Pemerintah Kota Mojokerto mendorong penguatan kapasitas organisasi perempuan agar semakin berdaya dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah. Arahan itu disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, secara daring dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota Organisasi Perempuan Kota Mojokerto di Ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat, Kota Mojokerto.
Kegiatan tersebut diikuti 121 peserta gabungan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto.
Apresiasi atas kekompakan organisasi perempuan
Dalam arahannya, Ning Ita mengapresiasi kekompakan organisasi perempuan di Kota Mojokerto. Menurutnya, kebersamaan dan sinergi menjadi kekuatan penting untuk mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah.
“Saya mengapresiasi kekompakan yang luar biasa dari organisasi perempuan di Kota Mojokerto. Jika seluruh organisasi bergerak bersama untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah, saya yakin program-program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal,” tutur Ning Ita dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa organisasi perempuan merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan yang berhak memperoleh pembinaan dan penguatan kapasitas dari pemerintah. Penguatan itu dinilai penting agar organisasi mampu meningkatkan kualitas kelembagaan, memperluas peran, serta berkontribusi secara nyata dalam pembangunan.
Landasan hukum pengarusutamaan gender
Ning Ita juga menekankan pentingnya pengarusutamaan gender dalam penyelenggaraan pembangunan. Aspek gender perlu diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan kebijakan, sehingga perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan.
“Di Kota Mojokerto, komitmen itu terdapat Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pengarusutamaan Gender. Regulasi ini menjadi salah satu landasan dalam memperkuat keterlibatan organisasi perempuan dalam pembangunan daerah,” jelas Ning Ita.
Lebih lanjut, Ning Ita berharap organisasi perempuan tidak hanya membangun sinergi antarorganisasi, tetapi juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan media massa. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan perempuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ia juga mengingatkan pentingnya kaderisasi berkelanjutan di dalam organisasi. Regenerasi diperlukan agar semangat, pengalaman, dan kontribusi organisasi perempuan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
“Perempuan berdaya, keluarga kuat, masyarakat hebat, dan Kota Mojokerto semakin maju” menjadi semangat yang ditekankan dalam penguatan kapasitas tersebut. Menurut Ning Ita, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang kuat, yang selanjutnya menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat berkualitas dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap para pengurus dan anggota organisasi perempuan memperoleh wawasan baru, meningkatkan kapasitas diri dan kelembagaan, serta memperkuat sinergi dalam mendukung program pembangunan.