Anggaran belanja media Pemerintah Kabupaten Blitar yang merosot dari sebelumnya lebih dari Rp1 miliar menjadi sekitar Rp400 juta menjadi sorotan dalam hearing antara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Blitar Raya dan jajaran legislatif serta eksekutif di Kabupaten Blitar, Selasa (27/10/2026). Dalam pertemuan di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Blitar itu, muncul dorongan agar alokasi belanja media pada 2027 kembali ditingkatkan. Angka Rp1,5 miliar dinilai lebih ideal untuk mengakomodasi kebutuhan sekitar 122 perusahaan media yang tergabung dalam Pokja Kominfo.
Keterbatasan anggaran jadi keprihatinan bersama
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar), Sugianto, menyatakan keterbatasan belanja media merupakan keprihatinan bersama. Menurutnya, anggaran yang tersedia saat ini belum sebanding dengan kebutuhan kemitraan publikasi pemerintah daerah.
“Ini keprihatinan kita bersama. Namun, pada tahun depan akan kami upayakan bersama jajaran eksekutif. Angka Rp1,5 miliar sangat ideal bagi belanja media untuk 122 media di Pokja Kominfo,” kata Sugianto dalam hearing tersebut.
Persoalan ini tidak hanya menyangkut besaran anggaran kerja sama publikasi. Minimnya alokasi belanja media disebut turut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi pembangunan, program pelayanan publik, hingga kebijakan yang perlu diketahui masyarakat. Pemangkasan anggaran daerah disebut tidak lepas dari berkurangnya transfer pemerintah pusat, sehingga Kabupaten Blitar harus menyesuaikan belanja di berbagai sektor dengan kondisi fiskal yang semakin terbatas.
Peluang penambahan masih terbuka
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Blitar, Sisilia Dyah Kristiani, menyambut baik masukan dari pimpinan dan anggota Komisi III DPRD. Ia menyebut peluang penambahan anggaran masih terbuka karena pembahasan anggaran tahun 2027 belum selesai.
“Karena tahun depan masih dalam pembahasan, tentunya belanja media yang minim tersebut masih bisa dinaikkan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfotik) Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono, juga mengakui keterbatasan anggaran membuat pihaknya kesulitan mengakomodasi kebutuhan kerja sama dengan sekitar 122 perusahaan media. Menurut Agung, pihaknya berharap proses penambahan belanja media dapat direalisasikan agar memudahkan instansinya memecah rincian anggaran.
Untuk seluruh awak media di Pokja Kominfo
Ketua SMSI Blitar Raya, Prawoto Sadewo, menegaskan perjuangan menaikkan anggaran tersebut bukan hanya untuk kepentingan anggota organisasinya. Seluruh media yang tergabung dalam Pokja Kominfo diharapkan memperoleh perhatian sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Perjuangan ini untuk seluruh awak media di Pokja Kominfo, tidak hanya untuk anggota SMSI. Sebenarnya, anggaran belanja yang kami ajukan itu sangat minim sekali,” ungkap Prawoto.
Ia memahami kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tekanan. Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur juga mengalami dampak pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
“Namun, apa boleh buat, kita saling menyadari keuangan daerah kita sedang tidak baik-baik saja. Bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mengalami hal yang sama akibat pemangkasan dari pusat,” jelasnya.
Hearing tersebut mempertemukan unsur SMSI Blitar Raya, Dinas Kominfotik, Bappedalitbang, Banggar DPRD, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Meski dorongan menaikkan anggaran telah disampaikan, usulan Rp1,5 miliar belum menjadi keputusan final. Pembahasan anggaran 2027 masih menjadi tahap berikutnya untuk memastikan alokasi yang realistis dan transparan tanpa mengabaikan prioritas pelayanan dasar masyarakat.