Menyoal Kejadian di Kabupaten Sintang, Kapolda Kalbar: Percayakan Kepada Kami

Pontianak, Kalbar – Melindungi, menyelamatkan jiwa, serta kehormatan masyarakat itulah tugas utama Kepolisian Republik Indonesia. Demikian ditegaskan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto, menyikapi kejadian pada Jumat (3/9) siang aksi sekelompok orang merusak masjid dan membakar sebuah bangunan sekitar masjid jemaat Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang.

“Oleh karena itu anggota Polri fokus jaga rumah warga Ahmadiyah untuk antisipasi penyerangan secara fisik yang dapat menimbulkan korban jiwa kedua belah pihak,” Kata Kapolda Kalbar, Irjend. Pol. Remigius Sigid Tri Hardjanto, Senin (6/9).

Selain itu ia menegaskan soft approach dalam mengamankan bangunan dan rumah ibadah bertujuan uutuk menghindari kerugian yang lebih besar yaitu terjadinya konflik antara massa yang emosi ingin merobohkan bangunan dengan petugas yang mengamankan, hal ini tentunya berpotensi menyebabkan luka bahkan korban jiwa.

“Kami pastikan tidak ada korban jiwa. Karena sudah dilakukan pencegahan awal. Percayakan kepada kami”. Kata Sigid.

Dalam menghadapi dinamika di lapangan, ia menegaskan dengan mengkalkulasi sumber daya yang dimiliki dan risiko yang akan terjadi, Polri harus dengan cepat ambil keputusan (Diskresi) strategi dan CB yang paling tepat utamanya adalah: negara hadir untuk rakyatnya, melindungi, menyelamatkan jiwa serta kehormatan masyarakat.

“Inilah strategi dan CB yang dipilih dan diputuskan di lapangan dan target atau tujuan utama tercapai yaitu, tidak ada korban jiwa di pihak manapun”. Tandasnya, seraya menegaskan serta mengingatkan, komitmen Polri sebagai representasi negara, bahwa negara harus hadir untuk melindungi warganya.

“Tidak boleh kalah atau membiarkan anarkisme, telah dilaksanakan oleh Polda Kalbar yang cepat melaksanakan penegakkan hukum dengan menangkap para pelaku perusakan dan tetap menjaga keamanan semua warga”. Imbuhnya.

Kembali ia menegaskan, upaya penangkapan dalam rangka penegakkan hukum pun dilaksanakan dengan strategi dan CB yang tegas serta humanis. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya respon yang provokatif dan anarkis dari berbagai pihak.

 

Sumber : Humas

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI