Banjir di Ambalau Hanyutkan Rumah Warga dan Putuskan Jembatan

Sintang, Indonesia | Banjir yang melanda Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang menghanyutkan rumah warga serta memutuskan satu jembatan gantung. Banjir terjadi disebabkan curah hujan sangat tinggi beberapa hari ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut keterangan Johan,  salah satu warga  kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada 2007 silam.

“Dari informasi sementara yang kami dapatkan, banjir yang terjadi kemarin Sabtu 2 Oktober 2021 menimbulkan kerusakan pada rumah warga di beberapa desa dan juga infrastrukstur pemerintah seperti bangunan Kantor Desa dan Pustu. seperti di Desa Kolongan Juoi, Korong Darso, Patih Jepara menurut beberapa sumber ada rumah warga yang juga terseret banjir, serta satu jembatan gantung di Desa Keremoi putus di hantam terjangan banjir yang terjadi kemarin pagi, “Ujar Ps. Kasi Humas Polsek Ambalau, Bripka Wardi, Minggu (3/10).

Dikatakan Bripka Wardi, Banjir tahun ini mengakibat kerugian harta benda yang sangat besar bagi warga  di Kecamatan Ambalau. Akibat akses yang sangat terbatas dan putusnya jaringan komunikasi yang ada di desa-desa pihaknya belum bisa mendapatkan informasi secara detail terkait kerugian serta kerusakan akibat bencana banjir di Kecamatan Ambalau.

“Sampai saat ini pukul 11.00 Wib air sudah mengalami penurunan sekitar 1,5 – 2 meter, dan kami dari pihak kepolisian terus melakukan monitoring terkait perkembangan situasi terkini, kami juga menghimbau warga masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap keluarga dan barang-barang mereka, dan untuk warga yang mengungsi jangan kembali kerumah mereka dulu sebelum situasi air benar-benar dalam kondisi aman”. Himbau Ps. Kasi Humas Polsek Ambalau.

Sampai saat berita ini turunkan pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi terkait dampak kerugian akibat banjir dan terputusnya jaringan komunikasi antar desa.

 

Sumber : Humas

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI