Mercedes-Benz Vietnam (MBV) meluncurkan lima model baru secara bersamaan dalam acara bertajuk “The Icons, Electrified” di Ho Chi Minh City. Harga kendaraan yang diperkenalkan berada pada rentang 1,59 miliar hingga 8,99 miliar VND, menjadi bagian dari pembaruan rangkaian produk di tengah persaingan mobil mewah yang memanas.
CLA 200 listrik hingga PHEV
Model yang paling disorot adalah Mercedes-Benz CLA 200 generasi baru bertenaga listrik. Sedan listrik kompak seharga 1,59 miliar VND itu menjadi mobil listrik Mercedes-Benz dengan harga terendah di Vietnam. Model ini menyasar konsumen muda lewat desain, sistem operasi MB.OS, dan arsitektur kelistrikan 800 volt. Motor di roda belakang menyuplai 224 tenaga kuda, dipadukan dengan baterai 58 kWh. Berdasarkan siklus WLTP, jarak tempuhnya mencapai 542 km dalam sekali pengisian penuh.
MBV juga menambahkan teknologi plug-in hybrid (PHEV) pada dua model yang sudah dikenal, GLC dan E-Class. GLC 350 e 4MATIC berharga 2,999 miliar VND memadukan mesin bensin dan motor listrik dengan total 313 tenaga kuda. Spesifikasi yang dipublikasikan menyebut SUV ini dapat menempuh 128 km hanya dengan tenaga listrik.
E 350 e, sedan mewah ukuran menengah seharga 3,399 miliar VND, memakai sistem hybrid serupa. Tenaganya 313 tenaga kuda dengan jangkauan listrik murni 97-116 km. Kedua model PHEV itu bisa diisi daya dari sumber listrik eksternal, memakai listrik untuk perjalanan pendek, dan mengandalkan mesin bensin untuk jarak jauh.
Pilihan hybrid sampai edisi terbatas
Teknologi PHEV juga merambah sedan kelas atas dan ultra-mewah melalui S 580 e 4Matic seharga 6,189 miliar VND dan Mercedes-Maybach S 580 e seharga 8,899 miliar VND. Keduanya menawarkan pilihan hibrida bensin-listrik.
Lini S-Class dan Maybach tetap memiliki versi mesin bensin, yaitu S 450 4MATIC seharga 5,429 miliar VND dan Maybach S 480 seharga 8,639 miliar VND. MBV turut menghadirkan GLS 450 4MATIC Edition 140 dengan harga 6,068 miliar VND. Model ini dibatasi 30 unit di Vietnam untuk merayakan 140 tahun merek tersebut.
Strategi di tengah pasar yang melambat
Menurut RakyatPos Network, peluncuran bersamaan itu menunjukkan Mercedes berusaha menyegarkan jajaran produknya saat segmen mobil mewah Vietnam menunjukkan tanda-tanda stagnasi. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan desain, teknologi, dan sistem penggerak, termasuk dari merek yang sudah dikenal. Kondisi itu menekan produsen untuk terus berinovasi agar keunggulan kompetitifnya terjaga.
Mercedes-Benz tidak hanya mengejar kendaraan listrik murni. Mereka memilih pendekatan lebih beragam dengan menggabungkan beberapa teknologi elektrifikasi pada model-modelnya. RakyatPos Network menilai langkah itu sejalan dengan infrastruktur pengisian daya di Vietnam yang belum merata dan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda.
CLA listrik diposisikan bagi pengguna muda yang melek teknologi, sementara GLC dan E-Class PHEV ditujukan untuk mereka yang ingin merasakan berkendara listrik tanpa kehilangan fleksibilitas mesin bensin.
Rangkaian baru itu menunjukkan Mercedes-Benz berupaya lebih jauh mengikuti tren elektrifikasi di pasar mobil mewah Vietnam. Apakah langkah ini akan meningkatkan daya tarik merek masih bergantung pada waktu dan penerimaan konsumen.