Jalan Desa Rusak Berlobang Tanpa Diberi Tanda Membahayakan Pengendara

Banyuwangi,JawaTimur – Banyaknya jalan yang rusak di Tanah Air saat musim penghujan tiba menjadi pekerjaan rumah yang tidak ada hentinya bagi pemerintah. Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban dan kerugian harta benda akibat terperosok atau terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak tersebut.

Salah satunya di desa Karangsari Dusun Dadapan Kecamatan Sempu. Jalan yang penuh berlobang yang kedalaman 8 sampai 10CM ini, membuat pera pengendara sepeda motor dan mobil harus melawan arah untuk menghindari jalan yang berlobang.

Salah satu Warga Sekitar yang enggan disebutkan namanya saat di wawancarai wartawan metro Indonesia. “Saya tidak bisa komentar apa apa mas, walaupun komentar pun soal jalan ini, tetap saja jalan ini tidak di perbaiki oleh yang bertanggung jawab, padahal jalan ini lama sudah seperti itu.”jelasnya

Masih Warga Sekitar yang juga enggan disebutkan namanya. ” Sing bahaya pas arek arek nom mas, kalau naik sepeda motor kan ngebut, kadang gak tau kalau ada lobang, apalagi kalau pas malam, pernah belum lama ini ada pengendara sepeda motor jatuh karena berusaha menghindar lobang dijalan itu, apalagi lampu jalan sini lebih sering mati. Harapan saya si kalau bisa secepatnya di perbaikilah, biar lebih aman, dan lampu jalannya juga harus nyala terus kalau malam.”pungkasnya

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 273 Pada ayat 4 berbunyi, penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp1,5 juta.

 

(Raden)

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI