Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Samosir diwarnai penyerahan petikan Surat Keputusan perpanjangan kontrak kepada 781 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Penyerahan berlangsung di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (28/10/2026), dengan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bertindak sebagai Inspektur Upacara.
122 Tenaga Pendidikan hingga 653 Tenaga Teknis
Dari 781 penerima petikan SK, sebanyak 122 orang merupakan tenaga pendidikan, 6 orang tenaga kesehatan, dan 653 orang tenaga teknis. Ariston menyerahkan langsung petikan SK tersebut seusai upacara.
Upacara itu dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua DWP Ny. Asti Marudut Tua Sitinjak, jajaran ASN Pemkab Samosir, pelajar tingkat SD hingga SMA, anggota Pramuka Kwarcab Samosir, serta organisasi kepemudaan, seperti dilaporkan Radar Indonesia Online.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Patriotik, gigih, berempati: Pemuda Untuk Indonesia”. Menurut Wabup, penyerahan SK di tengah peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan masa lalu, tetapi juga melalui kerja nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pesan Menpora Erick Thohir
Dalam pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang dibacakan Ariston, ditegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam karakter setiap generasi penerus bangsa. Kemajuan Indonesia, menurut Menpora, tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, teknologi, maupun kekayaan, tetapi dimulai dari kualitas manusia.
“Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan Menpora yang dibacakan Wabup.
Menurutnya, patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus hadir dalam pengabdian dan tindakan nyata. Kegigihan diperlukan agar generasi muda tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan maupun kegagalan, sementara empati menjadi kekuatan agar keberhasilan tidak hanya dinikmati untuk kepentingan diri sendiri. Generasi muda dinilai dituntut mampu beradaptasi dan berinovasi, namun tetap memiliki karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap bangsa.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” ujarnya.
Diminta Bekerja Profesional
Semangat itu juga disampaikan kepada para PPPK Paruh Waktu penerima SK. Wabup meminta mereka menjadikan kepercayaan yang diberikan sebagai tanggung jawab untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan berintegritas sesuai bidang tugas masing-masing.
“Bekerjalah dengan baik, bersemangat dan bertanggung jawab sesuai bidang kerja masing-masing. Berikan pelayanan prima bagi masyarakat serta tunjukkan loyalitas dalam bekerja,” ujar Wabup.
Ia menekankan bahwa sebagai bagian dari aparatur pemerintah, PPPK Paruh Waktu harus mengutamakan kepentingan umum, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan. Setiap penerima SK diminta memahami tugas pokok dan fungsi, meningkatkan etos kerja, serta membangun integritas dan kedisiplinan. Ariston juga mengingatkan agar tugas yang diemban tidak dianggap sekadar pekerjaan rutin, sehingga keberadaan mereka benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Selamat bekerja bagi saudara-saudara, berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Samosir. Jangan sampai terjadi penyimpangan yang membawa dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat,” tegasnya.
Terkait harapan perubahan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK penuh waktu, Wabup menyampaikan harapan agar kebijakan tersebut dapat segera terwujud.