Potong Rambut Siswa, Guru Jadi Viral

82 / 100
  • Klarifikasi Terkait Viralnya Informasi Pemotongan Rambut Pelajar Secara Tidak Wajar Yang dilakukan Guru
Kab. Samosir | metroindonesia.id – Kantor Polres Samosir mendadak ramai terkait viralnya berita/informasi guru potong rambut siswa secara tidak wajar.

Pada hari Kamis tanggal 07 September 2023, Polres Samosir mengklarifikasi terkait viralnya berita/informasi mengenai pemotongan rambut siswa secara tidak wajar oleh seorang guru di SMPN 1 Sianjur Mulamula.

Klarifikasi ini bertempat di ruang kerja Wakapolres Samosir.

Kegiatan klarifikasi ini dihadiri oleh beberapa pihak yakni Wakapolres Samosir Kompol S.T Panggabean S.H, Kepala Sekolah SMPN 1 Sianjur Mulamula Teksin Oberia Simbolon S.Pd, Ketua PGRI Kab. Samosir Ruminsar Sinaga, S.Pd., M.Pd, Guru JT yang melakukan potong rambut, IM orang tua siswa yang terkena dampak, JS siswa yang mengalami potong rambut, Kapolsek Harian, dan KBO Sat Intelkam Polres Samosir.

potong
Wakapolres bersama siswa yang dipotong rambut

Menurut Guru berinisial JT bahwa dia telah potong rambut siswa JS dengan bentuk tidak wajar bertujuan mendisiplinkan siswa tersebut, setelah sebelumnya memberikan nasihat untuk merapikan rambut. Potong rambut ini terjadi pada hari Selasa tanggal 05 September 2023 pada saat jam pelajaran olahraga.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Sianjur Mula-Mula telah dilakukan mediasi pada hari Rabu tanggal 6 September 2023, Kepala Sekolah telah memediasi pertemuan antara guru JT dan orang tua siswa JS. Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan, dan guru JT membuat surat pernyataan permohonan maaf kepada siswa JS dan keluarganya atas tindakan yang dianggap tidak wajar.

Kemudian, pada hari yang sama (Rabu, 6 September 2023), dilakukan juga mediasi di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Samosir antara guru JT dan keluarga siswa JS, Hasilnya kedua belah pihak menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan, dan membuat surat pernyataan permintaan maaf yang disaksikan oleh Kepala sekolah dan Kepala dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kab.Samosir.

Potong
Persoalan sudah clear, masyarakat diminta untuk tidak viralkan

Meskipun orang tua siswa JS awalnya keberatan dengan pemotongan rambut yang dianggap tidak wajar, mereka akhirnya memaafkan setelah dua kali perdamaian di sekolah dan kantor dinas pendidikan Kab.Samosir.

Dari mediasi ini menghasilkan surat pernyataan permintaan maaf dari guru JT kepada siswa JS dan keluarga besar JS atas tindakan yang dianggap berlebihan dengan memangkas rambut dengan bentuk tidak wajar.

Putusan PN Payakumbuh 32/Pid.Sus/2021 Pyh Batal

Orang tua siswa JS mengucapkan terima kasih kepada Polres Samosir atas klarifikasi ini dan berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali kepada pelajar.

Wakapolres Samosir menyatakan bahwa “klarifikasi ini dilakukan sebagai respons terhadap informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait pemotongan rambut siswa secara tidak wajar.

Setelah klarifikasi bahwa kedua belah pihak sudah 2 kali di mediasi dan saling memaafkan. Kepada masyarakat diharapkan untuk tidak lagi menyebarkan informasi tersebut karena permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan”. Tegas Kompol Saut Tulus Panggabean, S.H[] Pardede.