Fluminense Terpuruk: Hulk Sebut Enam Laga Sisa sebagai 'Final' Setelah Kekalahan dari Chapecoense
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Kekalahan Fluminense dari Chapecoense dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-32 Campeonato Brasileiro di Arena Condá, Sabtu (24/10/2026) malam, menjadi pukulan telak bagi ambisi tim asal Rio de Janeiro tersebut. Hasil ini membuat Fluminense tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 51 poin, dan berisiko kehilangan posisinya di lima besar klasemen akhir pekan ini.
Laga tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Fluminense tersingkir dari ajang Libertadores melalui drama adu penalti melawan Palmeiras. Beban psikologis itu tampak jelas memengaruhi performa anak asuh Marcão, yang tampil lambat dan kerap kehilangan bola di lini tengah.
Jalannya Pertandingan
Chapecoense, yang masih terpuruk di dasar klasemen, justru tampil lebih agresif sejak awal. Pada menit ke-8, Giovanni Augusto memanfaatkan kesalahan dalam build-up Fluminense dan melepas umpan terobosan kepada Bolasie. Igor Rabello yang terjatuh membuat Bolasie berdiri bebas dan dengan mudah menaklukkan kiper Fábio.
Fluminense sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Umpan silang Guilherme Arana dari sisi kiri diteruskan Hulk dengan sundulan, lalu Guga mengontrol bola di tengah kotak penalti, berputar ciamik, dan melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak bisa dihentikan Anderson.
Namun petaka datang di awal babak kedua. Pada menit ke-10, Giovanni Augusto kembali menjadi momok bagi lini belakang Fluminense. Berawal dari kombinasi apik dengan Túlio Eduardo di depan kotak penalti, ia melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang Fábio, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Sejumlah peluang emas gagal dimanfaatkan Fluminense untuk menyamakan kedudukan. Lucho Acosta dua kali mengancam gawang Chapecoense, termasuk tembakan keras pada menit ke-42 yang masih bisa ditepis Anderson. Peluang paling menyakitkan datang pada menit ke-50, ketika umpan silang matang Guga disambut sundulan Serna yang berdiri bebas di kotak kecil, tetapi bola justru melambung di atas mistar.
Reaksi Hulk: Enam Laga Sisa adalah Final
Usai pertandingan, penyerang Fluminense, Hulk, mengakui bahwa timnya masih kesulitan mencerna kekalahan di Libertadores. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada waktu untuk terus meratapi hasil buruk.
“Malam yang sangat sulit. Kami mencoba bermain. Tidak mudah mencerna eliminasi seperti pertengahan pekan lalu. Kami datang ke sini dengan pemikiran itu. Sepak bola memberi kesempatan untuk hari yang lebih baik. Itulah yang kami cari di sini. Kami ingin pulang dengan kemenangan,” ujar Hulk.
Pemain bernomor punggung 7 itu menegaskan bahwa Fluminense harus memperlakukan enam pertandingan tersisa di Brasileirão sebagai laga final. Menurutnya, fokus penuh dan kerja keras menjadi satu-satunya jalan untuk memperbaiki posisi di klasemen dan mengamankan target musim depan.
“Tidak ada gunanya menyesali sekarang, masih ada enam pertandingan di depan. Enam final. Harus bekerja, akan lebih fokus,” tegasnya.
Dampak bagi Klasemen
Kekalahan ini menjadi hasil negatif ketiga beruntun bagi Fluminense di ajang Brasileirão. Posisi mereka di lima besar kini terancam, mengingat sejumlah pesaing di bawahnya masih memiliki peluang menyalip pada sisa pekan ini.
Sementara itu, kemenangan ini membawa Chapecoense mengoleksi 21 poin. Meski masih menghuni dasar klasemen, tim berjuluk Chape tersebut secara matematis masih memiliki asa untuk menghindari degradasi ke Série B musim depan.
Selanjutnya, Fluminense akan menjamu Internacional pada Rabu (28/10/2026) di Stadion Maracanã. Laga tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Fluminense untuk membuktikan komitmen mereka terhadap misi enam final yang digaungkan Hulk, sekaligus menutup luka akibat rentetan hasil buruk belakangan ini.
Jika mampu menyapu bersih kemenangan di sisa enam laga, Fluminense masih berpeluang besar mengunci posisi tiga besar dan mendapatkan tiket langsung ke fase grup Libertadores 2027. Namun, dengan performa yang masih labil, tantangan tersebut jelas tidak akan mudah. Konsistensi dan mentalitas juara akan menjadi kunci utama bagi Fluminense untuk bangkit dari keterpurukan dan mengakhiri musim dengan prestasi yang membanggakan.