Polres Bogor Diminta ” Presisi ” Dalam Menangani Kasus Penganiayaan Wartawan Sesuai Janji Kapolri

Bogor, Jawa Barat | Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021 kemarin, Komjen Listyo Sigit memaparkan 16 program prioritas dan 8 komitmen jika terpilih menjadi Kapolri.

Selain itu, ia juga memaparkan konsep “Presisi” kepolisian masa depan. Presisi adalah singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.

 

Setelah menjadi Kapolri, insan pers yang ada di Kabupaten Bogor saat ini mempertanyakan janji Kapolri pada proses tentang penerapan PRESISI di Polres di Kabupaten Bogor terkait kasus penganiayaan terhadap Sabar Aman Marpaung (wartawan) di lingkungan Kantor Bupati pada 21 Juni 2021 lalu pada kegiatan aksi damai meminta penjelasan atas statement Bupati tentang yang di Maksud ” Wartawan Bodrek dan Wartawan Asli “.

Korban yang mendapat penganiayaan dari sekitar 10 orang, mengaku pada saat kejadian langsung melaporkan ke pihak Polres Bogor, dan entah mengapa pada tanggal 24 Juni baru laporan di terima.

Terkait pengenaan pasal 351 dan pasal 170 kepada terlapor, korban mengaku tidak menerima surat pengantar dari penyidik untuk dilakukan visum.

Lebih lanjut metroindonesia.id mendapat informasi dari rekan rekan pers, di ketahui surat nomor : B/1135/VII/2021 tertanggal 5 Juli 2021 dengan perihal pemberitahuan hasil penelitian laporan, bukan Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.(SP2HP).

Dengan rujukan :

  • a. LP/B/988/VI/2021/JBR/RES. BGR tertanggal 24 Juni 2021
  • b. Surat Perintah penyelidikan nomor : SP. Lidik/1021/VII/2021 Reskrim tertanggal 1 Juli 2021.

Melalui metroindonesia.id, rekan rekan dan koordinator lapangan umum Aliansi Insan Pers Bogor (AIPBR)  mempersoalkan tidak dicantumkan nya informasi tentang Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Seorang Dewan Pengawas pada Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia untuk Bogor menyampaikan ” Perrlu kita cermati bersama, jangan-jangan ada ORANG KUAT yang ‘ikut bermain atau membekingi’ para terlapor, dikarenakan berdasarkan bukti rekaman video saat kejadian, terlihat terduga orang yang melakukan pemukulan pertama saat Korban berorasi adalah salah seorang petinggi dari Ormas Pendukung Bupati.” lanjut HS yang juga merupakan salah seorang Kordinator Forum Komunikasi Antar Relawan (FORKAWAN) kepada MetroIndonesia.id seraya mengakhiri pandangannya” [] Red.

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *