang ingin sekadar bertahan melawan mereka saat ini. Inggris sempat bertahan pada Kamis, tetapi Sri Lanka tetap mencetak 331 run, total yang lebih tinggi daripada capaian Pakistan mana pun di seri ini. Namun pada pertandingan pembuka, bowling Pakistan mampu menahan Sri Lanka: urutan atas mereka dibungkam lebih dulu sebelum lima pemukul terakhir disingkirkan. Pratinjau menilai duel bowling Pakistan melawan batting Sri Lanka itulah yang kemungkinan menentukan pemilik trofi, dengan tekanan di final menjadi daya tarik tersendiri.
Modal dan sorotan pemain
Pakistan memasuki final dengan catatan LWWWW dalam lima laga terakhir yang selesai, hasil terbaru lebih dulu. Sri Lanka mencatat LWWLL. Sorotan tertuju pada Babar Azam dan Pavan Rathnayake.
Babar, meski efektivitasnya menurun, mampu memulai dengan baik pada tiga dari empat inning di seri ini. Ia mencapai dua digit run, tetapi keluar sebelum memberi kontribusi berarti. Laga Sabtu menjadi kesempatan lagi untuk mengubah catatan itu menjelang Piala Dunia.
Rathnayake menjalani seri yang nyaris sempurna. Pemain 24 tahun itu membuka dengan 79 run melawan Pakistan di pertandingan pertama, inning yang membalikkan keadaan bagi Sri Lanka. Pratinjau menilai dengan dukungan lebih baik, inning tersebut seharusnya bisa mengantar Sri Lanka menang. Ia telah mengumpulkan 350 run dengan rata-rata 116,67 dan strike rate 123,67. Sabtu bisa menjadi penutup sempurna bagi penampilannya.
Keputusan tim dan kondisi lapangan
Pakistan harus memutuskan posisi Fakhar Zaman, menimbang reputasinya di laga besar dengan performa buruk saat ini. Sahibzada Farhan telah bergabung dengan skuad setelah tiba dari Nepal pada pagi hari pertandingan melawan Sri Lanka, Selasa, tetapi dinilai belum cukup siap untuk menjadi starter. Menurut pratinjau, itu keputusan paling penting bagi tuan rumah karena mereka ingin mempertahankan formula yang membawa kemenangan di tiga laga pertama.
Pakistan: 1 Maaz Sadaqat, 2 Fakhar Zaman/Sahibzada Farhan, 3 Babar Azam, 4 Saad Baig (wk), 5 Salman Agha, 6 Hasan Nawaz, 7 Arafat Minhas, 8 Shadab Khan, 9 Shaheen Shah Afridi (kapten), 10 Naseem Shah, 11 Haris Rauf.
Sri Lanka menurunkan susunan yang sama pada dua laga terakhir. Meski kalah telak, hanya ada sedikit insentif untuk mengubah tim yang mengalahkan Pakistan di venue yang sama pada Selasa.
Sri Lanka: 1 Kamindu Mendis, 2 Avishka Fernando, 3 Kusal Mendis (kapten, wk), 4 Pavan Rathnayake, 5 Sahan Arachchige, 6 Janith Liyanage, 7 Dasun Shanaka, 8 Dunith Wellalage, 9 Eshan Malinga, 10 Asitha Fernando, 11 Dilshan Madushanka.
Lapangan di Lahore relatif datar sepanjang tri-seri. Kekalahan Pakistan pada Selasa lebih disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri ketimbang kondisi permukaan. Laga Inggris melawan Sri Lanka pada Kamis mungkin menunjukkan batas sebenarnya dalam mencetak run, sehingga tim yang memasang target mendapat tekanan untuk menaikkan angka. Cuaca hangat dan cerah sepanjang minggu, dan diperkirakan tetap demikian pada Sabtu.
Rekor di Lahore dan sejarah Pakistan
Sri Lanka memiliki rekor ODI yang kuat melawan Pakistan di Lahore, dengan enam kemenangan dari delapan pertemuan. Dua pertandingan terakhir Sri Lanka di Lahore berlangsung berat sebelah: pada Kamis mereka menang delapan wicket dengan sisa 31,5 over, sedangkan pada 2009 mereka membuat Pakistan hanya mencetak 75 run dan menang dengan 234 run.
Pakistan terakhir memenangi gelar tri-series ODI pada 2008, mengalahkan India di final Piala Kitply di Bangladesh. Tri-series ODI terbaru mereka digelar di kandang melawan Selandia Baru dan Afrika Selatan pada awal 2025, dan tuan rumah kalah dari Selandia Baru di final.