APH Diminta Usut Tuntas Proyek Pamsimas Di Desa Pohan Julu

Tapanuli Utara, Sumut – Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2020 di Desa Pohan Julu, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, disinyalir banyak kejanggalan dalam realisasinya.

Dugaan kejanggalan di maksud mulai dari mekanisme pembangunan dan realisasi anggaran. Sebelumnya, sejumlah wartawan dari berbagai media memberitakan Pamsimas Tahun Anggaran 2020 di Desa Pohan Julu ini mangkrak alias belum beroperasi hingga Minggu, 29 Agustus 2021.

Untuk mengetahui penyebab mangkraknya pembangunan yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu, awak media melakukan investigasi ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang akurat.

Hasilnya, menurut salah seorang warga, mesin pompa air telah rusak, kerusakan terjadi sebelum Pamsimas itu beroperasi. Awak media berusaha menghubungi Calvin Marpaung, selaku Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Pamsimas, dan juga berupaya menjumpai di kediamannya di Desa Pohan Julu, namun Calvin Marpaung tidak bisa dihubungi.

Karena tidak bisa dihubungi, untuk mendapat informasi lebih lanjut, awak media Wartawan berupaya menghubungi Kepala Desa Pohan Julu, Demak Simangunsong, namun yang bersangkutan juga sulit ditemui. Dari keterangan warga setempat, Kepala Desa lebih sering ke ladang dari pada di kantor, segala urusan kantor lebih sering ditangani Sekretaris Desa yang nota bene adalah anak kandung Kepala Desa.

Hasil Temuan Tim Investigasi Praktisi pemerhati Pembangunan LSM-ACCN F.Tampubolon mengatakan, bahwa Anggaran murni APBN untuk pengerjaan Proyek tersebut senilai lebih kurang Rp. 230 juta, dana tersebut diduga tidak dipergunakan secara maksimal, sehingga pengerjaannya terkesan asal jadi.

Mirisnya lagi, informasi yang dihimpun wartawan terdapat dugaan tindakan penyelewengan dalam realisasi anggaran Dana sharing yang dianggarkan dari Dana Desa sebesar Rp 75.400.000 di duga sama sekali tidak terealisasi.

Masalah kegagalan proyek Pamsimas di Desa Pohan Julu sampai sekarang tidak ada penyelesaian dan tanggung jawab dari panitia pelaksana dan aparat desa setempat. Di duga ada penyelewengan dana dan permainan oleh Satlak, adan aparat desa.

Kegagalan proyek Pamsimas tentunya membawa kekecewaan bagi masyarakat Pohan Julu, khususnya warga Dusun Sihatandohan yang mendambakan fasilitas air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jangan biarkan kasus kegagalan proyek Pamsimas di Desa Pohan Julu hilang begitu saja. Saya sangat mengharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap kasus kegagalan proyek Pamsimas di Desa Pohan Julu untuk turun tangan mengusut dana pembangunan tersebut”. Pungkas Tampubolon.

 

Penulis : Dedy Sinaga

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI