Tim UPSBP Provinsi Kalbar Kembali Lakukan Sertifikasi dan Labelisasi Bibit Kelapa Sawit CV Belaban Mekar Tahap Akhir

Melawi, Kalbar – Perusahaan pembibitan kelapa sawit CV Belaban Mekar kini bisa bernafas lega. Pasalnya tim Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan tahap akhir sertifikasi dan labelisasi bibit kelapa sawit pada Jumat (6/8).

Direktur CV Belaban Mekar, Luca Infantri Alexander Adha mengatakan tim labelisasi bibit dari provinsi sudah dua hari melakukan penilaian terhadap persemaian perusahaan bibit kelapa sawit miliknya. Labelisasi dilakukan tidak diambil secara acak, melainkan perpohon bibit diperiksa tingkat pertumbuhannya.

“Pemeriksaan bibit dilakukan dari mulai masa kecambah, pelepah, sampai ketinggian bibit dinyatakan layak tanam. Pemeriksaan oleh tim dilakukan perpohon. Umumnya 10 bulan bibit baru bisa layak tanam. Tahap sebelumnya sudah dilakukan labelisasi, tahap ini merupakan tahap akhir, sebanyak 44.001 bibit sudah memiliki label dari 45.100 bibit yang diajukan . Tahap sebelumnya pada Juli lalu sebanyak 44.692 pohon bibit telah memiliki label dari 45.000 bibit yang diajukan. Kami siap menerima pesan baik perusahan, koperasi atau perorangan”. Ucap Luca sapaan akrabnya sambil promosi.

Tim UPSBP Provinsi Kalimantan Barat, Ardi mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 50 tahun 2015 bahwa untuk program PSR bibit yang disalurkan bibit yang telah bersertifikat dan berlabel dan diawasi oleh Dirjenbun melalui UPSBP provinsi Kalbar.

“Bibit yang disalurkan untuk PSR harus memiliki sertifikasi dan label sesuai Permentan nomor 50 tahun 2015. Jadi benih ini memang di jaga kualitasnya oleh Dirjen Perkebunan melalui unit pengawasan benih perkebunan yang ada di provinsi”. Ujar Ardi.

Ardi juga menjelaskan spesifikasi bibit sawit siap edar usianya 10 sampai 24 bulan. Setelah 24 bulan bibit sudah tidak boleh beredar. Ketentuan tersebut telah diatur untuk menjaga kualitas hasil produksi perkebunan sawit.

“Menurut kami, CV Belaban Mekar sudah sangat bagus dan layak. Sangat jarang untuk pemula bisa produksi benih yang bagus seperti itu dengan kapasitas yang lumayan besar”. Tutupnya.

 

Penulis : Ade Shalahudin

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI