Santos FC di Tengah Badai: Neymar Kartu Merah, Kemenangan Laga Lawan Bahia, dan Vonis Rp11,3 Miliar
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Klub raksasa Brasil, Santos FC, tengah menjadi sorotan publik sepak bola tanah air dalam sepekan terakhir. Berbagai dinamika terjadi di tubuh Peixe, mulai dari hasil imbang dramatis di Vila Belmiro, insiden kartu merah sang bintang Neymar, hingga vonis pengadilan yang mewajibkan klub membayar kompensasi miliaran rupiah kepada mantan pemainnya. Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa Santos FC tidak hanya menghadapi tantangan di atas lapangan, tetapi juga persoalan di luar lapangan yang menuntut perhatian serius dari manajemen.
Drama Imbang Lawan Bahia di Lapangan Enchark
Pada laga lanjutan Campeonato Brasileiro pekan ke-32, Santos FC menjamu Bahia di Stadion Vila Belmiro, Sabtu malam (24/10). Pertandingan berlangsung dalam kondisi lapangan yang tergenang akibat hujan deras, sehingga tempo permainan sempat terganggu. Bahia unggul lebih dulu pada menit ke-39 melalui tendangan keras Luciano Juba memanfaatkan bola rebound di mulut kotak penalti.
Namun, situasi berubah drastis setelah turun minum. Neymar, yang terlibat perselisihan dengan Rodrigo Nestor, kedapatan melakukan gestur kontroversial dengan menutup mulut ke arah lawan. Setelah meninjau rekaman VAR, wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada pemain bernomor punggung 10 tersebut. Bermain dengan sepuluh orang, Santos FC justru tampil agresif pada babak kedua. Peluang emas didapat melalui Gabigol, meski sempat berbuah gol yang dianulir karena offside.
Gol penyelamat akhirnya lahir pada menit ke-48 lewat sundulan Luan Peres memanfaatkan sepak pojok Rollheiser. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Hasil ini membuat Santos FC tetap di peringkat kedelapan klasemen dengan 46 poin, sementara Bahia berada di posisi ketujuh dengan 50 poin. Selanjutnya, Peixe akan menghadapi laga berat melawan Palmeiras dalam derby klasik pada Rabu (28/10).
Prediksi AI Meleset, tetapi Peixe Tetap Bersyukur
Menariknya, laga Santos melawan Bahia sempat diprediksi oleh model kecerdasan buatan ScoreGPT. Panel multi-model tersebut memprediksi kemenangan 2-1 untuk Santos FC sebelum pertandingan dimulai. Prediksi itu ternyata meleset karena pertandingan berakhir imbang. Meski demikian, hasil imbang ini tetap bernilai penting bagi Peixe yang bermain dengan sepuluh orang di sebagian besar pertandingan, sehingga satu poin tetap dianggap modal berharga untuk menjaga posisi di papan tengah.
Vonisdari CNRD: Santos FC Harus Bayar Rp11,3 Miliar ke Mayke
Di luar urusan lapangan, Santos FC menerima pukulan telak dari sisi hukum. Kamar Nasional Resolusi Sengketa (CNRD) CBF memutuskan klub wajib membayar kompensasi sebesar R$11.349.749,18 atau sekitar Rp11,3 miliar kepada bek kanan Mayke. Nilai tersebut mencakup tunggakan gaji, uang muka, hak komersial, iuran FGTS, denda 40 persen, serta biaya registrasi sebesar R$50 ribu.
Kasus ini bermula ketika Mayke memutus kontraknya secara sepihak pada Agustus lalu. Menurut kuasa hukum pemain, klub menunggak dua bulan gaji, tiga bulan FGTS, lima bulan hak citra, dan tujuh bulan uang muka. Sebelum menempuh jalur hukum, pihak Mayke sempat berupaya menegosiasikan pemutusan kontrak secara damai, tetapi tidak mencapai kesepakatan. Manajemen Santos FC menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut, sehingga proses hukum masih berpotensi berlanjut.
Mayke sendiri bergabung pada Juli 2025 setelah meninggalkan Palmeiras, tetapi hanya tampil dalam 20 pertandingan akibat cedera lutut dan kalah bersaing dengan Igor Vinicius. Ia sempat berlatih terpisah dari skuad utama sebelum resmi dilepas.
Catatan Lain: Kekalahan Queretaro dan Cedera Gui Santos
Dalam konteks yang lebih luas, nama Santos juga muncul pada sejumlah peristiwa lain. Klub Queretaro FC dari Liga MX sempat dihantam Santos Laguna dengan skor telak 5-0, sementara pemain NBA Gui Santos mengalami cedera yang membuatnya absen. Meski bukan bagian langsung dari Santos FC Brasil, kemunculan nama serupa menunjukkan betapa populer identitas Santos di dunia olahraga global.
Kesimpulan
Pekan ini menjadi potret lengkap perjalanan Santos FC: ada kegigihan di lapangan lewat gol penyelamat Luan Peres meski harus kehilangan Neymar karena kartu merah, ada kekecewaan karena prediksi kemenangan yang tak terwujud, dan ada tekanan finansial akibat putusan pengadilan senilai Rp11,3 miliar. Bagi Peixe, tantangan terbesar ke depan adalah menjaga stabilitas performa di kompetisi domestik sembari menyelesaikan persoalan hukum agar tidak mengganggu fokus tim. Dengan laga derby melawan Palmeiras menanti, Santos FC dituntut untuk segera bangkit dan membuktikan bahwa badai yang menerpa tidak melemahkan ambisi mereka menuju papan atas klasemen.