Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 10 petugas dan relawan gugur saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah hingga Jumat (23/10/2026). Tragedi terbanyak terjadi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, yang menyumbang enam korban jiwa.
Enam Korban di Bromo
Empat orang gugur di lokasi pada Kamis (15/10), yakni Sukaris, Hendra Roni Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah. Dua relawan lain meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, yaitu Munawi (44) pada 19 Oktober dengan luka bakar 51 persen dan Suraji (44) pada 23 Oktober dengan luka bakar 49 persen.
Tiga Korban di Kalteng, Satu di Kalsel
Di luar Jawa, tiga relawan gugur di Kalimantan Tengah: Akhmad Rijani yang menjabat Ketua TSAK Palangka, Ahmadin alias Itam Madin, dan Aries Sutio Luthfil Hadi. Sementara di Kalimantan Selatan, Nurdin alias Amang Udin gugur pada 21 Oktober saat memadamkan api di Handil Bakti, Barito Kuala.
DPR Minta SOP Dievaluasi Total
Menanggapi rentetan peristiwa itu, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah mengevaluasi secara total Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan. Menurut Puan, jaminan keselamatan dan kesehatan bagi petugas serta relawan harus dipastikan.
“Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi petugas dan relawan. Mereka berangkat dengan harapan menyelamatkan sesama dan kembali ke keluarga,” tegas Puan dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).
Edukator Kebencanaan Daryono menyampaikan hal senada. Ia meminta pemerintah mengutamakan penilaian risiko, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan keselamatan, dan kesiapan jalur evakuasi sebelum personel diturunkan ke lapangan.