PPDB SMAN 1 Cibinong Semakin Memanas

Jakarta, Indonesia |  Penerimaan Peserta Didik Baru ((PPDB) di SMAN 1 Cibinong menuai persoalan baru yang bakal menyeret nama nama pejabat pemerintahan di Kabupaten Bogor.

Dari data dan informasi dapat diduga ada oknum guru yang berstatus ASN berinisial ” S” dan tenaga guru honorer berinisial * REP ” telah menerima uang dari orang tua calon siswa SMAN 1 Cibinong yang di dalan penetapan tahap 2 tidak tercantum namanya sebesar Rp 8.000.000,-

Dari informasi yang diterima metroindonesia.id, ” w ” orang tua siswa SMAN 1 Cibinong menyampaikan ada usaha kriminalisasi oleh seseorang untuk menjerat dirinya seolah olah pelaku tindakan melawan hukum yang disampaikan melalui pemberitaan, dalam hal tersebut sudah di adukan ke Dewan Pers, namun belum mendapat tanggapan.

Dalam keterangannya ” w ”  tidak mengenal dan tidak pernah menerima uang dari calon orang tua murid berinisial ” R ” yang ramai di dalam pemberitaan.

Terkait somasi yang diterima oleh salah satu kantor hukum, ” W ” berharap pengacara dapat mengetahui regulasi yang sebenarnya dalam proses hukum.

Di tempat terpisah, A. Rachman Asesor yang telah memiliki sertifikasi BNSP RI, menyampaikan, ” harus jelas terlebih dahulu apa maksud calon orang tua murid berinisial ” R ” memberikan uang kepada terduga oknum guru ? Yang jelas pada tanggal 9 Juli 2021 telah mengeluarkan pengumuman penetapan penerima siswa tahap 2 ”

*Selain persoalan uang apa namanya, tentu ada oknum yang memberikan data data siswa dari sekolah ke pihak lain yang diduga lebih dari satu berkas,  seharunya juga dipertanyakan untuk apa.? ” Jelasnya.

Jurnalis memiliki kewajiban penulisan 5W1H, maka dibutuhkan menguji kebenaran informasi sebagaimana di atur dalan kode etik jurnalistik pasal 3, * 

Penulis : Redaksi

 

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI