Neymar Diusir, Santos Bangkit di Menit Akhir dan Curi Satu Poin dari Bahia
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Santos harus bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua, namun semangat juang tim tuan rumah tak pernah padam. Dalam laga pekan ke-32 Brasileirão 2026 yang digelar di Vila Belmiro, Sabtu malam (24/10), Santos berhasil menahan imbang Bahia 1-1 berkat gol dramatis Luan Peres di menit ke-48 babak kedua. Hasil ini membuat Santos mengoleksi 46 poin dan masih tertahan di peringkat kedelapan, sementara Bahia berada satu strip di atasnya dengan 50 poin.
Pertandingan sebenarnya berjalan sengit sejak awal. Santos langsung menekan melalui kombinasi Álvaro Barreal, Gabigol, dan Philippe Coutinho yang masih bisa digagalkan kiper Ronaldo. Namun justru Bahia yang unggul lebih dulu pada menit ke-37 lewat tendangan indah Luciano Juba. Gol itu bermula dari serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Santos.
Intensitas hujan deras yang mengguyur lapangan sejak sebelum kick-off sempat membuat wasit Sávio Pereira Sampaio berkonsultasi dengan kedua kapten mengenai kelayakan lapangan. Meski genangan air terlihat di beberapa titik, para pemain memilih melanjutkan pertandingan. Kondisi ini jelas memengaruhi kualitas permainan kedua tim, terutama dalam hal kontrol bola dan akurasi umpan.
Namun, momen paling kontroversial terjadi tepat sebelum turun minum. Neymar, kapten Santos, terlibat perselisihan dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor. Dalam insiden tersebut, Neymar terlihat menutup mulutnya saat berbicara, sebuah gestur yang oleh wasit dianggap melanggar aturan ‘Lei Vini Jr.’—regulasi yang melarang segala bentuk provokasi rasial atau diskriminatif. Wasit pun langsung mengeluarkan kartu merah kepada Neymar, yang kemudian meninggalkan lapangan dengan penuh kemarahan dan sempat mengancam akan menghampiri Nestor.
Keputusan wasit tersebut menuai reaksi keras dari kubu Santos. Pelatih Cuca mengaku belum bisa memberikan penilaian secara objektif karena masih terbawa suasana pertandingan. “Saya baru akan berbicara dengan Neymar besok. Kita perlu melihat tayangan ulang dan memahami situasinya dengan kepala dingin. Neymar adalah pemain berpengalaman, tapi saya juga ingin mengerti apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Cuca dalam konferensi pers usai laga.
Meski kehilangan sosok kapten dan pemain bintang, Santos tidak menyerah. Cuca melakukan beberapa perubahan taktik dengan memasukkan João Schmidt untuk memperkuat lini tengah. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke pertahanan Bahia yang dikomandoi David Duarte. Peluang emas sempat didapat melalui sundulan Gabigol, tetapi masih menyamping tipis dari gawang Ronaldo.
Gol penyelamat akhirnya datang di menit ke-48 babak kedua. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Rollheiser, bola melambung ke tiang jauh dan disambut sundulan Luan Peres yang berdiri bebas tanpa pengawalan. Bola pun bersarang di sudut kanan gawang Bahia tanpa bisa dijangkau Ronaldo. Vila Belmiro langsung bergemuruh, dan para pemain Santos merayakan gol tersebut dengan penuh emosi.
Hasil imbang ini tentu saja mengecewakan kedua tim. Bahia gagal masuk ke zona G5 yang menjadi jalur menuju Pra-Libertadores, sementara Santos kehilangan kesempatan untuk mendekati posisi tersebut. Kekecewaan terlihat jelas dari raut wajah para pemain dan staf pelatih kedua kesebelasan setelah pertandingan berakhir.
Ke depannya, Santos dipastikan tidak akan diperkuat Neymar dalam beberapa pertandingan akibat hukuman kartu merah tersebut. Tantangan berat sudah menanti di depan mata: Santos akan menjamu Palemeras dalam laga derby klasik pada Rabu (28/10) mendatang. Sementara itu, Bahia akan menjamu Sao Paulo di Arena Acelen Fonte Nova pada hari yang sama.
Insiden kartu merah Neymar tentu menjadi sorotan utama dalam laga ini. Banyak pihak menilai gestur menutup mulut saat berbicara memang sensitif dalam konteks regulasi anti-diskriminasi yang tengah digalakkan di Brasil. Namun, sebagian pengamat juga mempertanyakan konsistensi penerapan aturan tersebut. Yang jelas, Santos harus segera melupakan insiden ini dan fokus pada laga-laga sisa demi menjaga asa meraih tiket ke kompetisi kontinental musim depan.
Dengan hasil ini, persaingan di papan tengah klasemen Brasileirão semakin ketat. Santos yang berada di posisi kedelapan masih memiliki peluang untuk naik ke zona Pra-Libertadores, asalkan mampu meraih hasil positif di laga-laga berikutnya. Namun, tanpa Neymar, tugas tersebut dipastikan tidak akan mudah. Cuca dituntut untuk segera menemukan formula terbaik agar Santos tetap kompetitif di sisa musim ini.