Beranda blog Halaman 10

Direktur Ghazali Center Research Dan Consulting, Tegaskan Forum CSR Bekerja Secara Transparan, Partisipatif Dan Tanggung Jawab .

0
Direktur Ghazali Center Research Dan Consulting, Tegaskan Forum CSR Bekerja Secara Transparan, Partisipatif Dan Tanggung Jawab .

Karawang.{metroindonesia.id}-Tekanan fiskal yang mulai dirasakan berbagai daerah, termasuk Kabupaten Karawang, menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Penyesuaian anggaran, meningkatnya kebutuhan layanan publik, serta dinamika ekonomi nasional membuat ruang fiskal daerah semakin sempit. Situasi ini menuntut pemerintah daerah untuk mencari penguatan alternatif agar pembangunan tetap berjalan.

Direktur Ghazali Center (Research & Consulting), Lili Gojali, S.Pd, menegaskan bahwa “Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) merupakan salah satu instrumen strategis yang dapat menopang pembangunan daerah di tengah kondisi fiskal yang menantang.

“Karawang adalah kawasan industri besar. Potensi CSR-nya sangat luar biasa, potensi besar tersebut belum termanfaatkan secara maksimal, Penyebab utamanya adalah minimnya sosialisasi dan transparansi terkait implementasi Perda Kabupaten Karawang Nomor 7 Tahun 2020 tentang TJSLP. “Ujarnya. Senin ( 08-12-2025 )

“Perdanya sudah ada sejak 2020, tetapi publik tidak pernah benar-benar tahu bagaimana mekanisme CSR dijalankan. Sosialisasinya kurang. Masyarakat bertanya, siapa sebenarnya yang duduk dalam forum CSR itu? Bagaimana menentukan prioritasnya? Bagaimana alokasi programnya? Ini harus dibuka,”Jelas Lili.

Lili, menegaskan bahwa forum CSR seharusnya bekerja secara transparan, partisipatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa itu, publik sulit menilai apakah program yang dijalankan sudah sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia, juga menyoroti adanya pengalaman-pengalaman masa lalu yang membuat publik bertanya-tanya tentang arah dan urgensi penggunaan CSR.

“Kita tidak ingin terulang penggunaan CSR yang menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Ada kasus di mana CSR perusahaan energi justru dialokasikan jauh dari lokasi dampak industrinya, sementara daerah yang terdampak langsung masih memiliki kebutuhan mendesak. Hal seperti itu harus menjadi pembelajaran,” Katanya.

Menurutnya, CSR harus diarahkan untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan bersifat mendesak seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, Ghazali Center juga mengingatkan bahwa produk hukum daerah akan kehilangan makna jika tidak dijalankan secara konsisten.

“Jangan sampai Perda CSR ini bernasib seperti beberapa Perda lain yang akhirnya hanya menjadi lembaran kertas. Kita pernah punya Perda yang bagus, misalnya Perda No.1 Tahun 2011 tentang tenaga kerja lokal, tapi implementasinya lemah. Jangan sampai hal yang sama terjadi lagi,” Tegas Lili.

GC menilai bahwa Perda CSR Karawang sebenarnya sudah memberikan kerangka hukum yang baik. Tantangannya adalah menjalankan aturan itu dengan komitmen penuh, pengawasan yang kuat, dan transparansi kepada publik.

“Karawang punya potensi, punya regulasi, punya industri. Yang dibutuhkan sekarang adalah keseriusan dalam tata kelola dan keterbukaan informasi. Masyarakat berhak tahu, dan perusahaan berhak mendapat arahan yang jelas,” Tambahnya.

Sebagai lembaga riset dan konsultan kebijakan, Ghazali Center menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kajian, edukasi, dan dorongan agar tata kelola CSR di Karawang menjadi lebih profesional, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

( Red )

Pemko Payakumbuh Serukan Penghentian Euforia

0
Pemko Payakumbuh Serukan Penghentian Euforia
Payakumbuh, Metroindonesia.id— Pemerintah Kota Payakumbuh menyerukan penghentian berbagai bentuk euforia dan mengajak masyarakat memperkuat empati untuk korban bencana di Sumatera Barat.

