Kyle Larson, pembalap Chevrolet No. 5 HendrickCars.com, memenangi NASCAR Cup Series YellaWood 500 di Talladega Superspeedway, Alabama, pada 25 Oktober 2026, setelah melesat dari posisi ke-11 ke posisi pertama dalam sekitar 10 detik saat bel berbunyi. Balapan itu menyajikan mobil terbalik dan mobil mengudara, tetapi juga memicu kritik karena aksi penghematan bahan bakar massal dan hasil akhir yang dipertanyakan.
Penghematan bahan bakar yang dikritik
Dalam kolom Monday Morning Pit-Stop yang ditulis Zach Dean untuk OutKick, Tahap I balapan di Talladega disebut sebagai salah satu pemandangan paling memalukan dalam sejarah NASCAR, khususnya di superspeedway. Menurut Dean, hampir seluruh peserta, kecuali satu pembalap RFK, memilih menghemat bahan bakar pada tahap pembuka agar tidak perlu masuk pit. Alasannya, kombinasi mobil saat ini dan panjang tahapan membuat balapan nyaris mustahil diselesaikan tanpa kehabisan bahan bakar.
Dean menilai para pembalap membenci situasi itu, tetapi tidak punya banyak pilihan. Ia mengutip pernyataan Denny Hamlin setelah balapan: “ini adalah mobil sport yang tidak dimaksudkan untuk melaju dengan kecepatan 200mph.” Menurut Dean, itulah yang tercipta dari kombinasi mobil dan tahapan di superspeedway: pembalap harus berlari lambat, bertahan di dalam draft, dan menghemat bahan bakar sebanyak mungkin.
Selama balapan, Hamlin juga mengeluh melalui radio. “Ini benar-benar hal yang gila,” katanya. “Ini seperti Pengalaman Mengemudi Richard Petty di balapan!” Dean menyebut perbandingan itu tepat karena dalam pengalaman tersebut kecepatan mobil dibatasi sekitar 175 mph. Ia menegaskan hal semacam itu tidak semestinya terjadi di Talladega atau Daytona, dua trek yang disebutnya terbaik milik NASCAR.
Dean juga menyoroti reaksi para pembalap yang mengejek situasi itu melalui radio. Ia menilai mobil Next Gen sangat mengecewakan, sangat rusak, dan jauh dari citra seri ini pada masa lalu. Bahkan, ia mempertanyakan arah NASCAR jika masalah ini tidak diperbaiki. Dean menilai hasil akhir dramatis di Talladega pun tidak cukup untuk menyelamatkan NASCAR pada pekan tersebut.
Kontroversi garis kuning dan kecelakaan
Kemenangan Larson tidak luput dari pertanyaan apakah ia berada di bawah garis kuning saat merebut posisi terdepan. Dean menyebut posisi Larson sangat dekat, tetapi ia menilai NASCAR mengambil keputusan yang tepat karena ban mobil Larson tetap berada di jalurnya, meski hanya sedikit. Ia mengakui jarang memihak NASCAR, namun menegaskan keadilan harus tetap ditegakkan.
Balapan juga diwarnai kecelakaan yang melibatkan Joey Logano dan Riley Herbst. Logano, pembalap Ford Shell Pennzoil No. 22, terbalik dan mendarat di tudung mobilnya. Dean menyebut insiden Logano mendapat banyak perhatian, tetapi benturan yang dialami Herbst disebutnya paling keras pada musim NASCAR 2026.
Menurut Dean, Herbst baik-baik saja. NASCAR memang tampak butuh waktu lama untuk menghubunginya, dan timnya terlihat frustrasi melalui radio, tetapi Herbst berbicara setelah balapan dan kondisinya tampak baik. Dean menyebut benturan semacam itu membuatnya takut setiap kali melihatnya, dan perhatiannya langsung tertuju pada Herbst yang berada di atas Logano.
Dean menambahkan, mobil yang terbalik dan kapnya terbuka umumnya dalam kondisi baik-baik saja. Sebaliknya, mobil yang menabrak dinding dengan kecepatan 190 mph biasanya tidak. Karena itu, ia menilai NASCAR seperti menghindari peluru dalam insiden tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa Ryan Blaney telah mengalami beberapa benturan serupa selama bertahun-tahun.
Rating televisi dan jadwal
Dean menilai masalah NASCAR lebih luas dari sekadar hasil balapan. Ia menyebut balapan Piala di Phoenix pada pekan sebelumnya hanya menarik 1,2 juta penonton, angka yang disebutnya mengkhawatirkan. Menurut dia, NASCAR tidak boleh berada dalam situasi kalah dari WNBA, dan masalah itu tidak bisa dianggap remeh. Dean menilai penonton akan berpindah saluran, dan menurutnya hal itu sudah terjadi.
Ia mengaitkan penurunan itu dengan beberapa faktor. Pertama, kesepakatan TV dinilai buruk karena menghasilkan banyak uang, tetapi eksposurnya minim. Dean menyebut hanya delapan balapan yang ditayangkan di jaringan TV musim ini, termasuk Talladega: enam di FOX dan dua di NBC. Sebelum balapan di NBC pada Minggu, hanya ada satu balapan di jaringan TV sejak musim semi, yakni Daytona pada Agustus.
Kedua, jadwal dinilai keliru, bukan soal treknya, melainkan waktu dalam setahun. NASCAR menempatkan 10 balapan “Chase” berhadapan dengan sepak bola perguruan tinggi dan NFL. Dean menyebut tidak ada olahraga yang akan menang dalam pertarungan itu, apalagi NASCAR. Ia mengingatkan Chase Elliott sudah menyerukan agar musim berakhir sekitar akhir pekan Hari Buruh, dan menurut Dean seruan itu masih relevan.
Ketiga, Dean menilai mobil Next Gen tidak disukai penggemar maupun pembalap. Mobil itu disebut sulit untuk menyalip, didorong, dan sangat buruk dalam penghematan bahan bakar, serta sulit berlari di “udara kotor”. Menurut Dean, penggemar menyadari dampaknya dan kehilangan minat.
Ia juga berpendapat seri ini kehilangan daya tarik bintang setelah Jeff Gordon, Dale Jr., dan Tony Stewart meninggalkan ajang dalam satu dekade terakhir. Selain itu, ia menilai “playoff” kurang dramatis karena tidak ada lagi balapan eliminasi yang disukai penggemar berat, meski penggemar biasa mungkin tidak menyadarinya.
Meski demikian, Dean tetap memberi selamat kepada Larson yang disebutnya menang dengan cara mendebarkan dan kemungkinan menjadi juara dalam dua minggu. Balapan berikutnya adalah Martinsville.