Seorang narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup karena pembunuhan gagal membatalkan larangan Vegemite di penjara negara bagian Victoria, Australia. Andre McKechnie, 55 tahun, berargumen bahwa larangan memakan olesan ragi tersebut melanggar hak asasinya untuk menikmati budayanya sebagai warga Australia, namun Mahkamah Agung Victoria menolak tantangan itu pada Senin.
McKechnie membawa persoalan ini ke pengadilan tahun lalu dengan dalil bahwa penolakan pihak penjara membuatnya kehilangan hak berdasarkan Piagam Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Tanggung Jawab, yakni hak untuk menikmati budayanya sebagai orang Australia dalam kebersamaan dengan orang lain yang berlatar belakang Australia. Dalil itu tercantum dalam dokumen pengadilan.
Hakim Claire Harris menerima bahwa keputusan otoritas penjara untuk tidak mengizinkan McKechnie mendapatkan Vegemite memang membatasi hak budayanya menurut piagam tersebut. Namun ia menilai larangan itu dapat dibenarkan karena bertujuan mencapai sasaran pihak berwenang, yaitu membersihkan sistem penjara dari narkotika dan alkohol ilegal.
“Keterbatasan kemampuan Tuan McKechnie untuk menikmati Vegemite dalam komunitas dengan orang lain yang berlatar belakang Australia adalah karena dia adalah seorang tahanan,” tulis Harris dalam putusan setebal 47 halaman.
Anjing pelacak dan risiko alkohol
Dalam persidangan pada Juli, pejabat penjara bersaksi bahwa Vegemite telah dilarang di 12 penjara negara bagian itu selama 20 tahun terakhir. Alasannya, produk tersebut berpotensi mengganggu kemampuan anjing pelacak mendeteksi narkotika dan bisa dipakai membuat alkohol karena kandungan raginya. Manajer departemen penjara, Kevin White, mengutip penelitian yang tersedia untuk publik bahwa Vegemite membantu bir buatan sendiri berfermentasi lebih cepat.
McKechnie, yang membela dirinya sendiri melalui tautan video dari Penjara Barwon dengan keamanan maksimum di sebelah barat Melbourne, berargumen bahwa New South Wales tidak melarang Vegemite masuk penjara. Menurutnya, fakta itu membuktikan ada “cara yang tidak terlalu membatasi yang tersedia secara wajar” untuk mencapai hasil yang sama soal narkoba dan alkohol.
Ia juga menilai Vegemite “tidak mengandung ragi hidup” dan menyebut buah apa pun akan lebih berguna untuk membuat alkohol daripada olesan tersebut. Terkait anggapan bahwa Vegemite bisa dipakai menyamarkan barang selundupan, ia mengutip artikel surat kabar Melbourne pada 2017 tentang gagalnya upaya seorang pria memakai bau Vegemite untuk menutupi narkotika yang hendak diselundupkan ke sebuah festival musik di Victoria. Upaya itu digagalkan anjing pelacak polisi. Hakim sendiri menguatkan argumen otoritas penjara bahwa McKechnie gagal memberi dasar yang memadai bagi pendapatnya.
Klaim soal tiamin dan budaya Australia
McKechnie awalnya bersaksi bahwa kekurangan Vegemite membuatnya kekurangan tiamin. Menurutnya, Vegemite dan daging babi sama-sama sumber tiamin atau vitamin B1. Ia menyebut dirinya seorang Yahudi yang menaati hukum halal sehingga tidak boleh makan daging babi, dan karena itu mengonsumsi suplemen vitamin setiap hari. Namun ia kemudian menganggap persoalan tiamin itu “tidak penting” setelah pengacara otoritas penjara menolak bukti yang ia ajukan.
Di persidangan, McKechnie mengatakan tidak bisa makan Vegemite membuatnya “kehilangan kemampuan untuk mempraktikkan budaya Australia, sedih dan terputus dari keluarga dan komunitas saya.” Hakim menanggapi bahwa sulit menerima ketidakmampuan mengonsumsi Vegemite, dan bukan fakta pemenjaraan, sebagai penyebab utama kesedihan dan terputusnya hubungan McKechnie dengan keluarga serta komunitasnya.
Ia juga merujuk artikel jurnal studi makanan Gastronomica tahun 2003 yang menyebut Vegemite mungkin merupakan prediktor terbaik identitas nasional pangan di dunia. Artikel itu berdasarkan riset Universitas Queensland tahun 1995 yang menemukan bahwa kegemaran pada olesan tersebut berkorelasi kuat dengan paparan sejak dini serta kelahiran dan keturunan Australia. McKechnie turut menyinggung keputusan Komite Olimpiade Australia yang mencabut larangan impor Vegemite dari Tiongkok menjelang Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing, serta lagu hit internasional era 1980-an “Down Under” dari band Men at Work yang menyebut “Vegemite sandwich”.
Mayoritas warga Australia menganggap Vegemite sebagai ikon kuliner yang sering dituduh tidak enak, dan lebih dari 80 persen rumah tangga di negara itu diperkirakan menyimpan sebotol di dapur. Presiden Amerika Serikat terakhir yang mengunjungi Australia, Barack Obama, pernah berkomentar singkat: “It’s horrible.”
Pemilik Vegemite, Bega Group, tidak menanggapi permintaan komentar pada Senin.