Diduga Galian Utilitas Telkom Jakarta Utara Tidak Ikut Aturan

Jakarta Utara– Pelaksanaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu / Ducting di DKI Jakarta bertujuan memindahkan kabel udara kedalam tanah sekitar 1,5 meter, sehingga tingkat keamanan meningkat dan juga dapat memperpanjang umur kabel.

Untuk penugasan penyelenggaraan SJUT telah ditunjuk PT. Jakarta Propertindo dan PD. Sarana Jaya. Hal ini tertuang pada Peraturan Gubernur Nomor 69 tertanggal 24 Juli 2020 (Perubahan Peraturan Gubernur 110/2019) dan Peraturan Gubernur Nomor 70 Tahun 2020.

Suku Dinas merupakan Unit Kerja Dinas dalam pelaksanaan urusan binamarga pada Kota Administrasi Jakarta Utara.

Suku Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Suku Dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas serta secara operasional dikoordinasikan oleh Wali kota.

Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Suku Dinas disampaikan oleh Kepala Suku Dinas kepada Kepala Dinas dengan tembusan Wali kota.

Robert Juntak selaku Ketua LSM Tipikor Jakarta utara yang melakukan investigasi ke lokasi pekerjaan pemasangan Pipa galian Utilitas Telkom di Jl.Gorontalo dan Jln.Gadang Raya kecamatan tanjung priok Jakarta utara dan disaat bersamaan pekerjaan Trotoar Sudin Bina Marga berlangsung hingga terhalang dalam pemasangan Tali Air akibat pemasangan Pipa  baru .

Menurut Robert Juntak, diduga galian Telkom belum mengantongi ijin kerja, serta pekerjaan galiannya tidak sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Dinas Bina Marga Pemda DKI Jakarta.

“Sepengetahuan kami pemasangan Pipa Telkom kedalaman satu meter dari Izin, tetapi pemasangan kedalaman galian pipa hanya 13 Cm dari jalan, dan kami duga Izin pemasangan Pipa galian Utilitas Telkom di Jl.Gorontalo dan Jln.Gadang Raya tidak ada,” ucapNya.

Robert juga menjelaskan bahwa kepala Seksi pengawasan Trotoar Suku dinas (sudin) Bina marga Jakarta utara yaitu Untung diduga Jarang kelapangan (lokasi pekerjaan) dan tidak memahami pekerjaan Trotoar dan galian utilitas pipa.

“Saya berkali-kali ke lokasi kerjaan dan juga menurut pekerja, Untung kelokasi hanya terlihat hadirnya 3 kali,” kata Robert.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, saat dipertanyakan melalui WhatsAppnya, tentang pekerjaan utilitas serta foto perkerjaan di lokasi belum memberikan keterangannya.

 

Penulis : Zul

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI