Metro, Banyuwangi – Oknum ASN, berinisial NH di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berani catut nama mantan Bupati untuk meminta proyek di dinas-dinas.

Dugaan adanya oknum tersebut diungkap oleh Ketua  Forum Analisis  Kebijakan Pembangunan Daerah (Foskapda) Veri Kurniawan kepada awak media, Selasa (29/3).

Menurutnya, ditengah gencarnya Bupati Ipuk Fiestiandani membangun Banyuwangi, beredar kabar tak sedap. Ada Oknum ASN berinisial (NH) diduga “menjarah” anggaran kegiatan di beberapa dinas di Kabupaten Banyuwangi.

Foto: Veri Kurniawan, Ketua Forkapda

“Dalam operasinya, NH seringkali membawa nama seseorang (mantan bupati) yang tak lain memiliki hubungan dengan kepemimpinan yang baru ini”, pungkasnya.

Menyikapi isu tersebut, Veri Kurniawan meminta pihak Inspektorat mengusut tuntas adanya dugaan itu.

“Jika ini memang terjadi, merupakan preseden buruk diera pemerintahan yang sekarang.  Tidak bisa dibiarkan, harus diusut tuntas. apalagi diduga ASN tersebut bertindak untuk setoran ke “mantan ” lah kapasitas beliau apa kok sampai disetori”, tukasnya.

Lanjut Veri, kabar yang beredar, NH diduga meminta beberapa kegiatan atau proyek di dinas-dinas untuk di kelola sendiri.

“Saat ini diduga sudah ada pengusaha yang mengerjakan proyek proyek tersebut dan pintu masuknya melalui oknum ASN itu. Ironis, kepala dinas lainnya tak berdaya melawan oknum ASN itu. Kewenangannya melampaui Sekda, kan rusak tatanan birokrasi kalau dibiarkan seperti itu”, kata Veri.

Disampaikan Veri, Foskapda akan segera berkirim surat ke Bupati dan inspektorat. bahkan jika perlu ke APH agar mengusut tuntas persoalan tersebut.

Sementara itu, oknum  NH, saat dikonfirmasi wartawan belum bisa ditemui. Awak media yang mencoba menghubungi via handphonenya pun belum di respon.

Sama halnya juga dengan mantan Bupati, AAA yang diduga ikut terlibat belum bisa dihubungi meski tim media mendatangi ke kediamannya. Menurut salah satu pegawainya, AAA tidak ada di rumah sudah sepekan ini.

Sumber: Tim/Abadi.

Tentang Admin

Badan Hukum Redaksi Metro Indonesia

PT. Metro Indonesia Online

Badan usaha :
KOWARI (Koperasi Wartawan Republik Indonesia) Gd. Dewan Pers lantai 3.
Jl. Kebon Sirih No. 32 – 34 Jakarta

Pimpinan perusahaan

Abdul Rachman

Penasehat Hukum

Leo Firmansyah, S.H
Pimpinan Umum/Redaksi Penanggung Jawab Metro Indonesia

Abdul Rachman
Sertifikat Assesor LSP Pers Indonesia - BNSP

Staf Redaksi/Redaktur
Ade Shalahudin, Wati Herlina, Aulia Rahmani, Roliyah,

Bendahara
Aningsih

Organisasi
Jaringan media redaksisatu.id
Serikat Pers Republik Indonesia
Lembaga Sertifikasi Profesi Pers

Spiritual
Siringo Ringo,

Biro Provinsi Sumatera Utara
Muhammad Amin
Kabupaten Tabagsel :
Ali Yusron Dongoran (Kaperwil)

Kabupaten Deli Serdang
Ganda Pasaribu, Masmur Anuar Samosir,

Kabupaten Pematang Siantar
Sihol Pangabean

Kota Medan
Saut Patar H. Siregar, Muhammad Amin,

Biro Deli Serdang
Binder Sitanggang

Kabupaten Samosir
Adi Marbun, Jimmy Ultima H. Pardede

Kabupaten Hasundutan
Bantu Simanjuntak

Kabupaten 50 Kota / Payakumbuh
Jeri Permana Putra, SH, Abdul Rahim.

Kab Pringsewu :
Arbi Joni

Biro Kabupaten Tanggerang
Deka Satria

Biro Provinsi DKI Jakarta
Johan Lamtorang, Rizke Rasyida

Jakarta Selatan
Johan Lamtorang

Jakarta Timur
Rizke Rasyida

Jakarta Utara
Zulkarman, Aminoto, David Kaser

Propinsi Jawa Barat :

Biro kota Depok :
Indah Mala Puspitarini Aulia

Rahmat Hidayat

Kota / Kabupaten Bogor
RICHARD PURBA (diberhentikan), Hardadi, Lukas, Olo Sianturi, Rajak Broto, Padli, Rahmad Hidayat Lubis, Marojak Sianturi

Kabupaten Purwasuka :
M. Mahendra, M. Yamin Henaulu

Kabupaten Bondowoso
Abdi Aliev

Kabupaten Banyuwangi
Raden Teguh Firmansyah, Abadi

Kabupaten Melawi
Ade Shalahudin

Wartawan Metro Indonesia dilengkapi id card (produk Bank Mandiri) dan surat tugas

Masa berlaku id card selama wartawan yang bersangkutan bertugas di

Metro Indonesia

Email : metroindonesia.id@gmail.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *