Mike Maignan Minta Maaf Usai Kartu Merah, Ternyata Ini Deretan Kontroversi Sang Kiper AC Milan
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Kiper sekaligus kapten AC Milan, Mike Maignan, menjadi pusat perhatian setelah insiden yang berujung kartu merah dalam laga melawan Bournemouth. Permintaan maaf yang disampaikan Mike Maignan kepada para suporter pun langsung menuai beragam reaksi, mengingat dampak besar dari tindakannya terhadap jalannya pertandingan. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-27 ketika Maignan terlibat benturan fisik dengan gelandang Bournemouth, Tyler Adams, dalam perebutan posisi saat sepak pojok.
Pertandingan yang digelar di Vitality Stadium, Jumat (23/10), berakhir dengan kekalahan telak AC Milan 0-3 dari AFC Bournemouth dalam lanjutan Liga Europa 2026/2027. Bournemouth sebenarnya sudah unggul lebih dulu melalui penalti Justin Kluivert pada menit ke-8 setelah wasit meninjau insiden handball Koni De Winter melalui VAR. Namun, kartu merah yang diterima Mike Maignan menjadi titik balik yang membuat Rossoneri harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama.
Dalam perebutan posisi di kotak penalti, Mike Maignan terlihat mendorong wajah Tyler Adams menggunakan kedua tangannya. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, dan keputusan itu tetap dipertahankan setelah melalui pemeriksaan VAR. Bournemouth pun mendapatkan hadiah penalti kedua yang berhasil dieksekusi pada menit ke-32, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3-0.
Pagi setelah malam yang mengecewakan itu, Mike Maignan menggunakan media sosialnya untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa tindakannya tidak disengaja dan mengakui telah memberi contoh buruk, terutama bagi penonton muda yang menyaksikan pertandingan.
“Klub, staf, dan rekan-rekan setim saya tahu jenis orang dan kapten seperti apa saya. Mereka tahu niat saya, dan saya tidak ingin mengecewakan mereka,” ujar Maignan.
Ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan staf pelatih dan rekan-rekan setimnya tetap kuat meski insiden tersebut berdampak serius. Mantan pemain Lille ini dikenal sebagai sosok pemimpin bagi timnya dan berusaha untuk membela reputasinya di klub.
Deretan Kontroversi Mike Maignan
Insiden di Bournemouth bukanlah yang pertama bagi kiper berusia 31 tahun tersebut. Sepanjang kariernya, Mike Maignan tercatat telah menerima tiga kartu merah dengan cara yang berbeda-beda, mulai dari tendangan bola yang disengaja, benturan lutut di area leher dalam duel yang tidak disengaja, hingga dorongan tangan yang baru saja terjadi.
Selain itu, Maignan juga menjadi korban serangan rasisme yang berulang. Pada 20 Januari 2024, dalam laga melawan Udinese di Bluenergy Stadium, ia dilaporkan mendapat perlakuan rasisme dari sebagian suporter tuan rumah. Insiden itu membuat pertandingan sempat dihentikan selama lima menit sebelum akhirnya dilanjutkan. Udinese kemudian dijatuhi sanksi satu pertandingan tanpa penonton, sementara suporter yang terbukti bersalah dilarang masuk stadion seumur hidup.
Ironisnya, setelah insiden kartu merah melawan Bournemouth, Mike Maignan justru menerima komentar bernada rasisme dari sebagian pendukung AC Milan sendiri di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa virus rasisme di dunia sepak bola masih belum sepenuhnya hilang dan tidak mengenal warna klub.
Dampak bagi AC Milan dan Christian Pulisic
Kekalahan telak ini memperburuk situasi AC Milan di kompetisi Eropa. Pelatih Ruben Amorim tampak kesulitan mengimbangi intensitas permainan Bournemouth, terlebih setelah harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama. Sementara itu, bintang asal Amerika Serikat, Christian Pulisic, hanya menjadi pemain pengganti yang tidak dimainkan sepanjang pertandingan.
Meski begitu, gelandang Yunus Musah tampil penuh 90 menit di lini tengah Milan, sementara Tyler Adams berperan penting dalam kemenangan Bournemouth. Pertandingan ini seharusnya menjadi ajang duel antar pemain Amerika, namun berubah menjadi malam buruk bagi kubu Rossoneri.
Setelah pertandingan, suasana di ruang ganti dilaporkan menjadi dingin dan Mike Maignan tampak terguncang oleh kejadian tersebut. Ia bahkan menjadi salah satu yang pertama meninggalkan stadion, menunjukkan betapa beratnya kekalahan itu secara emosional bagi dirinya sebagai kiper utama.
Banyak pihak menilai bahwa Mike Maignan menunjukkan tanggung jawab yang besar atas kesalahan yang terjadi. Keputusan kartu merah tersebut menjadi sorotan mengingat pentingnya peran kiper dalam sebuah pertandingan. Dengan permintaan maaf yang disampaikan, diharapkan hal ini dapat menjadi pelajaran bagi para pemain lain untuk menjaga sikap di lapangan.
Ketidakberuntungan dalam olahraga bisa terjadi kapan saja, tetapi bagaimana seorang pemain menghadapinya yang menentukan karakter mereka. Kini, Mike Maignan dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi tembok terakhir AC Milan dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di pertandingan-pertandingan mendatang.