Herman Menilai Rekruitmen Dan Penempatan Kepsek SMA/SMK Perlu Di Evaluasi

84 / 100
PONTIANAK-KALBAR , Metroindonesia.id – Ketua Borneo Education Care, Herman Hofi Munawar menilai penempatan Kepala SMA/SMK di Kalbar kurang tepat dan perlu di evaluasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Herman Hofi Munawar saat dihubungi metroindonesia.id via WhatsApp pada Minggu (7/9) malam. Menurutnya, untuk penempatan Kepala Sekolah perlu memperhatikan latar belakang kualifikasi akademik.

“Hal yang paling urgen bagi seorang kepala sekolah yaitu harus memahami betul proses dunia pendidikan dan memiliki leadership skill,” ujar Herman saat dihubungi via pesan WhatsApp, Minggu (9/7) malam.

Pendidikan
Gambar: Istimewa

Lanjutnya, kepala sekolah harus mampu menginsipirasi orang lain agar mau bertindak sesuai rencana demi mencapai tujuan, terlebih dalam dunia pendidikan.

“Termasuk dalam penunjukan atau menempatkan kepala dinas juga harus punya pemahaman secara mendalam tentang “roh dunia pendidikan,” pungkasnya.

“Jadi, tidak bisa hanya asal tunjuk walaupun melalui mekanisme tertentu,” kata Herman.

IMG 20230709 204846
Gambar: Istimewa

Dikatakan Herman, latar belakang kualifikasi akademik sangat penting, sebab akan sangat mempengaruhi kualitas pendidikan itu sendiri.

“Penempatan seorang pemimpin yang memiliki skill leadership yang lemah akan berdampak terhadap produktifitas, apalagi dalam mengelola pendidikan,” tegasnya.

“Sebagai anekdot, jika tenaga medis/dokter salah diagnosa, salah treatment, salah resep, salah minum obat, hanya pasien itu saja yang akan menjadi korban. Beda halnya jika dalam dunia pendidikan,” ujarnya lagi.

IMG 20230709 204831
Gambar: Istimewa

Herman menambahkan, apabila guru salah dalam proses pendidikan maka banyak sekali efek yang muncul dan bukan hanya pada peserta didik saja yang terdampak, namun efek itu akan berpengaruh pada orang lain, bahkan akan berdampak pada beberapa generasi ke depan.

“Idealnya, seorang kepala sekolah harus berlatar belakang pendidikan/tenaga kependidikan. Sehingga “roh pendidikan” akan masuk betul dalam berbagai kebijakannya,” kata dia.

“Kalau latar belakang pendidikan sarjananya bukan kependidikan akan berbeda sudut pandang terhadap dunia pendidikan. Misalnya Sarjana Pertanian, Sarjana Sosial atau sarjana lainnya,” tutupnya.