Gagal Total di Depan Pendukung Sendiri: Philadelphia Union vs New England Berakhir 2-1, Rekor 15 Laga Tanpa Kalah Resmi Runtuh
Metro Indonesia – 25 Oktober 2026 | Laga Philadelphia Union vs New England di Subaru Park, Chester, Pennsylvania, berakhir dengan cerita pahit bagi tuan rumah. The Union harus mengakui keunggulan New England Revolution dengan skor 2-1 pada Sabtu malam waktu setempat, sekaligus mengakhiri rekor 15 pertandingan tanpa kalah mereka di kompetisi liga. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Philadelphia sejak tumbang 6-4 di markas Inter Miami pada 24 Mei lalu.
Pertandingan Philadelphia Union vs New England sebenarnya berjalan cukup seimbang di babak pertama. Tuan rumah tampil agresif dan mencatat 11 tembakan berbanding 7 milik tim tamu, meski New England unggul tipis 4-3 dalam hal tembakan tepat sasaran. Quinn Sullivan, yang masuk ke starting line-up menggantikan Cavan Sullivan yang absen akibat cedera pergelangan kaki, langsung mengambil peran sebagai motor serangan dan tampil percaya diri sejak menit awal.
Namun, penyelesaian akhir menjadi mimpi buruk bagi pasukan Ryan Richter. Frankie Westfield membentur mistar gawang pada menit ketiga, Milan Iloski gagal menuntaskan peluang emas pada menit ke-22, dan kembali membuang kesempatan pada menit ke-43 ketika ia memilih mengoper kepada Indiana Vassilev alih-alih melepaskan tembakan sendiri. Keputusan itu berbuah petaka.
Hukuman datang tiga menit memasuki injury time babak pertama. Berawal dari tendangan bebas New England, bola yang gagal disapu dengan baik oleh lini belakang Union jatuh ke kaki Carles Gil. Sang playmaker veteran melepaskan umpan matang ke kotak penalti kecil, disambut sundulan Peyton Miller, bek muda berusia 18 tahun, yang mengarahkan bola ke mulut gawang. Dor Turgeman pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol ke-10 di musim penuh pertamanya di liga. Assist Miller tersebut menjadi rekor pribadinya musim ini dengan total delapan assist, sementara bagi Gil itu adalah assist ke-12 musim ini dan ke-99 sepanjang kariernya.
Babak kedua berlangsung semakin panas. Wasit Malik Badawi mengeluarkan tiga kartu kuning dalam rentang empat menit, dari menit ke-61 hingga ke-65, untuk Bruno Damiani, Jovan Lukić, dan pemain New England Jackson Yueill. Lukić bahkan berpotensi mendapat kartu merah karena menekel Dániel Gazdag dari belakang.
Di tengah tekanan tuan rumah, Philadelphia Union vs New England kembali berbalik arah pada menit pertama injury time babak kedua. Carles Gil mencetak gol kedua tim tamu lewat titik penalti setelah dilanggar oleh bek muda Union, Neil Pierre. Gol tersebut menjadi rekor pribadi Gil dengan 13 gol dalam satu musim. Kiper Matt Turner tampil gemilang dengan enam penyelamatan, meski catatan clean sheet-nya gagal terwujud.
Pierre menebus kesalahannya di menit ke-12 injury time. Berawal dari umpan Kai Wagner, ia mencetak gol hiburan sekaligus gol kelimanya di musim reguler MLS, memperpanjang rekor gol terbanyak dalam satu musim oleh seorang bek di klub tersebut. Namun waktu tak berpihak pada Union, dan skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Dengan hasil ini, Philadelphia Union vs New England menjadi gambaran penting bagi kedua tim menjelang kemungkinan bertemu lagi di babak playoff bulan depan. New England (17-10-4) kini melompati Inter Miami dalam perebutan unggulan kedua Wilayah Timur, sekaligus menyapu bersih dua pertemuan musim ini setelah menang 2-1 di kandang pada awal Mei. Revolusi menang tiga laga beruntun dan enam dari delapan pertandingan terakhir, dengan rekor tandang 7-7-2.
Sementara itu, Philadelphia Union (13-11-7) harus menelan kenyataan pahit setelah mencatat 12 kemenangan dan 3 imbang sejak menyerahkan kendali kepada pelatih interim Ryan Richter pada jeda Piala Dunia. Andre Blake tampil cukup baik dengan enam penyelamatan, tetapi tak mampu menahan gempuran tim tamu.
Kekalahan ini juga menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Union yang kini masih berburu tiket playoff. Pasukan Boys in Blue akan melakoni dua laga tandang di Wilayah Timur untuk menutup Oktober, dimulai dengan menghadapi juara Supporters’ Shield Nashville SC pada Rabu, 28 Oktober pukul 20.30 ET, sebelum bertandang ke Cincinnati pada sore Halloween. Sementara New England akan menjamu New York Red Bulls pada Rabu mendatang.
Secara keseluruhan, Philadelphia Union vs New England menjadi pengingat keras bahwa rekor impresif tak menjamin apa pun di lapangan. Efisiensi New England dalam memanfaatkan peluang, ditambah ketenangan Carles Gil di momen-momen krusial, menjadi pembeda utama. Bagi Union, laga ini harus menjadi cermin untuk memperbaiki ketajaman lini depan jika mereka ingin tetap kompetitif di fase gugur nanti.