sengketa
MELAWI, metroindonesia.id – Pengadilan Negeri Sintang menggelar sidang lapangan setempat sengketa lahan antara Eddy Hartono Vs PT Infinitas Merah Putih (PT. IMP) di Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi dalam perkara perdata gugatan nomor: 41/Pdt.G/2024/PN.Stg antara Eddy Hartono Tanuwijaya alias Asang melawan Rita Tjung selaku Dirut PT. IMP pada Jumat, (14/02/2025).

Dalam proses sidang lapangan setempat sengketa lahan tersebut, Pengadilan Negeri Sintang menghadirkan Eddy Hartono sebagai penggugat dan Rita Tjung yang diwakili oleh kuasa hukum serta para saksi dari kedua belah pihak.

Tak hanya itu, dalam kasus sengketa gugatan lahan trersebut Pengadilan Negeri Sintang juga membawa tim dari ATR/BPN Kabupaten Melawi.

Dalam proses sidang lapangan setempat sengketa lahan, Pengadilan Negeri Sintang meminta penggugat dan tergugat untuk melihat dan memeriksa 7 (tujuh) titik patok pada lahan yang di klaim milik Eddy Hartono sekaligus dikonfirmasikan kepada kepada saksi-saksi dari kedua belah pihak.

Pemeriksaan awal dilakukan pada titik patok pertama (P1) dan saksi kedua belah pihak menyatakan sama persis. Saat hendak melihat posisi patok kedua (P2), majelis Hakim bertemu dengan tim dari ATR/BPN Kabupaten Melawi dan salah satu petugas dari ATR BPN Kabupaten Melawi mengatakan bahwa alat ukur yang dibawa mengalami kerusakan sehingga tidak bisa mengakap signal atau jaringan. Namun proses pemeriksaan tetap dilanjutkan.

Pada saat tiba di lokasi P2 didapati ada perbedaan antara saksi penggugat dan saksi tergugat. Dimana menurut saksi tergugat bahwa patok P2 bukan seperti yang ditunjukkan oleh penggugat. Melainkan masih berjarak lebih kurang 50 meter dari patok P2 yang diklaim oleh penggugat sehingga tidak menemui kesepakatan karena jalan menuju P2 yang ditunjukkan oleh saksi tergugat jalannya sudah tertutup oleh semak belukar.

“Dulu ini jalan besar, tapi patok tersebut bukan disini kurang lebih 50 meter dari sini,” ujar saksi tergugat kepada majelis hakim.

Karena patok P2 tidak dilakukan pemeriksaan berdasarkan keterangan saksi tergugat dikarenakan kondisi jalan sudah tertutup, pemeriksaan dilanjutkan menuju patok P3. Saat dikonfirmasi oleh majelis hakim kepada penggugat dan saksi tergugat. Penggugat menyatakan bahwa posisi patok P3 sudah benar. Sementara dari saksi tergugat bahwa tidak ada patok di lokasi yang ditunujukkan oleh penggugat. Menurut saksi tergugat bahwa patok P3 jauh dari yang di kalim oleh penggugat.

“Sudah tiga kali saya melakukan pengukuran dengan GPS, dulu tidak ada patok di sini, ini hanya perlintasan saja, tapi batas memang sesuai peta lokasi penanaman sawit tapi patoknya bukan disini, masih jauh dari sini,” ungkap saksi tergugat.

Karena medan menuju patok P3 juga tidak bisa di jangkau, pemeriksaan dilanjutkan menuju lokasi patok P4. Setibanya di lokasi patok P4 penggugat menunjukkan patok batas P4 namun di bantah oleh saksi tergugat bahwa patok P4 bukan disini melainkan berdekatan dengan jalan eks Inhutani III.

Kemudian pemeriksaan dilanjutkan menuju lokasi patok P5, P6 dan P7. Ketiga lokasi tersebut tidak ada patok karena berbatasan langsung dengan hutan adat Desa Sebaju dan disepakati kedua belah pihak yang bersengketa.

Namun, menurut keterangan saksi tergugat peta yang dibuat oleh penggugat Eddy Hartono adalah peta baru yang dibuat setelah penanaman pohon sawit.

“Hanya satu patok saja yang di pasang pada awal pengukuran lahan, yang di dekat pos atau portal selebihnya pengukuran dilakukan dengan GPS dan tanda batas pohon alam yang dikupas kulitnya. Tidak ada patok seperti saat sidang lapangan. Yang ditunjukkan oleh penggugat semua patok baru,” tegasnya saat di konfirmasi pada Senin (17/02/2025).

Usai melakukan pemeriksaan tujuh (7) patok batas dalam perkara perdata sengketa lahan tersebut, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sintang, Imron Rosyadi meminta kedua belah pihak untuk mengupload kesimpulan hasil sidang lapangan sebelum pukul 14.00 WIB pada Rabu, (26/02/2025) mendatang.

“Kalau mau di upload nanti malam juga tidak apa-apa yang penting sebelum tanggal 26 Februari 2025 sebelum jam 14.00 WIB.,” ujar Imron Rosyadi.

Imron juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah menghadiri Sidang Lapangan Setempat sengketa lahan antara Eddy Hartono dan PT IMP, terutama kepada Kepolisian Resort Melawi yang turut memberikan pengamanan dalam Sidang Lapangan setempat tersebut.

Tentang Admin

Badan Hukum Redaksi Metro Indonesia

PT. Metro Indonesia Online

Badan usaha :
KOWARI (Koperasi Wartawan Republik Indonesia) Gd. Dewan Pers lantai 3.
Jl. Kebon Sirih No. 32 – 34 Jakarta

Pimpinan perusahaan

Abdul Rachman

Penasehat Hukum

Leo Firmansyah, S.H
Pimpinan Umum/Redaksi Penanggung Jawab Metro Indonesia

Abdul Rachman
Sertifikat Assesor LSP Pers Indonesia - BNSP

Staf Redaksi/Redaktur
Ade Shalahudin, Wati Herlina, Aulia Rahmani, Roliyah,

Bendahara
Aningsih

Organisasi
Jaringan media redaksisatu.id
Serikat Pers Republik Indonesia
Lembaga Sertifikasi Profesi Pers

Spiritual
Siringo Ringo,

Biro Provinsi Sumatera Utara
Muhammad Amin
Kabupaten Tabagsel :
Ali Yusron Dongoran (Kaperwil)

Kabupaten Deli Serdang
Ganda Pasaribu, Masmur Anuar Samosir,

Kabupaten Pematang Siantar
Sihol Pangabean

Kota Medan
Saut Patar H. Siregar, Muhammad Amin,

Biro Deli Serdang
Binder Sitanggang

Kabupaten Samosir
Adi Marbun, Jimmy Ultima H. Pardede

Kabupaten Hasundutan
Bantu Simanjuntak

Kabupaten 50 Kota / Payakumbuh
Jeri Permana Putra, SH, Abdul Rahim.

Kab Pringsewu :
Arbi Joni

Biro Kabupaten Tanggerang
Deka Satria

Biro Provinsi DKI Jakarta
Johan Lamtorang, Rizke Rasyida

Jakarta Selatan
Johan Lamtorang

Jakarta Timur
Rizke Rasyida

Jakarta Utara
Zulkarman, Aminoto, David Kaser

Propinsi Jawa Barat :

Biro kota Depok :
Indah Mala Puspitarini Aulia

Rahmat Hidayat

Kota / Kabupaten Bogor
RICHARD PURBA (diberhentikan), Hardadi, Lukas, Olo Sianturi, Rajak Broto, Padli, Rahmad Hidayat Lubis, Marojak Sianturi

Kabupaten Purwasuka :
M. Mahendra, M. Yamin Henaulu

Kabupaten Bondowoso
Abdi Aliev

Kabupaten Banyuwangi
Raden Teguh Firmansyah, Abadi

Kabupaten Melawi
Ade Shalahudin

Wartawan Metro Indonesia dilengkapi id card (produk Bank Mandiri) dan surat tugas

Masa berlaku id card selama wartawan yang bersangkutan bertugas di

Metro Indonesia

Email : metroindonesia.id@gmail.com

Kiriman serupa