Seruan itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri Tabligh Akbar dan Istighotsah yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh di Lapangan Sari Bulan, Sawah Padang, Senin (08/11/2025).

Wawako Elzadaswarman menegaskan bahwa bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat harus menjadi duka bersama.

Ia menyebut bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat sebagai peristiwa yang tidak boleh dipandang sebagai fenomena biasa.

“Kita semua berduka. Bukan hanya melihat kondisi di Thailand dan Spanyol, tetapi juga apa yang terjadi di tanah air,” kata Wawako Elzadaswarman.

“Dari Aceh sampai Sumatera Barat, bencana datang silih berganti. Kita berdoa semoga ini menjadi batasnya dan tidak berlanjut lagi,” harapnya.

Ia menjelaskan bahwa pola bencana hidrometeorologi semakin terlihat, dengan perubahan cuaca yang cepat dan angin kencang yang bergerak dari Sumatera ke Jawa dan berpotensi kembali lagi.

Menurutnya, situasi ini harus disikapi dengan memperkuat keimanan, kerukunan, dan solidaritas.

Elzadaswarman menuturkan bahwa Pemko Payakumbuh meniadakan seluruh kegiatan yang bersifat hura-hura sepanjang tahun ini.

Kebijakan itu diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah.

“Tidak ada lagi perayaan berlebihan. Kita memilih berempati, karena duka ini bukan hanya milik Payakumbuh, tetapi juga 50 Kota, Agam, Tanah Datar, Pariaman, Pesisir Selatan, dan daerah lainnya di Sumbar,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemko Payakumbuh juga akan menggelar zikir dan ceramah akbar pada 16 Desember mendatang sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan memohon perlindungan agar bencana dijauhkan dari daerah itu.

Wawako turut mengajak para pelajar untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tersebut dengan berpakaian rapi dan sopan.

Di hadapan ribuan peserta istighotsah, Elzadaswarman kembali menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu saudara-saudara yang terdampak.

Ia meminta yang hadir, terutama anak-anak, untuk menyampaikan pesan kepedulian kepada keluarga masing-masing.

“Duka masyarakat Sumatera Barat adalah duka kita bersama. Anak-anak hebat yang hadir hari ini, sentuhlah hati orang tua ketika pulang nanti. Sampaikan bahwa saudara kita membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.

Pemko Payakumbuh menilai langkah Kemenag dan seluruh jajaran pendidikan menunjukkan kuatnya kebersamaan di Kota Payakumbuh.

“Ini ikhtiar bersama kita semua. Seluruh masyarakat sekolah bergerak. Langkah ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan kita,” tutupnya.

Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, menyampaikan bahwa kegiatan dimulai dengan istighotsah dan muhasabah, serta dilanjutkan dengan salat ghaib untuk para korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

“Kita memberikan yang terbaik untuk saudara kita yang ditimpa musibah. Kita hentikan euforia dan fokus melayani umat,” katanya.

Kemenag juga menggelar penggalangan donasi dan langsung menyalurkan bantuan ke lokasi bencana dengan menggunakan sepeda motor agar dapat menjangkau daerah yang sulit diakses.

“Mereka tidak bisa tidur nyenyak, sementara kita masih bisa beraktivitas dengan leluasa. Karena itu, kita galang donasi dan turun langsung membantu,” pungkasnya. (Jee)

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemko Rehabilitasi Gedung Kantor

0
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemko Rehabilitasi Gedung Kantor

Payakumbuh, Metroindoneaia.id — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan kembali ditegaskan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui selesainya rehabilitasi gedung Kantor Lurah Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Peresmian ditandai dengan kegiatan mando’a (doa bersama) dan makan basamo yang digelar bersama masyarakat, Senin (08/12/2025).

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa perbaikan kantor lurah merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan dasar yang lebih nyaman dan responsif.

“Kantor lurah adalah garda terdepan pelayanan publik. Dengan fasilitas yang lebih layak, pelayanan kepada warga Sicincin diharapkan semakin cepat, efektif, dan berkualitas,” kata Wako Zulmaeta.

Lurah Sicincin, Eva Neldi, menjelaskan bahwa sebelum direhabilitasi, kondisi bangunan cukup memprihatinkan. Atap yang bocor membuat pelayanan terganggu setiap kali hujan.

