Pelecehan Profesi Jurnalis Oleh Perumda Tirta Pakuan

59 / 100
  • Pimpinan redaksi metroindonesia.id tidak dipekenankan masuk untuk klarifikasi , hanya menunggu di pos keamanan Perumda Tirta Pakuan.
Bogor, metroindonesia.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan sampai berita ini dimuat, tidak memberikan informasi publik yang dimohonkan metroindonesia.id.

Hal tersebut disampaikan A. Rachman pimpinan redaksi kepada kepala perwakilan metroindonesia.id Jawa Barat saat berada di Kecamatan Cijeruk.(20/12/22).

A. Rachman menyampaikan “saya sangat kecewa dengan pelayanan perumda Tirta Pakuan yang terkesan membenturkan insan pers kepada pihak keamanan, dibanding ketika insan pers dengan leluasa dapat bertemu dan wawancara dengan pimpinan di Kepolisian tanpa harus ada persetujuan pihak keamanan pos jaga”.

Pelayanan Perumda Tirta Pakuan

Terkait kedatangan pimpinan redaksi metroindonesia.id ke Perumda Tirta Pakuan pada Selasa, 20 Desember 2022  hanya dipekenankan menunggu informasi dari dalam di Pos Keamanan.

Rusian salah seorang penjaga keamanan menyampaikan “surat metroindonesia.id masih dalam proses, kata Iman bagian hubungan sosial yang ada di Perumda Tirta Pakuan”.

Lebih lanjut Rusian juga mengatakan “Iman juga dulunya wartawan dan nanti dia akan berkoordinasi dengan wartawan lainnya” jelasnya.

IMG 20221124 074802 726

 

Pelecehan profesi jurnalis dan tindakan melawan Undang undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun 2008 pasal 22 ayat 7 menyatakan Badan Publik wajib memberikan informasi paling lambat 10 hari kerja.

Hal tersebut jelas tidak sesuai dengan perundang undangan yang berlaku, dimana Direktur Utama telah menerima surat metroindonesia.id pada tanggal 23 Nopember 2022 sesuai tanda terima.

Terkait dengan perihal permohonan informasi publik yang di ajukan media online metroindonesia.id, pihak Perumda Tirta Pakuan dimohon tidak membenturkan insan pers dengan insan pers lainnya atau dengan pihak keamanan pos jaga Perumda Tirta Pakuan.[] Red.