Mediasi Temui Jalan Buntu

  • Seorang Ibu terpaksa  gugat anak kandung di Persidangan

Depok, Jawa Barat |. Sembilan bulan sepuluh hari seorang ibu berjuang antara hidup dan mati demi seorang anak yang dicintai.

Namun di hari tuanya terpaksa harus menggugat anak kandung atas perbuatan pengusiran dirinya dari rumah peninggalan almarhum suaminya.

Lim Merice di usia yang ke 77 terpaksa mendaftarkan gugatan perdata dengan Nomor: 120/Pdt.G/2021/PN Depok dalam resume gugatannya melalui kuasa hukum Utama Ginting di pengadilan negeri Depok.

Usaha terakhir mediasi antara penggugat Lim Merice dengan tergugat (1) Iswar Ishak sebagai anak kandung, tergugat (2) Ichsan sebagai anak kandung, tergugat (3) Julisetyanti Ewowati, SH., M.Kn sebagai Notaris pembuat akta dan tergugat (4) BPN Kota Depok.

Juma’t, 27 Agustus 2021 penggugat Lim Merice, melalui kuasa hukum Utama Ginting meminta uang pengganti atas 2 unit rumah sebesar tujuh miliar, mengalami kegagalan.

Menurut Utama Ginting, SH, pada saat mediasi tadi, ” Tergugat juga mengatakan dia sudah membayar sebesar 1 Milyar 8 ratus juta, namun yang menjadi pertanyaannya adalah kepada siapa Tergugat bayar atau memberikan uang tersebut,” ujarnya

Dikatakan Utama, yang menjadi alasan utama Tergugat adalah karena sudah memilki secara sah rumah tersebut, lanjut Utama, namun yang menajdi kejanggalannya adalah ketika proses pembuatan AJB (Akta Jual Beli) terhadap 2 unit rumah yang diklaim Tergugat 1 sudah dia miliki secarah sah adalah para pihak tidak pernah datang ke hadapan Notaris Julisetyanti Ewowati, SH., M.Kn. tegasnya. [] Siringoringo

 

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI