Sekda Pimpin Rakor Lintas Sektoral Penanganan Covid-19 di Kabupaten Melawi

Melawi, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Melawi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral penangan Covid-19 tingkat Kabupaten tahun 2021. Kegiatan Rakor dilaksanakan di Ballroom Hotel Cantika Nite & Day Kecamatan Nanga Pinoh, Rabu (5/8) kemarin.

Rakor lintas sektoral dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi, Paulus. Hadir pada kegiatan tersebut Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Antonius Supra Yogi dan Ikatan Dokter Indonesia perwakilan Melawi , Edward, serta Forkopimda Kabupaten Melawi, Para Kepala OPD, Para Camat dan Para Kepala Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi.

Dalam sambutannya, Paulus meminta seluruh jajaran di pemerintah Kabupaten Melawi untuk menjaga kondusifitas wilayah dan mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam menyikapi pandemi covid – 19 yang terjadi di Kabupaten Melawi sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Paulus juga meminta Satgas Covid-19 untuk tetap mengedukasi serta mensosialisasikan gerakan masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan dengan penerapan 5 M dan 3 T (testing, tracing, treatment).

“Kita harus meningkatkan konsolidasi Satgas Covid-19, serta melaksanakan koordinasi dan sinergitas semua elemen masyarakat dalam pengendalian Covid-19 di Kabupaten Melawi, serta peningkatan penegakan disiplin dalam menjalani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Melawi”. Ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Gunadi Linoh dalam memaparkan data – data terkait covid-19 seperti, jumlah pasien yang terkonfimasi positif, pasien sembuh dan meninggal dunia serta data jumlah vaksinasi yang dilaksanakan di Kabupaten Melawi.

“Saat ini total konfirmasi positif di Kabupaten Melawi berjumlah 2.856 orang, dengan konfirmasi isolasi berjumlah 230 orang, sembuh berjumlah 2.530 orang, dan meninggal berjumlah 96 orang. Data pertanggal 3 Agustus 2021 Cakupan vaksinasi SDM kesehatan tahap 1 dan 2 (118,34 % dan 114,20%), lansia tahap 1 dan 2 (6,50% dan 4,93%), petugas publik tahap 1 dan 2 (81,08% dan 54,99%), masyarakat rentan dan umum tahap 1 dan 2 (5,01% dan 2,94%) sedangkan remaja tahap 1 dan 2 (0,38% dan 0,05%)”. Ujar Gunadi Linoh dalam pemaparannya.

Gunadi juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan selalu menjaga protokol kesehatan. Berdasarkan data yang ada menunjukan grafik penularan covid -19 pada awal Agustus 2021 mengalami peningkatan.

Hasil rapat koordinasi lintas sektor Covid-19 ini diputuskan untuk diantaranya pengaktifkan dan penguatan tim satgas di kecamatan dan desa tentang penanggulangan Covid-19. Selain itu, tim satgas covid -19 dalam melaksanakan tracking diminta untuk melaksanakan eksekusi bagi masyarakat yang kontak erat dengan penyintas Covid-19 harus menjalani karantina mandiri sembari menunggu hasil swab PCR guna mencegah penyebaran virus covid – 19. Terkait penanganan penyintas Covid-19, Tim Satgas Covid-19 akan melakukan tindakan isolasi sesuai dengan tingkat keparahan (gejala).

Pemerintah daerah juga mengimbau untuk kembali menumbuhkan swadaya masyarakat terkait pelaksaan protokol kesehatan dan karantina atau isolasi. Apabila pernah melakukan kontak erat dengan penyintas Covid-19, serta pemerintah akan melaksanakan percepatan vaksinasi sesuai ketersediaan logistik dari Pemerintah Pusat dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (Red).

 

Sumber : Humas

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI