Beranda blog

Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh

0
Pemprov Sumbar Gelar Rakor Bersama Pemko Payakumbuh

Payakumbuh, Metroindonesia.id – Pemprov Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) berama Pemko Payakumbuh di Aula Josrizal Zain, Kantor Walikota Payakumbuh, Rabu (25/02/2026).

Dalam momen itu, Pemko Payakumbuh memanfaatkan dengan menyampaikan persoalan strategis daerah sekaligus menyelaraskan program pembangunan 2026–2027.

“Kami masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan bencana, terutama banjir akibat luapan Sungai Batang Agam, Batang Lampasi, dan Batang Pulau. Data di dashboard kebencanaan per 25 Desember 2025 menunjukkan perlunya penanganan pascabencana (Jitupasna) yang komprehensif,” kata Wako Zulmaeta.

Rakor yang bertepatan dengan kunjungan Safari Ramadan Pemprov Sumbar itu dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman serta jajaran kepala OPD provinsi dan kota.

Zulmaeta menjelaskan, bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 menimbulkan kerusakan rumah dan lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan, Pemko Payakumbuh terus memperbarui data dampak bencana dan menyiapkan langkah rehabilitasi.

“Kami berharap ada dukungan percepatan melalui pergeseran anggaran pasca alokasi TKD agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain bencana, Zulmaeta juga menyoroti persoalan TPA Regional yang hingga kini memicu keluhan masyarakat.

Ia mengatakan tumpukan sampah yang belum tertutup tanah dan pengelolaan air lindi yang belum optimal berpotensi menimbulkan pencemaran.

“Kami mohon dukungan provinsi untuk pemakaian kembali TPA regional pada 2026 serta perbaikan akses jalan menuju TPST selama masa konstruksi,” tambahnya.

Di sektor infrastruktur, Pemko Payakumbuh mengusulkan pemeliharaan jalan provinsi yang rusak akibat cuaca ekstrem dan kendaraan over dimension over load (ODOL).

Pemerintah kota juga mendorong pelebaran Jalan Lingkar Selatan guna memperkuat kawasan pergudangan dan distribusi barang.

Zulmaeta turut menyinggung kapasitas produksi air minum Perumda Tirta Sago yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan perumahan.

Ia mengungkapkan sebagian besar jaringan pipa dibangun pada era 1980-an dan kini mengalami kebocoran tinggi.

“Kami terpaksa menunda rekomendasi bagi 11 pengembang perumahan karena suplai air belum mencukupi. Kami mengusulkan rehabilitasi jaringan, pembangunan instalasi pengolahan air di Limbukan, serta pembangunan reservoir baru,” katanya.

Pada sektor ekonomi, Zulmaeta mengungkapkan peluang kerja sama dengan perusahaan The Sak Bali yang siap menyerap produk dari 1.000 pengrajin rajut dan anyaman. Saat ini, kapasitas pengrajin di Payakumbuh baru sekitar 400 orang.

“Ini peluang emas bagi UMKM kita. Kami membuka kerja sama dengan pengrajin dari daerah sekitar dan berharap provinsi memfasilitasi hilirisasi produk handycraft agar mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan peningkatan kualitas lulusan SLTA agar lebih banyak diterima di perguruan tinggi unggulan, serta fasilitasi penuntasan tapal batas dan peralihan aset antara Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan 2026 harus menjadi titik balaik kebangkitan ekonomi Sumbar setelah menghadapi berbagai tekanan pada 2025.

“Tantangan 2025 adalah wake up call bagi kita semua. Tahun 2026 harus menjadi langkah awal transisi dari ekonomi berbasis komoditas mentah menuju industri olahan, digital, dan berwawasan lingkungan. Target pertumbuhan 5,7 persen bukan mustahil jika transformasi kita mulai hari ini,” tegasnya.

Mahyeldi memaparkan empat strategi utama. Pertama, hilirisasi agroindustri dengan menghentikan ekspor bahan mentah dan mendorong investasi pabrik pengolahan.

Ia menyebut potensi devisa hasil ekspor sebesar Rp20 triliun dapat memicu dampak ekonomi hingga Rp80 triliun dan menyerap 240 ribu tenaga kerja hingga 2029.

Kedua, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau melalui penguatan quality tourism di kawasan Mandeh serta pemanfaatan energi geothermal dengan pembiayaan hijau.

Ketiga, akselerasi digitalisasi UMKM melalui perluasan jaringan broadband hingga ke desa, onboarding fintech, dan integrasi QRIS dalam rantai nilai pariwisata yang diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan 1–2 persen.

“Kita juga harus memandang mitigasi bencana sebagai investasi ekonomi. Percepatan perbaikan jalur vital seperti Sitinjau Lauik dan Lembah Anai menjadi kunci distribusi pangan. Kita akan dorong asuransi pertanian secara masif dan pembangunan pengendali banjir di sentra produksi,” pungkasnya. (Jee)

Tim II Safari Ramadhan Pemko Payakumbuh Berkunjung Mesjid Ikhlas

0
Tim II Safari Ramadhan Pemko Payakumbuh Berkunjung Mesjid Ikhlas

Payakumbuh, Metroindonesia.id— Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memimpin Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh berkunjung ke Masjid Ikhlas, Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Selasa 24/02/2026 malam

Kegiatan itu diawali dengan tausiyah oleh Ustadz Husni yang mengangkat tema “Mencari Keberkahan di Bulan Suci Ramadan”.

Dalam ceramahnya, Ustadz Husni mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.

“Ramadan adalah bulan mulia. Siapa yang bersungguh-sungguh memperbaiki ibadah dan akhlaknya, insyaallah akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,” ujar Ustadz Husni di hadapan jamaah.

Mengawali sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan duka cita atas berpulangnya salah seorang pensiunan ASN Pemko Payakumbuh.

“Innalillahi wainnaillaihi roji’un. Almarhum setelah pensiun juga pernah duduk di kursi legislatif, dan tadi sore kita mendengar berpulang untuk selamanya Bapak Zainir ke haribaan-Nya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman menyampaikan bahwa kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta bersama dirinya telah memasuki tahun kedua. Ia mengakui, berbagai dinamika telah dihadapi, termasuk musibah kebakaran yang melanda Pasar Payakumbuh.

“Kita diuji dengan kebakaran pasar. Namun pemerintah kota berkomitmen membangun kembali dengan penataan yang lebih baik. Untuk itu kami mohon dukungan, saran, dan masukan dari seluruh masyarakat agar pembangunan Kota Payakumbuh dapat terus berjalan, baik secara fisik maupun spiritual,” katanya.

Elzadaswarman juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan bersama. Ia mengajak masyarakat mulai peduli terhadap kebersihan dari lingkungan rumah masing-masing.

“Persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mari kita mulai dari rumah tangga, mengelola dan memilah sampah dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemko Payakumbuh menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 50 juta untuk Masjid Ikhlas Payolansek. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas masjid.

“Semoga bantuan ini bisa membantu pembangunan masjid kita dan semakin meningkatkan semangat ibadah masyarakat,” kata Elzadaswarman.

Ia menambahkan, pada tahun ini Pemko Payakumbuh telah menyalurkan hibah sebesar Rp 1.532.000.000 untuk masjid, mushalla, dan lembaga keagamaan di Kota Payakumbuh.

Safari Ramadan, menurut dia, bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi secara langsung, dan memperkuat sinergi dalam membangun Payakumbuh yang maju dan bermartabat,” tutur Elzadaswarman. (Jee)

Tim Safari I Payakumbuh Berikan Bantuan Pembangunan Mesjid Nurul Jannah

0
Tim Safari I Payakumbuh Berikan Bantuan Pembangunan Mesjid Nurul Jannah

Payakumbuh, Metroindonesia.id — Pembangunan Masjid Nurul Jannah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Payakumbuh Utara mendapat dukungan dari Pemko Payakumbuh melalui penyaluran bantuan sebesar Rp30 juta dalam kunjungan Tim I Safari Ramadan, Selasa (24/02/2026) malam.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan langsung bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana ibadah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan mulia. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini, semoga kita mendapatkan derajat takwa,” kata Zulmaeta.

Ia menyampaikan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pembangunan masjid sehingga jamaah semakin nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu pembangunan Masjid Nurul Jannah agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Zulmaeta juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan masjid tersebut. Ia mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan masjid itu sejak masa kecilnya.

“Saya sangat terpesona dengan Masjid Nurul Jannah ini, begitu jauh perubahannya. Dahulu saya ingat betul masjid ini waktu kecil-kecil dulu. Alhamdulillah sekarang sudah sangat nyaman, walau pembangunannya masih belum rampung,” ucapnya.

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembentukan karakter generasi muda.

“Kami ingin masjid menjadi tempat pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, anak-anak juga perlu diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual agar memiliki benteng moral yang kuat.

“Kami berharap selain pendidikan resmi, anak-anak kita juga diperdalam dengan pendidikan agama dan spiritual. Dengan begitu mereka lebih mawas diri dan takut untuk melakukan kesalahan,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, komitmen Pemko Payakumbuh dalam penguatan nilai-nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui dukungan terhadap fasilitas ibadah yang layak dan representatif.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan Ramadan.

Ia menilai, peran keluarga sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kalau mengandalkan pemerintah saja akan sangat sulit. Makanya dari lingkungan keluarga kita mulai, kita didik anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memastikan keamanan rumah sebelum berangkat beribadah.

“Untuk kenyamanan beribadah, sebelum meninggalkan rumah tolong perhatikan semuanya dari bahaya kebakaran dan kamtibmas lainnya,” katanya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat agar peduli terhadap kebersihan dan mulai mengolah sampah dari rumah masing-masing. Jika kita bergerak bersama, persoalan ini bisa kita atasi,” tutupnya.

Sementara itu, pengurus Masjid Nurul Jannah menyampaikan bahwa pembangunan masjid telah dimulai sejak 2021 dan masih dilakukan secara bertahap.

“Atas nama jamaah dan masyarakat sekitar, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota beserta rombongan di masjid kami,” ungkapnya.

Ia menilai bantuan dari pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi pengurus untuk melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kenyamanan jamaah.

“Kami berharap bantuan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan Tim I Safari Ramadan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, sejumlah Kepala OPD, Ketua TP-PKK Ny. Eni Zulmaeta, Kakan Kemenag Kota Payakumbuh, pimpinan BUMD, Camat Payakumbuh Utara, Lurah Tigo Koto Dibaruah, serta tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Jannah. (Jee)

Kapolres Melawi Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

0
Kapolres Melawi Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

MELAWI, metroindonesia.id – Polres Melawi menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat pada bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon bersama Ketua Bhayangkari Polres Melawi, Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana, serta Kapolsek Nanga Pinoh IPTU Jamidi.

Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan pada Senin, (23/02/2026) sore di jalan Provinsi Km. 2 Kecamatan Nanga Pinoh, dengan sasaran para pengendara, masyarakat sekitar, serta warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan berbagi takjil ini kami ingin mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, sekaligus memperkuat silaturahmi,” ujar Kapolres.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa Polri selalu hadir dan siap melayani masyarakat dalam berbagai situasi.

Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Masyarakat tampak antusias menerima takjil yang dibagikan langsung oleh Kapolres Melawi bersama jajaran dan Bhayangkari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara Polri dan masyarakat semakin erat serta mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Melawi selama bulan Ramadhan.

Wako Zulmaeta Serahkan Bantuan Pembangunan Mesjid Baiturrahman

0
Wako Zulmaeta Serahkan Bantuan Pembangunan Mesjid Baiturrahman

Payakumbuh , Metroindonesia.id — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk pembangunan Masjid Baiturrahman, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, saat kunjungan Tim I Safari Ramadan, Senin (23/02/2026).

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam peningkatan sarana dan prasarana ibadah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan mulia. Mari kita tingkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini, semoga kita mendapatkan derajat takwa,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menjelaskan, total bantuan Rp35 juta itu terdiri atas hibah Pemerintah Kota Payakumbuh sebesar Rp25 juta, ditambah dukungan CSR Bank Nagari Rp5 juta dan CSR Perumda Tirta Sago Rp5 juta.

Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan masjid sehingga jamaah semakin nyaman dan khusyuk dalam beribadah.

“Harapan kami, bantuan ini dapat membantu pembangunan Masjid Baiturrahman agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Zulmaeta menegaskan, komitmen Pemko Payakumbuh terhadap penguatan nilai-nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui program pembinaan keagamaan, tetapi juga lewat dukungan terhadap fasilitas ibadah.

Ia menyebutkan, pada 2026 Pemko Payakumbuh mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,532 milyar untuk hibah masjid dan mushalla yang tersebar di seluruh wilayah Payakumbuh.

Dalam kesempatan tersebut, Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama selama bulan Ramadan.

Ia menilai, upaya tersebut tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan memerlukan peran aktif keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter anak.

“Kalau mengandalkan pemerintah saja akan sangat sulit. Makanya dari lingkungan keluarga kita mulai, kita didik anak-anak kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat agar peduli terhadap kebersihan dan mulai mengolah sampah dari rumah masing-masing. Jika kita bergerak bersama, persoalan ini bisa kita atasi,” kata dia.

Sementara itu, pengurus Masjid Baiturrahman Iswardi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Payakumbuh beserta jajaran dalam Safari Ramadan tersebut.

“Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota bersama jajaran yang telah hadir di masjid kami,” ujarnya.

Ia menilai bantuan tersebut menjadi kabar gembira bagi jamaah dan pengurus masjid, sekaligus diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan ini menjadi berkah untuk kita semuanya,” pungkasnya.

Kunjungan Tim I Safari Ramadan itu turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekda Rida Ananda, sejumlah Kepala OPD, Kakan Kemenag Kota Payakumbuh, pimpinan BUMD, Camat Payakumbuh Utara, Lurah Ompang Tanah Sirah, serta tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Baiturrahman. (Jee)

Wawako Payakumbuh Kunjungan Ke Mesjid Al Mukaramah

0
Wawako Payakumbuh Kunjungan Ke Mesjid Al Mukaramah

Payakumbuh, Metroindonesia.id — Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman pimpin Tim II Safari Ramadan Pemko Payakumbuh dalam kunjungan ke Masjid Al Mukarramah, Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (23/2/2026) malam.

Kegiatan berlangsung khidmat dan khusyuk, dihadiri jajaran kepala OPD, tokoh masyarakat, pengurus masjid serta jamaah setempat. Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat silaturahim antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus menyampaikan arah pembangunan Kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Wawako Elzadaswarman menyampaikan jika Ramadan adalah bulan mulia.

“Mari kita tingkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini, semoga kita mendapat derajat takwa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Zulmaeta–Elzadaswarman di Kota Payakumbuh telah memasuki tahun kedua, dengan berbagai dinamika yang dihadapi, termasuk musibah kebakaran Pasar Payakumbuh.

“Pemerintah Kota berkomitmen membangun kembali pasar dengan penataan yang lebih baik serta memohon dukungan dan masukan dari seluruh masyarakat untuk melanjutkan pembangunan, baik secara fisik maupun spiritual,” sampainya.

Terkait persoalan sampah, Elzadaswarman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mulai mengelola sampah dari rumah masing-masing.

“Persoalan sampah yang selama ini menjadi momok bagi kita, perlahan kita carikan solusi dengan melibatkan semua komponen masyarakat untuk bisa mengolah dan mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan komitmen Pemko Payakumbuh dalam menanamkan nilai religius di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pemberian bantuan hibah untuk masjid, mushalla dan lembaga keagamaan di Kota Payakumbuh.

“Tahun ini Pemko menyalurkan Rp1.532.000.000 untuk hibah masjid, mushalla dan lembaga keagamaan yang ada di Kota Payakumbuh. Untuk Masjid Al Mukarramah diberikan bantuan sebesar Rp25.000.000. Semoga bantuan ini dapat membantu pembangunan masjid kita ini,” tuturnya.

Sementara itu, tausiyah Ramadan disampaikan oleh Syafrizal dengan tema “Memaknai Ramadhan untuk Mendapatkan Keberkahan.” Ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.

“Ramadan adalah bulan tarbiyah, bulan pendidikan bagi jiwa. Siapa yang mampu memaknainya dengan sungguh-sungguh, insyaAllah akan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa dan penuh keberkahan,” tutur Syafrizal di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah, memperbanyak sedekah, serta menjaga lisan dan perilaku agar nilai-nilai Ramadhan dapat terus terjaga meski bulan suci telah usai.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan dari Pemko Payakumbuh untuk Mesjid Al Mukarromah senilai Rp25.000.000,-. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kunjungan Safari Ramadhan tersebut, mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan warga dalam membangun Kota Payakumbuh yang religius dan berkemajuan. (Jee)

Pemko Payakumbuh Matangkan Arah Pembangunan Daerah

0
Pemko Payakumbuh Matangkan Arah Pembangunan Daerah

Payakumbuh, Metroindonesia.id — Pemko Payakumbuh terus mematangkan arah pembangunan daerah melalui penyusunan perencanaan yang terukur dan partisipatif.

Hal tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 sekaligus Forum Konsultasi Publik (FKP), digelar di Ruang Pertemuan Riza Falepi, *Balai Kota Payakumbuh* Jumat (20/02/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, dan diikuti oleh para asisten, staf ahli, kepala OPD terkait, camat se-Kota Payakumbuh, serta unsur lembaga dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam paparannya, Rida menyampaikan Forum Perangkat Daerah (FPD) memiliki peran penting dalam memastikan kualitas dokumen perencanaan.

“FPD ini dilaksanakan untuk mempertajam dan menyempurnakan muatan rancangan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah sebelum disampaikan kepada Bappeda untuk diverifikasi,” ujarnya.

Rida menjelaskan penyusunan Renja Tahun 2027 merupakan tindak lanjut dari amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, termasuk evaluasi terhadap rancangan peraturan daerah mengenai rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Selain itu, aturan tersebut mengatur tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, RPJMD dan rencana kerja pemerintah daerah.

Ia menambahkan, penyusunan Renja tersebut juga telah selaras dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD Tahun 2025–2029.

“Setelah ditetapkannya RPJMD 2025–2029 dan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah, maka setiap perangkat daerah wajib menyusun Renja setiap tahunnya,” tambahnya.

Dalam forum ini juga dipaparkan capaian kinerja dan realisasi keuangan Sekretariat Daerah Tahun 2025, serta sejumlah isu strategis yang masih menjadi perhatian.

Rida menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, responsif, dan transparan.

Tak hanya itu, la juga menegaskan bahwa Sekretariat Daerah memiliki fungsi strategis dalam mendukung kepala daerah melalui pengoordinasian kebijakan, pembinaan perangkat daerah, serta pemantauan pelaksanaan program pembangunan.

Ia berharap melalui Forum ini terbangun sinergi yang kuat agar dokumen perencanaan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang partisipatif dan berorientasi pada hasil. Kita ingin program dan kegiatan Tahun 2027 benar-benar berdampak bagi masyarakat Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (Jee)

Pemko Payakumbuh Lakukan Pembenahan Fasilitas Kawasan Balai Kota

0
Pemko Payakumbuh Lakukan Pembenahan Fasilitas Kawasan Balai Kota

Payakumbuh, Metroindonesia.id — Pemko Payakumbuh terus melakukan pembenahan fasilitas di kawasan Balai Kota ex. Lapangan Poliko Jl. Veteran No. 70 sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Kepala Bagian Umum Setda Kota Payakumbuh, Ulfakhri, di ruang kerjanya, Jumat (20/02/2026), mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

“Kami ingin menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, pelayanan harus diberikan secara maksimal, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kualitas layanan yang lebih baik di Balai Kota, termasuk di Mal Pelayanan Publik (MPP),” kata Ulfakhri.

Menurut dia, secara umum fasilitas di lingkungan Balai Kota sudah tergolong baik. Namun demikian, masih diperlukan penyempurnaan di sejumlah titik agar standar pelayanan publik dapat terpenuhi secara optimal.

Ia menilai kenyamanan fasilitas memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan. Karena itu, pembenahan dilakukan secara terencana dan bertahap.

“Pembenahan awal sudah berjalan dan akan dilanjutkan pada aspek fasilitas umum lainnya. Kami ingin kenyamanan ini dapat dirasakan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh aparatur yang bertugas di Balai Kota,” ujarnya.

Selain pembenahan fasilitas dalam ruangan, Pemko Payakumbuh juga melakukan penataan area parkir di kawasan Balai Kota dan MPP. Penataan tersebut dinilai telah membuat kawasan perkantoran menjadi lebih tertib dan rapi.

“Dengan penataan parkir, sekarang sudah lebih rapi. Namun kami tetap meminta kepatuhan masyarakat yang berkunjung ke Balai Kota maupun MPP untuk memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan demi menjaga kenyamanan kita bersama,” imbuhnya.

Ulfakhri mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan dalam tata kelola pelayanan publik.

“Nanti masyarakat dapat melihat perubahan positifnya. Kami berkomitmen menghadirkan perubahan yang berkelanjutan,” katanya.

Selain melakukan peningkatan fasilitas, Pemko Payakumbuh juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan serta kelestarian sarana yang telah disediakan.

“Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar fasilitas yang ada bisa dijaga bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung MPP, Cici (31), warga Kelurahan Limbukan, mengaku merasakan kenyamanan saat mengurus pelayanan di Balai Kota.

Ia menilai suasana ruangan yang sejuk dan kebersihan fasilitas, terutama toilet, menjadi nilai tambah tersendiri, apalagi dalam suasana Ramadan ini.

“Jarang saya temui kantor pelayanan publik dengan toilet yang bersih. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Jee)

Pemko Payakumbuh Pusatkan Aktivitas Pasa Pabukoan Di Jalan Gambir

0
Pemko Payakumbuh Pusatkan Aktivitas Pasa Pabukoan Di Jalan Gambir

Payakumbuh,Metroindonesia.id — Pemko Payakumbuh memusatkan aktivitas Pasa Pabukoan Ramadan 1447 Hijriah di Jalan Gambir, area bekas Gedung Bioskop Karya, untuk menjaga kelancaran kegiatan ekonomi UMKM, sekaligus menyesuaikan kondisi pusat kota pascakebakaran Pasar Utama Blok Barat.

“Tahun ini kita memindahkan lokasi Pasa Pabukoan ke Jalan Gambir karena di Jalan Sutan Usman saat ini telah berdiri kios sementara bagi para pedagang korban kebakaran Pasar Utama Blok Barat. Pemerintah tentu memprioritaskan keberlangsungan usaha saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat meninjau lokasi Pasa Pabukoan, Kamis (19/02/2026).

Zulmaeta meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Menurut Zulmaeta, Pemko Payakumbuh mengambil kebijakan tersebut agar seluruh aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib dan tidak saling mengganggu, mengingat Jalan Sutan Usman saat ini menjadi titik relokasi sementara pedagang yang terdampak musibah kebakaran.

Ia menegaskan Pemko Payakumbuh ingin memastikan seluruh pelaku usaha tetap mendapatkan ruang untuk berdagang, baik pedagang korban kebakaran maupun pedagang Pasa Pabukoan yang setiap tahun menggantungkan pendapatan pada momen Ramadan.

“Kita ingin semua pedagang sama-sama mendapatkan ruang untuk berusaha. Dengan kondisi Jalan Sutan Usman yang saat ini difungsikan untuk relokasi sementara, maka Jalan Gambir menjadi alternatif terbaik agar Pasa Pabukoan tetap berjalan dengan baik dan lebih tertata,” ujarnya.

Zulmaeta menyebut pemindahan lokasi juga bertujuan menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat yang berburu takjil, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di pusat kota.

Ia mengatakan Pasa Pabukoan telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Payakumbuh setiap Ramadan. Selain itu, kegiatan tersebut ikut mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM kuliner.

“Pasa Pabukoan ini bukan hanya tradisi Ramadan, tetapi bentuk komitmen Pemko Payakumbuh dalam mendukung pelaku UMKM. Kami berharap para pedagang menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan ini memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata dia.

Zulmaeta juga meminta pedagang mematuhi aturan yang telah disepakati, termasuk menjaga kebersihan lokasi, menata dagangan sesuai area kios, serta tidak mengganggu fasilitas umum.

Selain itu, ia mengingatkan pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, terutama karena Pasa Pabukoan menjadi tempat masyarakat membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

“Saya juga mengingatkan pedagang agar menjaga kebersihan, menjaga higienitas makanan, dan memastikan takjil yang dijual aman serta layak konsumsi. Kita juga berharap perputaran ekonomi selama Ramadan tetap hidup, UMKM tumbuh, dan masyarakat tetap punya ruang yang nyaman untuk berbelanja kebutuhan berbuka,” kata dia.

Zulmaeta mengatakan Pemko Payakumbuh akan terus mengevaluasi pelaksanaan Pasa Pabukoan, termasuk dari sisi kenyamanan, kebersihan, hingga dampak ekonomi bagi pedagang.

“Kita ingin ekonomi warga tetap bergerak. Pedagang korban kebakaran kita fasilitasi, Pasa Pabukoan juga tetap berjalan. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Khalid Zamri mengatakan jumlah kios Pasa Pabukoan tahun ini mengalami pengurangan dibandingkan tahun 2025.

“Tahun ini kami menyiapkan 111 kios untuk pedagang. Dari jumlah itu, 91 pedagang sudah mendaftar melalui bidang pasar pada Dinas Koperasi dan UKM. Namun pada hari pertama peresmian, baru 81 pedagang yang hadir mengisi kios yang telah mereka pesan,” kata Khalid.

Khalid menjelaskan pengurangan jumlah kios dilakukan menyesuaikan ketersediaan lahan serta kebutuhan penataan agar aktivitas jual beli tetap berjalan tertib dan nyaman.

Khalid juga menjelaskan Pemko Payakumbuh menggunakan lahan milik warga bernama Eni sebagai lokasi pelaksanaan Pasa Pabukoan Ramadan 1447 Hijriah.

“Lahan yang digunakan tahun ini merupakan milik Ibu Eni. Pemko Payakumbuh meminjam lahan tersebut selama bulan suci Ramadan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tahunan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya telah menyiapkan mekanisme pendaftaran, penataan kios, serta pendataan pedagang untuk memastikan pembagian kios berjalan transparan dan adil.

“Harap kita pemusatan lokasi Pasa Pabukoan tahun ini mampu menghadirkan suasana yang lebih tertib dan nyaman, sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi pedagang kuliner yang memanfaatkan momen Ramadan,” pungkasnya. (Jee)

Sekda Rida Sampaikan Jawaban Wali Kota Atas Pandangan Umum Fraksi

0
Sekda Rida Sampaikan Jawaban Wali Kota Atas Pandangan Umum Fraksi

Payakumbuh, Metroindonesia.id — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Sekda Rida Ananda menyampaikan jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Payakumbuh terhadap empat Ranperda dalam Rapat Paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD setempat, Kamis (19/02/2026).

“Setelah kami mendengar dan membaca secara seksama pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap empat buah Ranperda, dapat kami simpulkan bahwa kita mempunyai persepsi dan komitmen yang sama terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kota Payakumbuh,” kata Sekda Rida Ananda.

Rida menilai seluruh pandangan umum fraksi memuat masukan yang penting dalam penyempurnaan Ranperda, sekaligus menjadi bagian dari penguatan kualitas kebijakan daerah.

“Kami sangat menyadari sepenuhnya bahwa pandangan umum yang disampaikan tersebut merupakan masukan, saran dan kritikan yang sifatnya membangun,” ujarnyanya.

Ia menegaskan Pemko Payakumbuh menjadikan masukan DPRD sebagai bahan evaluasi dalam pembahasan lanjutan agar regulasi yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Masukan itu juga menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk penyempurnaan empat ranperda dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah ke depan dengan lebih baik,” ucapnya.

Dalam rapat paripurna tersebut, Rida menyampaikan tanggapan Wali Kota terhadap empat Ranperda yang tengah dibahas, yakni Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Payakumbuh 2018–2038.

Kemudian Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Lembaga Kemasyarakatan, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum.

Dia menekankan, catatan yang disampaikan DPRD menunjukkan perhatian serius legislatif terhadap kualitas regulasi yang akan ditetapkan.

“Tanggapan dan masukan dari DPRD ini, harus kita sikapi bersama-sama secara arif dan bijak,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pembahasan Ranperda harus diarahkan untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semua itu demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan Kota Payakumbuh yang kita cintai,” katanya.

Rida berharap kemitraan antara pemerintah daerah dan DPRD semakin solid dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Mudah-mudahan ke depan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah dengan kemitraan yang sejajar semakin terjalin sinergitas dalam menjalankan amanah rakyat Kota Payakumbuh yang kita emban bersama,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, pemerintah daerah telah memberikan jawaban atas pemandangan umum seluruh fraksi, meskipun ia memahami masih terdapat hal-hal yang memerlukan pendalaman.

Namun Rida mengakui, jawaban yang disampaikan belum tentu dapat memenuhi seluruh harapan anggota DPRD.

“Kami menyadari bahwa jawaban dan tanggapan tersebut belum sepenuhnya dapat memuaskan semua anggota DPRD yang terhormat,” ujarnya.

Rida memastikan pembahasan rinci terhadap substansi Ranperda akan dilanjutkan melalui rapat kerja sesuai jadwal yang telah disepakati.

“Insyaa Allah dalam rapat kerja yang telah dijadwalkan dapat kita jawab secara tuntas dan kita diskusikan secara bersama-sama,” pungkasnya. (MC)