Sekda Buka Secara Resmi FGD Data Daerah Dalam Angka

80 / 100
MELAWI-KALBAR, Metroindonesia.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus membuka secara resmi kegiatan FGD Data Daerah Dalam Angka dan Pembinaan Statistik Sektoral di Kabupaten yang diselenggarakan di Hotel Nite & Day Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi pada, Kamis, (09/02).

Turut hadir pada kegiatan FGD tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Para Kepala OPD, LO Kodim 1205/Sintang, Kepala BMKG dan Para perwakilan instansi vertikal.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Melawi, Yunita, SST, M.Ec melaporkan pada bulan November 2022, BPS telah berhasil menyelesaikan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK), sebagai upaya perbaikan tata kelola data pemerintah.

“Di tahun 2023 ini, BPS akan melaksanakan 2 agenda besar yaitu Forum Konsultasi Publik (FKP) Regsosek dan Sensus Pertanian Tahun 2023. FKP sebagai tindak lanjut dari pendataan awal Regsosek, yang merupakan wadah bagi masyarakat untuk mengkomunikasikan data yang telah dikumpulkan pada bulan November yang lalu”, jelasnya.

Yunita kembali menjelaskan agenda tentang sensus pertanian pada tahun 2023 dimana data yang dihasilkan dari ST2023 yakni data pokok pertanian nasional, data petani gurem, indikator SDGs pertanian, small scale food producer, dan data geospasial.

Terkait dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2019, tentang Satu Data Indonesia, Yunita juga menjelaskan selama ini yang menjadi kendala dalam Satu Data Indonesia, karena masih ditemukannya data instansi pemerintah yang satu dengan yang lain tidak konsisten, dan juga data pemerintah sulit diakses oleh instansi pemerintah lain dan oleh publik.

Sementara itu, Sekda Melawi, Drs. Paulus dalam sambutannya menyampaikan kegiatan FGD ini sangat penting, karena data merupakan kunci dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah, dari sisi perencanaan sampai dengan evaluasi.

“Sudah saatnya kita naik level, karena di masa sekarang tugas kita bukan hanya sekadar menghasilkan data, tetapi harus menghasilkan data yang sesuai dengan prinsip SDI, sehingga dengan data yang berkualitas, diharapkan kebijakan yang diambil akan tepat sasaran”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa pembahasan FGD tersebut berkaitan dengan akan dirilisnya publikasi Kabupaten Melawi dalam angka tahun 2023. Dimana publikasi memuat gambaran umum tentang keadaan geografi dan iklim, pemerintahan, serta perkembangan kondisi sosial-demografi dan perekonomian di Kabupaten Melawi.

“Saya berharap kepada semua stakeholder yang tekait dapat bekerja sama dengan produsen data dalam membantu percepatan rilis publikasi Melawi dalam angka tahun 2023 dan tetap memperhatikan kualitas, serta akurasi data yang dapat dipertanggungjawabkan”, ujarnya,

Sekda menghimbau kepada semua OPD untuk dapat aktif dalam mencapai tujuan satu data indonesia, demi menghasilkan data yang berkualitas yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, serta dapat menjawab permasalahan daerah.

Rangkaian kegiatan FGD ditutup dengan penandatangan perjajian kerjasama oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Melawi, Salvator Ronald, SP. M.Si dengan Kepala BPS Kabupaten Melawi, Yunita, SST, M.Ec. Dan penyerahan penghargaan kepada instansi terbaik dalam pengumpulan data Kabupaten Melawi dalam Angka Tahun 2023 Yaitu BPKAD, Dinas Kesehatan dan Pengadilan Agama Nanga Pinoh