Pemberlakuan PPKM Level 3, Tempat Hiburan dan Praktik Prostitusi Masih Ada di Rawa Malang Cilincing 

Jakarta | Masyarakat Cilincing merasa resah dikarenakan maraknya tempat hiburan di kawasan  Kolong Jembatan (Koljem) dan Rawa Malang Cilincing yang beroperasi lewat batas waktu yang ditetapkan oleh Pemda maupun pemerintah pusat disaat penerapan P Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan juga Protokol Kesehatan Covid-19.

Praktik prostitusi dilaporkan masih terjadi wilayah yang biasa disebut Rawah Malang dan Koljem, di Jalan Cakung Drainase, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Pantauan di lokasi terhitung masih berdiri belasan kafe remang-remang di sebagian Jalan Kali Cakung Drainase.

Sebagian bangunan tersebut berdiri di bantaran kali yang tentunya melanggar aturan pendirian bangunan.

“Di cafe-cafe situ masih ada (prostitusi). nanti kalau udah malam di sini banyak perempuan yang mangkal,” kata seorang pemilik warung yang biasa di panggil Bu Rudi saat ditemui di lokasi, Rabu (6/10).

Dia mengatakan, sudah tidak ingat sejak kapan praktik prostitusi di daerah tersebut berlangsung, karena menurutnya hal itu sudah lama berlangsung. Kendati demikian, dia menuturkan cafe-cafe tersebut tidak memiliki ruangan untuk praktik prostitusi, sehingga lokasi itu hanya menjadi tempat mencari wanita malam untuk di bawa ke losmen atau penginapan di tempat berbeda.

Penuturan serupa disampaikan Safitri, seorang warga Jakarta Utara yang mengatakan banyak PSK yang kerap mangkal di kawasan Rawah Malang Koljem Cilincing.

“Iya, banyak  perempuan malam yang sering mangkal di kawasan Rawa Malang dan Koljem,” Tuturnya.

Selain cafe remang-remang, tempat hiburan malam di sebagian besar Jalan Kali Cakung Drainase di Cilincing, juga dijadikan lapak pengumpul limbah plastik dan pembuatan arang batok kelapa. Kombinasi hal tersebut membuat Jalan Cakung Drainase yang merupakan jalan alternatif untuk menuju Cilincing menjadi kumuh dan tidak sedap di pandang.

Sejumlah bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran kali sudah pasti menyalahi aturan. Sejatinya, bantaran kali tidak boleh digunakan untuk bangunan karena sudah tentu akan mengganggu aliran air di kali tersebut.

Manpol PP Cilincing Polma belum merespon pertanyaan wartawan melalui WAnya tentang informasi maraknya tempat hiburan dan prostitusi yang masih buka di kawasan Kecamatan Cilincing.

 

Penulis : Zul

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI