Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman, mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Jawa Barat berlangsung hingga Maret 2026.
Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Depok untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujar Abdul Rahman, Rabu (14/01/26).
Ia meminta seluruh wilayah, mulai dari camat hingga lurah, untuk turut melakukan pengawasan dan kesiagaan terhadap kemungkinan bahaya akibat tingginya curah hujan, seperti banjir, longsor, serta pohon tumbang.
“Kami juga mengimbau agar dapat melakukan pemantauan dan upaya pencegahan di titik rawan banjir, serta rutin melaporkan kondisi wilayah terkait maupun potensi dampak yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Selain itu, Abdul Rahman juga berharap camat dan lurah aktif memberikan edukasi dan menghimbau kepada masyarakat agar melakukan langkah siaga menghadapi cuaca ekstrem.
“Pencegahan dapat dilakukan dengan normalisasi aliran sungai dan drainase, pemangkasan pohon pohon tua yang berpotensi tumbang, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan dengan intensitas tinggi,” ungkapnya.
DLHK Kota Depok mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan demi meminimalisir risiko bencana selama musim hujan berlangsung.