Tidak Transparan Dalam Penggunaan Dana Bos

  • Kepala Sekolah SDN 106814 Tembung tidak berikan informasi publik.

Deli serdang, Sumatera Utara | Kapasitas seorang jurnalis adalah melakukan sosial control terhadap penyelenggaraan negara yang Objektif, Transparan dan akuntabel.

Sebagai pedoman dalam melakukan sosial control, wartawan metroindonesia.id menggunakan aturan dan undang undang yang berlaku sesuai kode etik jurnalistik.

Dari informasi yang diterima dari masyarakat, diperoleh informasi adanya penggunaan anggaran dana BOS SD Negeri 106814 tidak sesuai dengan fakta yang berindikasi kerugian negara.

Informasi yang diterima : ,

Kegiatan ekstrakulikuler pada tahap 2 tahun 2020 sebesar Rp. 1.990.000 dan pada tahap 3 sebesar Rp. 7.450.000. dan tahap 1 tahun 2021 sebesar 15.675.000. dimana rincian penggunaan dana dan waktu pelaksanaan tidak transparan.

Himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meniadakan kegiatan ekstrakurikuler di abaikan kepala sekolah

Pembiayaan evaluasi pembelajaran pada tahun 2020 pada tahap 1 senilai , Rp. 29.017.900 pada tahap 2 Rp. 26.606.000 pada tahap 3 Rp .6. 0.10.000 dan pada tahun 2021 tahap 1 menggunakan anggaran senilai Rp. 13.672.500 Dimana terjadi variasi penggunaan anggaran dengan jumlah siswa tetap.

Ketika di mohonkan informasi publik melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala SD Negeri 106814 Tembung , Suprieni tidak memberikan tanggapan atas permohonan yang dimaksud.

Menyikapi hal tersebut, masyarakat berharap pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam segera melakukan audit atas kebenaran penggunaan dana BOS yang nantinya dapat berpengaruh pada kwalitas dan mutu pendidikan.[] G. Pasaribu

A. Rachman

Organisasi Serikat Pers Republik Indonesia Bersertifikat assesor BNSP RI. Pengurus di KOWARI