Air Kali Wrati di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, terlihat menghitam dan mengeluarkan bau busuk menyengat, Selasa (27/10). Selain itu, eceng gondok yang memenuhi sebagian aliran sungai menambah persoalan lingkungan yang dikeluhkan warga setempat.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kondisi tersebut. Dugaan masuknya limbah industri ke aliran Kali Wrati juga dinilai perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian kualitas air oleh instansi berwenang.
Ketua Forum DAS Wrati soroti lambatnya tindak lanjut
Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, mengatakan keluhan warga merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang merasa terabaikan. Menurutnya, persoalan Kali Wrati mencerminkan kondisi masyarakat yang merasa terdampak aktivitas industri, tetapi hingga kini belum memperoleh penyelesaian yang jelas.
Henry menuturkan, Forum DAS Wrati telah mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut atas surat tersebut. Ia juga menyebut audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan BBWS di Surabaya sudah dilakukan, dan pihaknya menerima jawaban bahwa persoalan itu akan segera ditindaklanjuti.
“Jawabannya, ‘Akan segera kami tindak lanjuti.’ Namun, kenyataannya, sampai warga mengeluhkan bau yang menyengat, juga belum jelas tindakannya,” ungkap Henry kepada Radar Indonesia Online.
Pernyataan itu, menurut Henry, menunjukkan harapan Forum DAS Wrati agar persoalan lingkungan ini tidak berhenti pada penyampaian janji, melainkan diikuti langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat.
Warga menanti tindakan nyata
Keluhan soal air sungai yang menghitam, bau busuk, serta pertumbuhan eceng gondok dinilai membutuhkan penanganan menyeluruh. Pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi pengelola sumber daya air diharapkan berkoordinasi untuk memeriksa kondisi sungai, menelusuri sumber dugaan pencemaran, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka.
Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pencemaran atau pelanggaran, tindakan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Warga juga berharap ada kepastian mengenai langkah penanganan dan jadwal tindak lanjut, sehingga persoalan Kali Wrati tidak terus berlarut-larut.
“Bapak-bapak, sampai kapan kita harus menerima bau busuk dari Kali Wrati?” Pertanyaan itu menjadi gambaran keresahan warga yang menantikan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.
Kali Wrati membutuhkan perhatian serius. Masyarakat kini menunggu tindak lanjut nyata dari pihak-pihak terkait demi pemulihan kualitas lingkungan dan perlindungan warga yang terdampak.