Hornets vs Heat: Antetokounmpo Foul Out, Miami Tumbang 0-3 untuk Pertama Kali Sejak 2007
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Duel hornets vs heat di Spectrum Center, Charlotte, Sabtu malam waktu setempat, berakhir pahit bagi Miami Heat. Tim tamu harus menelan kekalahan 110-115 dari Charlotte Hornets dan mencatat rekor 0-3 di awal musim, sebuah start terburuk pertama bagi Miami sejak musim 2007-08. Lebih menyakitkan lagi, kekalahan dalam laga hornets vs heat ini terjadi melawan tim yang sehari sebelumnya baru saja menelan salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah waralaba mereka.
Giannis Antetokounmpo, bintang dua kali MVP yang baru bergabung dengan Heat pada bursa transfer musim panas, hanya mampu mencetak 14 poin sebelum melakukan foul out dengan sisa waktu kurang dari dua menit. Angka itu jauh di bawah rata-rata 35,5 poin per pertandingan yang ia catatkan pada dua laga pembuka. Dengan Antetokounmpo dalam masalah foul, pelatih Erik Spoelstra terpaksa merotasi skuadnya dan mengandalkan Bam Adebayo serta Davion Mitchell.
Di kubu tuan rumah, Brandon Miller tampil sebagai pahlawan dengan 34 poin, bangkit dari penampilan buruk sehari sebelumnya ketika ia hanya mencetak enam poin dan gagal pada 12 dari 14 tembakan lapangan. Dennis Schroder menambahkan 25 poin, Naz Reid 23 poin, dan Grayson Allen 20 poin bagi Hornets yang kini berstatus 2-1.
Hornets sendiri datang ke laga hornets vs heat ini dengan luka besar. Pada laga pembuka kandang Jumat lalu, mereka dihancurkan Atlanta Hawks 81-128, kekalahan terbesar kelima dalam sejarah klub. Tanpa dua starter, Kon Knueppel dan Coby White, Charlotte tampil jauh lebih agresif. Efisiensi tembakan tiga angka berbalik drastis: dari 11 dari 51 pada Jumat menjadi 16 dari 43 pada Sabtu.
Lima tembakan tiga angka beruntun memicu run 24-7 di kuarter ketiga yang membawa Hornets memimpin 92-70 dengan sisa 2:55 menit. Namun Heat tak menyerah. Dengan Antetokounmpo di bangku cadangan akibat foul, Spoelstra menurunkan kombinasi Adebayo, Bobby Portis, Pelle Larsson, Tim Hardaway Jr., dan Davion Mitchell. Unit cadangan itu mencetak run 29-10 yang menyamakan kedudukan pada 100-100, 102-102, dan 104-104.
“Sistem kami adalah sistem kami, kami bisa seaktif itu kapan saja dalam pertandingan,” ujar Spoelstra usai laga. “Ketika kami tidak melakukannya, kami memilih untuk tidak dan kami membayar harganya. Tapi itu menginspirasi dan yang saya katakan kepada tim adalah kami butuh inspirasi.”
Momen penentu datang dengan sisa 3:46 menit. Grayson Allen melepaskan tembakan tiga angka akrobatik dari sayap kiri sambil dilanggar Hardaway tepat saat jam tembakan 24 detik habis. Free throw tambahan membuatnya menjadi four-point play dan membawa Charlotte unggul 108-104. Miami tak pernah mendekat lebih dari tiga poin setelahnya.
Davion Mitchell tampil solid dengan 22 poin dan 10 assist, sementara Adebayo menyumbang 20 poin. “Kami hanya harus terus berjuang, terus mendorong,” kata Mitchell. “Ini tim baru. Kami masih mempelajari karakter dan permainan satu sama lain. Ini baru pertandingan ketiga. Kami tidak panik. Kami akan mencari solusinya.”
Drama di hornets vs heat juga menyita perhatian kamera televisi. A’ja Wilson, bintang WNBA yang baru dinobatkan sebagai MVP kelima kalinya dan kekasih Adebayo, tertangkap kamera duduk di pinggir lapangan dengan ekspresi kecewa saat Heat tertinggal 58-66 di paruh waktu. Momen itu langsung viral di media sosial dan mencerminkan kegelisahan penggemar Miami. Antetokounmpo pun sempat terlihat menatap kosong dari bangku cadangan ketika Charlotte memperlebar jarak.
Kekalahan ini memperlihatkan masalah sistemik Heat di kedua sisi lapangan. Miami kalah dalam perebutan rebound dan kalah fisik di area pertahanan. Ketergantungan berlebihan pada Antetokounmpo menjadi sorotan, terutama ketika sang bintang harus keluar karena foul. Meski begitu, kebangkitan unit cadangan memberi gambaran bahwa Heat memiliki kedalaman skuad yang bisa dimanfaatkan bila dikelola dengan tepat.
Selanjutnya, Heat akan menjamu Dallas Mavericks di Kaseya Center pada Senin malam, dengan Dallas kemungkinan tanpa Cooper Flagg dan Kyrie Irving. Setelah itu, enam dari tujuh laga berikutnya akan dimainkan di kandang lawan, dimulai dengan lawatan ke Atlanta Hawks pada Rabu malam. Bagi Miami, laga hornets vs heat ini menjadi peringatan keras bahwa perjalanan musim masih panjang, tetapi waktu untuk berbenah semakin sempit.
Dengan rekor 0-3, tekanan kini berada di pundak Spoelstra dan Antetokounmpo. Sejarah mencatat start buruk bukan jaminan kegagalan, tetapi jika pola kekalahan dalam hornets vs heat terulang, ambisi Heat membangun dinasti baru bersama Giannis bisa berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dijelaskan kepada penggemar.