“Air langsung masuk ke ruangan kerja. Proses pelayanan tentu tidak optimal. Setelah direhabilitasi selama 45 hari, kondisi kantor kini jauh lebih nyaman,” ucapnya.

Perbaikan difokuskan pada atap dan sanitasi, dua bagian yang paling mendesak untuk memastikan pelayanan publik tidak lagi terganggu.

Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Adi Suryatama, yang turut hadir dalam kegiatan syukuran tersebut mengatakan bahwa perbaikan kantor lurah merupakan aspirasi lama masyarakat Sicincin.

“Alhamdulillah, aspirasi warga akhirnya bisa direalisasikan. Infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kelurahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD akan terus mengawal kebutuhan sarana dan prasarana kelurahan sebagai fondasi pelayanan publik.

Camat Payakumbuh Timur, Hepi, menilai kegiatan mando’a bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menciptakan kedekatan dan membuka ruang dialog. Dengan fasilitas kantor yang lebih baik, kolaborasi untuk memajukan Sicincin juga diharapkan semakin kuat,” katanya.

Rehabilitasi kantor lurah Sicincin merupakan bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana kelurahan yang dijalankan Pemerintah Kota Payakumbuh pada tahun anggaran ini.

Program tersebut menargetkan setiap kelurahan memiliki fasilitas kerja yang layak sehingga pelayanan publik bisa lebih optimal. (Jee)

Peringatan HKG Ke 53 Momentum Perkuat Peran Kader

0
Peringatan HKG Ke 53 Momentum Perkuat Peran Kader
Payakumbuh, Metroindonesia.id — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Kota Payakumbuh dijadikan momentum untuk memperkuat peran kader hingga tingkat Dasa Wisma sebagai unit terdepan dalam pemberdayaan keluarga.

Agenda yang dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Bhakti Dasa Wisma Tahun 2025 itu digelar di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Senin (08/12/2025).

Mengusung tema nasional “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas,” kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan gerakan akar rumput demi mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengatakan pembangunan nasional bertumpu pada kualitas manusia dan keluarga sebagai unit sosial terkecil.

Karena itu, ia menilai keberadaan PKK dan Dasa Wisma menjadi bagian strategis dalam mendukung program pemerintah, mulai dari kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, hingga peningkatan ekonomi keluarga.

“PKK adalah mitra penting pemerintah dalam menjaga ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Wako Zulmaeta.

Menurut dia, keluarga kini menghadapi tantangan yang tidak ringan, termasuk dinamika pengasuhan, tekanan ekonomi, hingga penetrasi teknologi digital.

Namun tantangan itu, lanjutnya, juga menghadirkan peluang bagi keluarga untuk tumbuh menjadi lebih mandiri dan adaptif.

Ia mengapresiasi kinerja PKK Kota Payakumbuh beserta kader di seluruh kelurahan yang dinilai konsisten menjalankan program pemberdayaan.

“Gerakan PKK adalah kekuatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Ketua TP PKK Kota Payakumbuh, Eni Zulmaeta, yang membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, menyebut HKG PKK merupakan ruang refleksi atas perjalanan panjang PKK yang telah berkontribusi sebelum tahun 1970-an.

Gerakan PKK bermula dari Seminar Home Economic di Bogor pada 1957. Inisiatif ini kemudian berkembang di Jawa Tengah pada 1967 oleh Isriati Moenadi, sebelum dideklarasikan sebagai gerakan nasional oleh Tien Soeharto pada 1974.

Sejak itu, PKK tumbuh menjadi kekuatan sosial yang menopang pembangunan keluarga.

“Gerakan PKK telah berkembang menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan sejumlah agenda prioritas yang harus diperkuat kader PKK, yakni program kerja yang berkelanjutan, penguatan gizi balita dan ibu hamil untuk menekan stunting, peningkatan kapasitas kader melalui digitalisasi dan pelatihan, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.

Pada rangkaian kegiatan HKG, PKK kecamatan menampilkan bazar produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) kelurahan sebagai bentuk pembinaan berjenjang dari PKK Kota.

Selain itu, digelar penggalangan dana secara badoncek untuk membantu korban bencana di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Aksi tersebut melengkapi donasi yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh PKK Kota dan PKK Kecamatan se-Payakumbuh.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah Lomba Dasa Wisma Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Lomba Gerakan PKK, dan Lomba Dasa Wisma Tingkat Kota Payakumbuh.

“Kami menilai apresiasi tersebut penting untuk memotivasi kader agar terus berinovasi dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga,” pungkasnya. (Jee)

Wako Zulmaeta : Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rentan Menjadi Langkah Strategis

0
Wako Zulmaeta : Jaminan Sosial Bagi Pekerja Rentan Menjadi Langkah Strategis
Payakumbuh, Metroindonesia.id— Ketika banyak pekerja rentan masih menghadapi risiko kecelakaan kerja tanpa pegangan apa pun, Pemko Payakumbuh memilih tidak tinggal diam.

Kota ini mengamankan keselamatan 2.410 pekerja sektor informal melalui program BPJS Ketenagakerjaan, sebuah intervensi yang memberi rasa aman bagi kelompok yang paling sering terabaikan.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengatakan bahwa penyediaan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat kecil tidak terus berada dalam lingkaran risiko tanpa payung pengaman.

“Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan perlindungan, keselamatan, dan ketenangan bagi masyarakat,” kata Wako Zulmaeta di Napar, Senin (08/12/2025).

Pembiayaan iuran untuk dua bulan (November–Desember 2025) bagi 2.410 pekerja tersebut berhasil dihimpun melalui kerja sama sejumlah pihak.

Meliputi donasi pribadi Wako Zulmaeta: 1.000 pekerja, Baznas Kota Payakumbuh: 1.000 pekerja, serta donatur dari masyarakat: 410 pekerja.

“Kita bersyukur banyak pihak yang peduli. Semoga semua menjadi ladang pahala dan keberkahan,” ucapnya.

Pada 2026, Pemko Payakumbuh telah mengalokasikan anggaran APBD untuk pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 3.156 pekerja rentan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan perlindungan.

Wali kota menegaskan bahwa pekerja rentan adalah kelompok yang selama ini menjaga roda ekonomi tetap bergerak, namun sekaligus menjadi pihak yang paling sering berada di garis risiko.

“Mereka adalah tulang punggung ekonomi kota. Dengan jaminan sosial ini, keluarga mereka tidak langsung terguncang ketika musibah datang,” ujarnya.

Penyerahan kartu dilakukan secara simbolis di Kelurahan Napar, dan dihadiri juga Sekda Rida Ananda, Asisten II Yusrizal, Kadisnakerperin Yasril, Kadis Kominfo Kurniawan Syah Putra, camat dan lurah yang mengikuti secara daring.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi, Iddial, mengapresiasi langkah Pemko Payakumbuh yang menurutnya sangat berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat kecil.

“Terima kasih Pak Wali telah melindungi 1.000 pekerja rentan. Kami ingin seluruh masyarakat Payakumbuh terlindungi dari risiko kecelakaan dan meninggal dunia,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut melindungi anggota keluarga mereka melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Bisa untuk orang tua, adik, atau kakak. Jika terjadi kecelakaan kerja atau meninggal dunia, segera laporkan agar langsung kita tangani,” katanya.

Perwakilan masyarakat, Leli, mengucapkan terima kasih atas perhatian Wali Kota Payakumbuh terhadap masyarakat ekonomi rentan.

“Terima kasih Pak Wali. Banyak bantuan yang sudah Bapak berikan. Harapan kami, program ini terus berlanjut, terutama untuk masyarakat ekonomi rentan,” pungkasnya. (Jee)

Polsek Menukung Pantau Debit Air dan Lokasi Rawan Bencana

0
Polsek Menukung Pantau Debit Air dan Lokasi Rawan Bencana
MELAWI, metroindonesia.id – Polsek Menukung pantau langsung debit air dan lokasi rawan bencana sebagai upaya pencegahan dini dampak dari bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla melalui humas Polres Melawi mengatakan pemeriksaan lokasi rawan di Menukung saat ini bertujuan sebagai upaya pencegahan.

“Personel Polsek Menukung melakukan pemantauan debit air Sungai Melawi dan ada peningkatan debit air, pohon di tepian jalan yang condong dapat membahayakan masyarakat serta edukasi kepada warga masyarakat di daerah pesisir,” ujar Kapolres Melawi melalui Ps Kasubsi Penmas Aipda Arbain, S.H, Minggu (7/12/25).

Pemantauan ini di lakukan di Desa Pelaik Keruap. Langkah ini merupakan bentuk pencegahan dampak lebih luas dan potensi yang menyebabkan rawan bencana dari dampak banjir, puting beliung dan tanah longsor.

“Kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktifitas terutama yang bertempat tinggal di pesisir sungai,” terang Aipda Arbain, S.H.

Koordinasi terus dilakukan bersama Forkopimcam dan pemerintah desa, pencegahan dini dampak bencana menjadi tujuan utama.**

Wabup Melawi, Malin S.H. Menghadiri Langsung Peresmian Pos Bantuan Hukum Desa se-Kalbar 2025

0
Wabup Melawi, Malin S.H. Menghadiri Langsung Peresmian Pos Bantuan Hukum Desa se-Kalbar 2025
MELAWI, metroindonesia.id – Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H menghadiri secara langsung kegiatan peresmian Pos Bantuan Hukum Desa dan Kelurahan se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Kamis, (04/12/2025).

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM.,M.H secara resmi meluncurkan 2.145 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa dan Kelurahan se-Kalimantan Barat sebagai upaya memperluas akses keadilan hingga ke tingkat desa.

Ria Norsan menegaskan bahwa layanan hukum kini dapat diakses masyarakat secara lebih dekat dan tanpa biaya.

“Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari keadilan, karena layanan hukum sudah ada di desa dan ini gratis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ria Norsan mengatakan bahwa hadirnya Pos Bantuan Hukum Desa dan Kelurahan merupakan langkah monumental dalam pembangunan demokrasi dan keadilan di Kalimantan Barat. Ia berharap Posbakum tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dalam penyelesaian sengketa, pendampingan hukum, serta mediasi berbasis komunitas.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembudayaan dan Bantuan Hukum BPHN, Constantinus Kristomo, menegaskan bahwa pembentukan Posbakum merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin akses keadilan. Menurutnya, Posbakum tidak hanya memberikan layanan bantuan hukum, tetapi juga berperan sebagai pusat edukasi hukum dan penguatan budaya sadar hukum di masyarakat desa.

“Posbakum menjadi jembatan antara masyarakat dengan negara dalam penyelesaian masalah hukum secara mudah dan berkeadilan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, melaporkan bahwa pembentukan Posbakum di Kalbar telah mencapai 100 persen atau mencakup 2.145 desa dan kelurahan per 8 Oktober 2025. Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan paralegal telah dilaksanakan secara serentak sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya hukum di desa.

Lebih lanjut, Jonny mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat meraih prestasi dalam ajang Peacemaker Justice Award 2025, di mana Kepala Desa Anik Dingir, Hemirinci, berhasil meraih peringkat pertama nasional. Prestasi tersebut menjadi bukti penguatan peran desa dalam penyelesaian konflik berbasis keadilan restoratif.

Acara peresmian dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama para pemangku kepentingan serta penyerahan penghargaan oleh Gubernur kepada sejumlah bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat.

Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H menyampaikan apresiasi atas peluncuran Pos Bantuan Hukum yang dinilai sangat penting bagi masyarakat di wilayah pedesaan.

“Pemerintah Kabupaten Melawi menyambut baik dan mendukung penuh hadirnya Pos Bantuan Hukum di desa dan kelurahan. Program ini menjadi terobosan penting dalam memastikan bahwa masyarakat di pelosok sekalipun mendapatkan pendampingan, edukasi, serta layanan hukum yang layak,” jelasnya.**

Kapolres Pringsewu Menggelar Sholat Gaib Dan Doa Bersama Lintas Agama.

0
Kapolres Pringsewu Menggelar Sholat Gaib Dan Doa Bersama Lintas Agama.

Pringsewu.{metroindonesia>id}-Kapolres Pringsewu menggelar sholat gaib dan doa lintas agama sebagai wujud empati terhadap para korban bencana alam yang melanda di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini, Mulai dari banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, turut larut dalam doa memohon keselamatan bagi para korban, sholat ini di ikuti ratusan personel di Masjid Al-Kautsar, Kompleks Polres Pringsewu.
Jumat (5/12/2025).

Tidak hanya di Polres di seluruh Polsek juga secara serentak melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing, dan menggelar doa bersama sesuai keyakinannya masing-masing,.

Sholat Dan doa tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Pringsewu, “AKP Tamzis. Suasana hening terasa sejak awal, ketika seluruh peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa bagi para korban yang meninggal dunia serta memohon kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kepedulian tersebut tidak hanya dilakukan oleh personel Muslim. Anggota yang beragama Nasrani juga menggelar ibadah doa bersama di Aula Wicaksana Laghawa, dipimpin oleh seorang pendeta. Suasana syahdu terasa ketika lantunan doa memenuhi ruangan, menghadirkan harapan agar para penyintas diberi keteguhan hati dalam menghadapi masa sulit.

Umat Hindu pun melaksanakan sembahyang di aula lain, dipimpin pemuka agama Hindu. Mereka memanjatkan puja dan mantra khusus, memohon agar alam kembali bersahabat serta proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan lancar.

Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, melalui Kasi Humas AKP Priyono, menyampaikan bahwa kegiatan sholat dan doa lintas agama ini merupakan wujud kepedulian Polres Pringsewu terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami memahami bahwa bencana membawa luka dan tantangan besar bagi banyak keluarga di daerah terdampak. Melalui doa dan kebersamaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi situasi itu sendirian, ada banyak hati yang ikut mendoakan dan berharap kondisi segera pulih,” Ujar Priyono menyampaikan pesan Kapolres.

Lanjutnya, karena kegiatan ini menjadi pengingat penting tentang arti solidaritas, Perbedaan keyakinan tidak menjadi jarak bagi kami, Justru pada saat seperti inilah kita belajar bahwa kepedulian dapat menyatukan siapa pun. Semoga apa yang kami lakukan di sini menjadi dukungan moral bagi saudara-saudara kita di lapangan,”katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya Polres Pringsewu juga telah mengirimkan bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan bersama Bhayangkari serta dukungan berbagai pihak yang turut berpartisipasi.

Dari hasil pengumpulan, terkumpul donasi berupa uang tunai dan kebutuhan logistik. Total dana yang dihimpun jumlahnya mencapai Rp,20.800.000. ( dua puluh juta delapan ratus ribu rupiah ) Selain itu, disiapkan pula bantuan bahan pangan berupa 170 sak beras, 47 dus mi instan, dan 250 kaleng sarden. Polres juga mengumpulkan lima kardus pakaian layak pakai sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kehilangan harta benda akibat bencana.

(A/ hum)

Bantu Kembangan Budidaya Kambing, Universitas Airlangga ( UNAIR ) Siap Mengabdi Untuk Masyarakat Kabupaten Pringsewu .

1
Bantu Kembangan Budidaya Kambing, Universitas Airlangga ( UNAIR ) Siap Mengabdi Untuk Masyarakat Kabupaten Pringsewu .

Pingseweu.{metroindonesia.id}-Dalam upaya membantu mengembangkan budidaya ternak kambing dan domba di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah setempat, Tim Universitas Airlangha UNAIR Di sambut oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (4/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh masing-masing anggota tim UNAIR, Prof.Dr.drh.M.Anam Al-Arif, M.P., Prof.Dr.drh.Jola Rahmahani, M.Kes., Dr.drh.Trilas Sardjito, M.Si., Dr.Sri Endah Nurhidayati, S.Sos., M.Si. dan drh.Rury Mega Wahyuni, M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu Ihsan Hendrawan, S.H., M.H., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, S.E., M.M., sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan para peternak kambing dan domba di Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dalam sambutannya menyampaikan bahwa “sektor peternakan, khususnya kambing, merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki kontribusi penting mendukung perekonomian daerah dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, yang terus dikembangkan melalui pendekatan teknologi serta kerjasama dengan berbagai pihak.

“Untuk populasi ternak kambing perah di Pringsewu berjumlah 226 ekor, sementara kambing pedaging jumlahnya mencapai 64.862 ekor Selain itu, Pringsewu memiliki pasar perdagangan ternak kambing dan domba terbesar di Provinsi Lampung, dan sebagai wadah peternak kambing / domba, telah terbentuk Koperasi Kambing Domba Ngandan Jejama dan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia,”Jelasnya.

Lanjutnya kabupaten Pringsewu telah ditetapkan sebagai Lokasi Kawasan Pengembangan Komoditas Kambing Domba di Provinsi Lampung, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No.02/Kpts/RC.040/M/01/2025 tentang Penetapan Provinsi Lampung sebagai Kawasan Prioritas Nasional untuk komoditas sapi potong, kambing, kerbau dan ayam buras. Penetapan ini tentunya menimbulkan tanggung jawab pemkab untuk membina peternak kambing agar dapat meningkatkan produksi ternak.

kemudian berdasakan SK Bupati No.100.3.3.2-536 tahun 2025 tentang Produk Unggulan Daerah, susu kambing menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Pringsewu. Kami berharap ilmu, teknologi dan pendampingan yang diberikan dapat bermanfaat nyata bagi para peternak, koperasi, kelompok usaha serta seluruh masyarakat, dan memperkuat sektor peternakan, khususnya pengembangan kambing perah dan pedaging sebagai salah satu potensi unggulan daerah Kabupaten Pringsewu,”katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR Prof.Dr.drh.Suwarno, M.Si. berharap tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu dan mengembangkan ternak kambing dan domba di Kabupaten Pringsewu, serta dapat menjadikan sebagai Eduwisata berbasis peternakan kambing dan domba.

“Semoga kita bersama-sama dapat mengembangkan peternakan kambing sehingga nantinya Pringsewu akan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul kambing dan domba yang bisa dijual dengan harga tinggi, sekaligus bisa menjadikan Kabupaten Pringsewu sebagai lumbung ternak kambing dan domba,” harapnya.

Suyadi, salah satu peternak kambing mengaku senang UNAIR melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Pringsewu dalam rangka membantu para peternak kambing domba mengembangkan usahanya, dan untuk para peternak juga siap menerima ilmu yang akan diberikan oleh tim untuk mengembangkan peternakan kambing dan domba, karena peternak kambing ini sangat menjanjikan dan bisa dikembangkan lebih lanjut.”Pungkasnya.

( Ar /him )

Polres Sintang Berbagi Makanan Siap Saji Kepada Para Tahanan

0
Polres Sintang Berbagi Makanan Siap Saji Kepada Para Tahanan
SINTANG, metroindonesia.id — Program rutin Polres Sintang Berbagi kembali digelar pada pekan ini dengan kegiatan yang sedikit berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya bantuan diberikan kepada masyarakat umum maupun panti asuhan, kali ini Polres Sintang menyasar para tahanan yang sedang menjalani masa penahanan di Rutan Polres Sintang.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/12/2025) pagi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K yang turun secara langsung memberikan makanan siap saji satu per satu kepada para tahanan. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian Polres Sintang dalam memastikan bahwa seluruh warga binaan yang berada dalam proses hukum tetap mendapatkan perhatian dan perlakuan manusiawi.

Puluhan paket makanan dibagikan kepada para tahanan, disertai pengecekan langsung kondisi kebersihan ruang tahanan dan keadaan kesehatan para penghuni rutan.

AKBP Sanny Handityo, S.H., S.I.K menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat luar, tetapi juga kepada mereka yang berada di balik jeruji besi.

“Program ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan kepedulian tanpa batas. Hari ini kami ingin memastikan bahwa para tahanan juga merasakan sentuhan kemanusiaan. Mereka tetap manusia yang memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik, dan kami ingin menunjukkan bahwa proses hukum tidak menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kapolres.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi para tahanan, sehingga mereka tetap memiliki harapan untuk memperbaiki diri dan menjalani proses hukum dengan baik.

“Kami berharap perhatian sederhana ini dapat memberikan semangat bagi mereka untuk berubah dan menatap masa depan yang lebih baik. Program ini akan terus menjadi agenda rutin setiap pekannya,” tutup Kapolres.**