Desa Tanjung Sari Salurkan Bantuan Langsung Tunai DD Tahap 1

86 / 100
MELAWI-KALBAR, Metroindonesia.id – Epiyantono, Kepala Desa Tanjung Sari, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, berserta Perangkat Desa dan BPD menyalurkan BLT Dana Desa Tahap 1 kepada 22 orang KPM pada Sabtu, (8/4) pagi.

Kegiatan penyaluran BLT DD tahap 1 kepada 22 orang KPM juga dihadiri langsung oleh Bhabinkamtibmas Bripka J. Lumban Gaol dan Babinsa, Sertu Sujud.

Epiyantono mengatakan bahwa penyaluran BLT DD tahap 1 ini merupakan kewajiban pemerintah Desa Tanjung Sari yang diamanahkan oleh pemerintah pusat dan telah diatur dalam peraturan Kementrian Desa dan Kementerian Keuangan RI.

IMG 20230409 140533 e1681024542429
Penyaluran BLT DD tahap 1 TA 2023 (Januari – Maret)

“Desa diwajibkan menganggarkan dana BLT sebesar 10 persen dari pagu dana desa yang diterima. Sesuai perhitungan itu Desa Tanjung Sari mendapatkan 22 org KPM saja,” ungkap Epiyantono.

Lebih lanjut Epiyantono menjelaskan bahwa kriteria KPM BLT DD juga telah diatur oleh pihak kementerian dan pemerintah desa hanya menjalankan tugas.

“Salah satu kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat yaitu miskin ekstrem yang pendapat perkapita perhari lebih kurang di bawah Rp. 11.000 (sebelas ribu rupiah,” terangnya.

IMG 20230409 140822 scaled e1681024672186
Penyaluran BLT DD tahap 1 TA 2023 (Januari – Maret)

Ia juga berharap kepada 22 orang KPM yang menerima BLT DD agar menggunakan bantuan tersebut secara baik dan memprioritaskan kebutuhan penting dalam keluarga.

“Masing-masing KPM dibayarkan sebesar Rp900.000 untuk pembayaran Januari sampai Maret 2023. Saya pesankan agar KPM menggunakan dana tersebut sebaiknya mungkin,” kata Epiyantono.

Kaliri (70), lansia yang mengalami lumpuh sejak 8 tahun silam mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tanjung Sari yang telah memberikan BLT DD kepadanya.

IMG 20230409 140741 scaled e1681025033317
Penyaluran BLT DD tahap 1 TA 2023 (Januari – Maret)

“Terima kasih pak Kades atas bantuannya. Semoga berkah,” ucap lansia yang mengalami kelumpuhan tersebut.

Kaliri juga mengatakan bahwa dirinya kini hanya tinggal berdua bersama istrinya dan sudah tidak bisa berkerja semenjak lumpuh menyerang dirinya.

“Saya sudah gak bisa kerja lagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya terbaring saja,” lirihnya.