BNRI NEWS

BNRI News Gelar Diklat Jurnalistik Tingkatkan Kinerja Wartawan

83 / 100
Metro, Jakarta – Managemen BNRI NEWS bekerjasama dengan HIPOLI (Himpunan Insan Pers Online Indonesia), menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik secara Virtual.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas kerja para wartawan. Diklat secara Zoom meeting menghadirkan wartawan senior Azhar Azis sebagai Narasumber (Pemateri). Kegiatan ini diikuti puluhan jurnalis BNRI NEWS dari berbagai daerah di Indonesia pada Minggu, (30/10/2022).

Elvhin Saputra, Pimpinan BNRI NEWS sekaligus Sekjen HIPOLI yang berperan sebagai inisiator Diklat Jurnalistik mengatakan, “Tuntutan kinerja insan pers yang menghadapi persaingan di lapangan, butuh peningkatan kemampuan dalam mencari, menghimpun dan menyajikan berita berbobot sesuai kebutuhan pembaca.”

IMG 20221101 WA0010

Diklat secara bertahap dan berjenjang sangat diperlukan bagi para wartawan, sebagaimana ketentuan yang diberlakukan oleh setiap organisasi kewartawanan sesuai dengan Kode Etik Jurnalis pasal 3.

Sosok sederhana yang merupakan Assesor Jurnalis tingkat Muda, Madya dan Utama bersertifikasi BNSP ini mengungkapkan bahwa, kedepan wartawan BNRI NEWS harus menjadi inisiator kegiatan jurnalistik, baik diklat maupun sertifikasi di wilayahnya masing masing.

Beberapa jurnalis dari wilayah Indonesia Timur khususnya Sulawesi Selatan antara lain Drs. H. Burhanuddin B.MA, H. Joko Suparno, Amos Minggu dan Redy Rangga merasa bangga bisa mengikuti Diklat Jurnalistik secara daring.

BNRI NEWS

Penyajian materinya bagus, ilmu dan tutorialnya jelas, sehingga diharapkan mampu menambah kualitas pemberitaan. “Semoga ilmu yang diberikan oleh pemateri menjadi berkah dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa juga agama,” ucap H. Burhan seorang jurnalis merangkap dosen beberapa Universitas di Sulsel.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 12 jam, diikuti peserta dengan antusiasme tinggi. Menjelang akhir sesi, pemateri mengajukan pertanyaan spontan kepada masing masing peserta, sebaliknya pesertapun turut aktif mengajukan pertanyaan yang dijawab fasih oleh pemateri.

Ada hal yang menarik, peserta diberi tugas menulis berita yang harus diselesaikan dalam waktu singkat, untuk menguji kelayakan penulisan berita sesuai standart yang berlaku umum yakni rumus 5W1H dengan konsep yang sederhana, akurat dan jelas, serta penekanan judul dan lead berita agar layak dikonsumsi.

Tak kalah seru pada saat sesi praktek wawancara via telepon, semua peserta mensimulasikan praktek ini, mewawancarai Narasumber (Azhar Azis dan Elvhin Saputra) dengan berbagai posisi seolah sebagai pejabat sungguhan, seperti Bupati, Kapolres, Kepala Desa dan lainnya.

Bahkan, salah satu peserta mewawancarai Azhar Azis seolah sebagai Kapolri (imajiner), dengan beberapa pertanyaan kritis tentang kasus FS dan sejumlah kasus krusial yang menerpa institusi polri.

Panitia memberikan penilaian terhadap peserta meliputi kehadiran, partisipasi, penguasaan materi, penulisan berita, dan wawancara. Bravo BNRI![] Samsul Hadi